Kisah SBY Kirim AHY Jadi Pasukan Perdamaian Pertama ke Lebanon
Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendatangi kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta untuk menghadiri persemayaman jenazah eks Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono pada Minggu (29/3/2026).(KOMPAS.com/HARYANTI PUSPA SARI)
08:54
6 April 2026

Kisah SBY Kirim AHY Jadi Pasukan Perdamaian Pertama ke Lebanon

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingat kembali masa di saat dirinya mengeluarkan kebijakan mengirimkan Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL).

Kisah itu dia tuliskan dalam cuitan di akun X @SBYudhoyono, Minggu (5/4/2026) malam.

Dalam cuitannya, SBY mengatakan, saat menjadi presiden Indonesia, ia berinisiatif dan mengusulkan kepada PBB untuk mengirimkan satu batalyon plus Indonesia sebagai bagian dari UNIFIL.

"Ini adalah sejarahnya, pada bulan Agustus 2006 terjadi perang antara Israel dan Lebanon. Korban berjatuhan utamanya dari pihak Lebanon," ucap SBY, dikutip Kompas.com, Senin (6/4/2026).

Baca juga: Instruksi Lengkap Panglima TNI Buntut Serangan Terhadap Pasukan UNIFIL

Dewan Keamanan PBB saat itu belum melakukan langkah yang efektif untuk menghentikan perang.

Kemudian Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Badawi berkunjung ke Jakarta. SBY saat itu mengusulkan kepada Badawi yang juga menjabat Chair of OIC (Organisasi Kerjasama Negara-Negara Islam/OKI) menggelar emergency meeting untuk mendesak PBB segera bertindak.

"Beberapa hari kemudian, PM Abdullah Badawi menggelar pertemuan darurat OKI di Kuala Lumpur. Di samping Indonesia dan Malaysia, pemimpin lain yang hadir adalah Presiden Iran Ahmadinejad, Perdana Menteri Turkiye Erdogan dan Perdana Menteri Libanon Siniora. Juga hadir beberapa kepala negara/kepala pemerintahan yang lain," ucap SBY.

Saat itu, ia menyampaikan Indonesia siap mengirimkan pasukan satu batalyon sebagai bagian dari penjaga perdamaian di perbatasan Israel dan Lebanon.

Baca juga: Akui Tak Mudah, SBY Tetap Minta PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Posisi Indonesia saat itu adalah siap mengawasi pelaksanaan gencatan senjata dari keputusan yang diberikan PBB.

"Saya masih ingat, karena dipersyaratkan penggunaan kendaraan tempur mekanis dan Anoa kita belum siap, segera saya menelepon Presiden Perancis Jacques Chirac, dengan tujuan Indonesia ingin membeli kendaraan tempur VAB buatan Perancis untuk segera bisa dikirim ke Lebanon," imbuh SBY.

Gerak cepat itu berbuah hasil, Perancis bersedia dengan pembelian tersebut dan proses pengirimannya berlangsung secara cepat karena dalam pengadaan alutsista tersebut SBY menggunakan format G to G atau pemerintah dengan pemerintah.

Kemudian tiga bulan kemudian dari usulan yang dilakukan SBY, kontingen Indonesia pertama, Garuda XXIII/A sudah bisa berangkat ke Lebanon.

Baca juga: SBY Beri Pesan ke Prajurit TNI di Lebanon: Jaga Diri, Keluarga Menunggu di Tanah Air

Dengan bangga, SBY mengatakan kontingen perdana dari pasukan penjaga perdamaian yang dikirim Indonesia adalah putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono yang saat ini menjadi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dalam kabinet Prabowo-Gibran.

"Untuk diketahui, tiga orang anggota kabinet Presiden Prabowo adalah bagian dari kontingen Indonesia tersebut, yaitu Kapten Kav Muhammad Iftitah Sulaiman, Lettu Inf Agus Harimurti Yudhoyono, dan Lettu Kav Ossy Dermawan," ucapnya.

SBY kemudian menyebut, hingga tahun 2026, sudah 19 kali kontingen Indonesia bertugas di Lebanon dengan masa penugasan rata-rata satu tahun.

"Mungkin, ini yang terlama dalam misi PBB yang diemban oleh pasukan Indonesia," katanya lagi.

Baca juga: UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

SBY mengatakan, sebagai seorang sesepuh dan senior TNI, ia menyampaikan kepada para prajurit Kontingen Garuda XXIII/S yang masih berada di Lebanon untuk tetap bersemangat dalam mengemban tugas mulia.

"Do your best dan jaga diri baik-baik. Keluarga yang mencintai kalian menunggu kehadiran kembali di Tanah Air," tandasnya.

Tag:  #kisah #kirim #jadi #pasukan #perdamaian #pertama #lebanon

KOMENTAR