MPR Yakin Harga LPG dan BBM Subsidi Tak Naik Usai Dapat Pasokan Rusia
Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga sekaligus Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Eddy Soeparno di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).(Kompas.com/Dian Erika)
13:14
15 April 2026

MPR Yakin Harga LPG dan BBM Subsidi Tak Naik Usai Dapat Pasokan Rusia

- Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno meyakini harga bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan, seiring adanya tambahan pasokan energi dari Rusia.

“Sampai saat ini pemerintah akan sudah berkomitmen ya bahwa ada ketersediaan dan keterjangkauan,” ujar Eddy saat ditemui di Gedung DPR RI, Rabu (15/4/2026).

Dia menyampaikan bahwa stok BBM bersubsidi dan gas melon, sebutan untuk LPG subsidi 3 kg, tidak mengalami kekurangan.

“Ketersediaan bahwa produknya ada, hadir. Keterjangkauan tidak akan ada perubahan harga ya untuk terutama BBM yang bersubsidi, baik itu BBM untuk kendaraan transportasi maupun untuk rumah tangga yang LPG 3 kilogram ya,” lanjut dia.

Baca juga: Sudah 4 Hari LPG 3 Kg Langka di Pasuruan, Pelaku UMKM Kelimpungan

Politikus PAN itu mengapresiasi langkah diplomasi energi yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto, yang dinilai berhasil mengamankan pasokan minyak mentah dan gas dari Rusia.

Menurut Eddy, kebijakan tersebut penting untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika pasar energi global.

“Jadi saya kira ini kebijakan yang sangat baik untuk menjaga daya beli masyarakat,” kata dia.

Eddy menerangkan, kondisi pasar energi global saat ini cenderung mengarah pada seller’s market, yakni negara pemilik sumber energi memiliki kendali besar dalam menentukan harga, volume, dan distribusi.

“Jadi siapa yang memiliki minyak ini, dia berhak untuk menentukan harga, berhak untuk menentukan volumenya, berhak untuk menentukan kepada siapa dia jual gitu,” ucapnya.

Baca juga: Pertamina Andalkan Armada Laut Salurkan LPG 223.000 Metrik Ton Per Bulan

Dengan adanya tambahan pasokan dari Rusia, Eddy menilai Indonesia kini berada dalam kondisi yang lebih aman dalam hal ketahanan energi.

“Dengan adanya suplai dan pasokan yang sudah bisa terjamin, saya kira kita sudah boleh dikatakan memasuki zona aman. Mudah-mudahan akan berlangsung seterusnya sedemikian gitu,” pungkasnya.

Kata Bahlil soal minyak dan LPG dari Rusia

Diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, Indonesia bakal mendapatkan pasokan minyak mentah (crude) dan liquefied petroleum gas (LPG) dari Rusia.

Hal ini merupakan hasil pertemuan dirinya dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev pada Selasa (14/4/2026) di Moskwa, Rusia, menindaklanjuti pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin sehari sebelumnya.

Bahlil mengatakan, dalam forum bersama Sergey, kedua pihak membahas peluang konkret kerja sama energi yang dapat segera ditindaklanjuti, terutama kepastian pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji.

Rusia menyatakan kesiapan untuk mendukung ketahanan energi Indonesia salah satunya suplai minyak dan gas bumi serta penyimpanan (storage).

"Alhamdulillah apa yang sudah menjadi kesepakatan itu, kita mendapatkan hasil yang cukup baik di mana kita bisa mendapatkan cadangan crude untuk kita nambah. Di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan LPG," ujar Bahlil dikutip dari keterangan resmi, Selasa (14/4/2026).

Adapun pertemuan itu turut dihadiri perwakilan sejumlah perusahaan energi Rusia, antara lain Rosneft, Ruschem, Zahrubesneft, dan Lukoil.

Menurut Bahlil, kerja sama pengadaan minyak dan elpiji tersebut dijajaki melalui skema antarpemerintah government-to-government (G2G) maupun business-to-business (B2B).

Skema ini diharapkan memberikan kepastian terhadap ketersediaan cadangan energi nasional, khususnya untuk minyak mentah dan elpiji di Indonesia.

Selain itu, Indonesia juga terbuka untuk memperluas ruang kolaborasi dengan Rusia, termasuk pada pengembangan storage crude, pasokan jangka panjang minyak mentah dan elpiji, penjajakan nuklir, serta kerja sama di sektor mineral.

"Kita ingin semua ini betul-betul memberi kepastian bagi ketahanan energi nasional," ucap Bahlil.

Ia menilai, hasil pertemuan itu memberi sinyal positif bagi penguatan ketahanan energi nasional di tengah dinamika global yang tidak menentu.

Tag:  #yakin #harga #subsidi #naik #usai #dapat #pasokan #rusia

KOMENTAR