Dubes UEA Pastikan Negaranya Aman Selama Perang Iran, Ada 85.000 WNI
- Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri, memastikan negaranya dalam kondisi aman di tengah perang Iran versus Amerika Serikat (AS) dan Israel.
“Saya meyakinkan Anda, UEA tetap aman, stabil, dan sepenuhnya siap. Begitu juga dengan Bahrain, Qatar, Yordania, dan Kuwait,” ujar Abdulla saat konferensi pers di Kediaman Dubes UAE, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Kata Bahlil soal Kapal Pertamina Belum Bisa Lewati Selat Hormuz meski Iran-AS Gencatan Senjata
Abdulla memastikan, sistem keamanan di negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk atau Gulf Cooperation Council (GCC) bekerja dengan efektif dan seluruh institusi negara beroperasi secara menyeluruh.
“Di UEA, ada lebih dari 200 warga negara asing yang hidup dalam rasa aman dan harmoni, termasuk 85.000 warga negara indonesia yang tinggal di UAE,” jelasnya.
Adapun, ekonomi negara teluk masih stabil dan kuat dengan tingkat likuiditas yang tinggi di sektor perbankan, yaitu dengan dengan rasio kecukupan modal sekitar 17 % dan rasio cakupan likuiditas melebihi 146,6%.
Baca juga: 720 WNI Tertahan Pulang karena Penerbangan Timur Tengah Terganggu Perang
Tak hanya itu, sektor perbankan UAE memiliki aset senilai 5,4 triliun dirham dengan modal yang kuat dan tingkat likuiditas yang tinggi.
Gencatan senjata Iran-AS
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengumumkan menyepakati gencatan senjata selama dua pekan dalam perang melawan Amerika Serikat (AS).
Dilansir dari Al Jazeera, Rabu (8/4/2026), dewan tersebut menegaskan bahwa gencatan senjata bukan berarti perang berakhir.
"Tangan kami tetap berada di pelatuk, dan jika kesalahan sekecil apa pun dilakukan oleh musuh, itu akan ditanggapi dengan kekuatan penuh," ujar Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Diberitakan sebelumnya, Presiden AS Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran selama dua pekan.
Keputusan ini diambil setelah adanya diskusi intensif dengan kepemimpinan Pakistan yang bertindak sebagai mediator dalam konflik AS-Israel dengan Iran.
Sebelumnya, dia mengancam akan meratakan Iran apabila Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz.
Dia menetapkan tenggat Selasa (7/4/2026) pukul 20.00 zona waktu Eastern Time (ET) pesisir timur AS, alias pada Rabu (8/4/2026) pukul 3.30 waktu Teheran, atau Rabu pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).
Tag: #dubes #pastikan #negaranya #aman #selama #perang #iran #85000