Safari Dubes Iran ke Tokoh Nasional Berlanjut, Apa Maknanya?
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin bertemu dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi di kediamannya, di Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)
06:59
6 April 2026

Safari Dubes Iran ke Tokoh Nasional Berlanjut, Apa Maknanya?

Setelah menyambangi Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Jusuf Kalla, Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, dan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi kembali bersafari.

Pada Jumat (3/4/2026) ia menjumpai tokoh yang dikenal dekat dengan kelompok Islam, khususnya Muhammadiyah, Din Syamsuddin.

Namun dalam pertemuannya tersebut, Boroujerdi tak hanya bertemu Din. Pertemuan yang berlangsung selama 1,5 jam tersebut juga dihadiri tokoh Al Washliyah, Badan Koordinasi Mubaligh se-Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Wanita Islam.

Dalam pertemuan itu, Din menyampaikan bela sungkawa dan berharap peperangan yang kini terjadi di Iran bisa segera berakhir.

Baca juga: Dubes Iran Sebut Perang di Timur Tengah Picu Dampak Global Termasuk Indonesia

"Kami berharap musibah yang terjadi dan menimpa rakyat Iran sebagai negeri sesama Muslim yang kita rasakan juga sebagai musibah yang menimpa kita, ini segera berlalu," ujar Din kepada Boroujerdi.

Mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini juga mengatakan, Iran adalah negara yang konsisten membangkitkan peradaban Islam.

Sebab itu, dia bersama para tokoh yang hadir mendoakan dan menyerukan agar konflik yang terjadi di Timur Tengah saat ini bisa segera berakhir dengan kemenangan Iran.

"Maka pasca perang yang kita doakan akan dimenangkan oleh Iran, maka akan dimenangkan oleh Iran, kita mengambil hikmah dan ibrah bersatu bekerja sama membangun peradaban baru, peradaban Islam untuk dunia," ucap dia.

Dalam kondisi saat ini, Din menekankan pentingnya persatuan umat Islam di atas perbedaan mazhab (Sunni-Syiah) maupun sentimen etnis (Arab-Persia).

Baca juga: Bertemu Dubes Iran untuk Indonesia, Din Syamsuddin Doakan Perang Segera Berakhir

"Ini tidak saatnya untuk mempertentangkan perbedaan di antara kita. Baik antara Sunni dan Syiah, maupun antara Arab dan Persia. Karena kita adalah sesama Muslim yang diajarkan oleh agama untuk menumbuhkan al-ukhuwwah al-imaniyyah atau al-ukhuwwah al-islamiyyah, persaudaraan keimanan dan persaudaraan keislaman," kata dia.

Upaya Diplomasi di Tengah Konflik

Dosen Hubungan Internasional Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Mutiara Pertiwi mengatakan, safari politik yang dilakukan oleh Boroujerdi bisa dimaknai sebagai upaya diplomasi aktif Iran di tengah konflik yang sedang berlangsung.

Safari ini sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang cukup penting bagi Iran.

"Dukungan politik di arena internasional dari negara dengan populasi muslim terbesar tetap memiliki diplomatic currency bagi Iran," katanya kepada Kompas.com, Kamis (2/4/2026).

Mutiara juga mengatakan, ada indikasi Iran sedang melakukan upaya untuk memverifikasi kepercayaan Indonesia.

Baca juga: Safari Dubes Iran di Tengah Konflik Kawasan: Dari JK-Megawati, Kini Jokowi

Iran dinilai sedang mengkalkulasi konsesi yang tepat bagi Indonesia di tengah konflik tersebut, karena negosiasi Iran dengan Indonesia terkait kapal tanker milik Pertamina yang belum bisa lewat dari Selat Hormuz hingga saat ini.

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menerima Duta Besar Iran Mohammad Boroujerdi saat berkunjung ke Markas Pusat Palang Merah Indonesia (PMI), Jakarta, Rabu (18/3/2026). Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menerima Duta Besar Iran Mohammad Boroujerdi saat berkunjung ke Markas Pusat Palang Merah Indonesia (PMI), Jakarta, Rabu (18/3/2026).

"Dengan bertemu elit-elit politik Indonesia, Dubes Iran dapat memeroleh side info yang dibutuhkan untuk tujuan tersebut," ucapnya.

Mencari Jembatan Komunikasi

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Majelis Ulama Indonesia, Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan, apa yang dilakukan Boroujerdi saat ini tak lain untuk mencari jembatan komunikasi yang tepat.

Tak hanya dari tingkat nasional, tetapi juga dari tokoh Indonesia yang dikenal memiliki rekam jejak aktif dalam diplomasi perdamaian.

"Tokoh-tokoh nasional seperti Pak Jusuf Kalla dan Ibu Megawati memiliki pengalaman panjang dalam kepemimpinan nasional serta jejaring internasional, sehingga dipandang sebagai figur yang dapat menjadi jembatan pemahaman dalam situasi global yang kompleks," katanya.

Baca juga: Dubes Iran Terima Surat Belasungkawa Prabowo atas Wafatnya Khamenei

Ia juga sependapat dengan Mutiara, safari Boroujerdi bisa dimaknai dengan posisi Indonesia yang penting untuk Iran dalam konflik yang sedang terjadi saat ini.

"Ini juga menunjukkan bahwa Indonesia, sebagai negara besar dengan posisi strategis dan tradisi politik luar negeri yang bebas dan aktif, tetap menjadi perhatian penting dalam percaturan diplomasi internasional," ucapnya.

Sudarnoto mengatakan, berbagai pihak tentu berkepentingan untuk membangun komunikasi dengan Indonesia, tidak hanya melalui jalur pemerintahan resmi, tetapi juga melalui tokoh-tokoh bangsa yang memiliki pengaruh moral dan historis.

Tag:  #safari #dubes #iran #tokoh #nasional #berlanjut #maknanya

KOMENTAR