MBG dan Bansos Tidak Terdampak Efisiensi
Ilustrasi MBG.(KOMPAS.com/BAGUS PUJI PANUNTUN)
06:02
25 Maret 2026

MBG dan Bansos Tidak Terdampak Efisiensi

- Pemerintah Indonesia akan memangkas anggaran kementerian dan lembaga, termasuk membatasi pengajuan anggaran baru.

Langkah ini diambil demi menjaga disiplin fiskal di tengah dinamika perekonomian global, khususnya harga minyak dunia yang naik.

Meski begitu, rencana pemangkasan anggaran ini baru di tahap diskusi, mengingat persentase dari masing-masing kementerian masih dihitung.

Baca juga: Pesan Khusus Prabowo kepada BGN: Tingkatkan Kualitas Dapur MBG

Namun, yang pasti, anggaran untuk bantuan sosial (bansos) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tidak terdampak efisiensi.

Penjelasan Purbaya soal efisiensi

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan memangkas anggaran kementerian dan lembaga.

Purbaya menilai, selama ini masih banyak kementerian yang terus mengajukan tambahan anggaran dalam jumlah besar, sehingga pemerintah perlu melakukan penyesuaian agar belanja negara tetap terkendali.

"Pada dasarnya kita akan memotong anggaran, saya akan batasi anggaran-anggaran yang baru, jangan diajukan lagi. Menterinya mengajukan terus, sekian puluh triliun, kita potong kalau yang itu, yang lain kita akan sesuaikan," ujar Purbaya, di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu, Jakarta, Sabtu (21/3/2026).

Meski demikian, Purbaya memastikan kebijakan efisiensi anggaran tersebut tidak akan mengganggu pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah, kata dia, tetap menjaga agar aktivitas ekonomi berjalan dengan baik.

"Tapi, ini enggak akan sampai mempengaruhi ekonomi. Kita pastikan juga ekonomi yang terjaga baik. Itu saya monitor terus," kata dia.

Baca juga: Prabowo Tegaskan MBG Tetap Jalan, daripada Uang Dikorupsi

Ia menuturkan, saat ini, pemerintah tengah menghitung besaran efisiensi anggaran yang akan diterapkan.

Salah satu skenario yang dibahas adalah pemangkasan sekitar 10 persen dari anggaran kementerian/lembaga.

Namun, menurut Purbaya, usulan efisiensi tersebut belum final karena masih dalam tahap diskusi.

Pemerintah masih merumuskan persentase final pemangkasan anggaran tersebut, dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing kementerian.

"Kita lagi hitung, untuk semua kementerian. Tadinya kita usulkan mereka mengajukan (efisiensi) 10 persen, tetapi kalau saya tawarin ke mereka, mereka bukan motong, malah nambah terus. Ya sudah saya bilang saya potong, nanti mereka sesuaikan. Tetapi, persenannya kita lagi diskusikan," ujar dia.

MBG tidak akan disetop

Presiden Prabowo Subianto mengatakan, banyak cara pemerintah melakukan penghematan jika terjadi suatu krisis.

Menurut Prabowo, jangan sampai setiap kali ada krisis, langsung meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.

"Jadi, jangan ke arah oke ada krisis nanti kita hentikan MBG. Iya kan? Masih banyak cara lain yang kita bisa hemat. Masih banyak," kata Prabowo, dalam dialog bersama sejumlah tokoh dan jurnalis di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, dikutip dari video yang dibagikan Sekretariat Presiden, pada Minggu (22/3/2026).

Prabowo mengatakan, program MBG juga mendapat apresiasi dari Rockefeller Institute dari Amerika Serikat.

Program MBG, lanjut Prabowo, disebut sebagai investasi terbaik bagi sumber daya manusia.

"Jadi this is strategic, ini untuk human capital kita ya. Jadi masih banyak penghematan lain yang real yang kita bisa lakukan. Kita sudah exercise, kita sudah melakukan penghematan di banyak bidang ya," imbuh Prabowo.

Prabowo mengatakan, program MBG akan dipertahankan.

Ia menilai, lebih baik uang negara dipakai untuk memberi makan rakyat daripada dikorupsi.

"Saya akan bertahan sedapat mungkin daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan. Anda enggak lihat anak-anak yang stunting. Saya lihat, saya kampanye sekian kali saya di desa-desa. Saya lihat anak umurmu berapa? 11 tahun. Badannya anak 4 tahun," ujar dia.

Presiden Prabowo sangat optimistis dengan program MBG.

Baca juga: BGN Terbitkan Aturan, SPPG Wajib Kelola Air Limbah Bekas MBG

"Saya haqul yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya 2029 kita lihat. Saya rencana saya di sini," tutur dia.

Menurut Prabowo, banyak anak-anak di luar Jawa yang sangat membutuhkan MBG hingga ada yang membungkusnya untuk dimakan di rumah.

Meski Kepala Negara juga mengakui program ini masih ada kekurangannya, namun hal ini terus diperbaiki.

Mantan Menteri Pertahanan ini bahkan menyebut sudah menutup lebih dari 1.000 SPPG bermasalah.

"Bahwa ada kekurangan ini kita tindak. Saya sudah katakan ada 1000 lebih yang sudah kita tutup. Iya kan? Tapi you lihat itu dan di banyak daerah di luar Jawa ya mereka tuh sangat membutuhkan sangat membutuhkan," tutur dia.

Bansos aman, bisa ditambah

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan, bantuan sosial (bansos) tidak akan terkena dampak efisiensi anggaran yang sedang direncanakan oleh Prabowo.

Kebijakan penghematan tersebut dipastikan tidak akan menyentuh program-program yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

“Yang menjadi kebutuhan rakyat seperti bantuan sosial dan lain sebagainya tidak akan ada efisiensi. Malah justru jika dibutuhkan, Presiden akan menambah,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul, dalam keterangannya, Sabtu (21/03/2026).

Ipul mengatakan, efisiensi anggaran hanya akan dilakukan terhadap program atau rencana belanja yang masih bisa ditunda.

Sebaliknya, program yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan rakyat tetap menjadi prioritas utama pemerintah.

Menurut Gus Ipul, biaya-biaya yang bakal dipangkas adalah sektor yang bukan prioritas, seperti anggaran untuk acara seremonial.

Presiden Prabowo telah memberikan arahan yang jelas agar efisiensi ini membuat anggaran negara lebih tepat sasaran.

Baca juga: Menanti Hasil Penyidikan Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS...

“Efisiensi itu pada dasarnya untuk hal-hal yang masih bisa ditunda. Tetapi yang menyangkut kepentingan rakyat, pasti tidak akan ada efisiensi,” lanjut Ipul.

Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap situasi global yang dinamis.

Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran negara benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.

Ia menegaskan bahwa bansos tetap menjadi instrumen penting negara dalam menjaga daya tahan ekonomi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.

Pemerintah berkomitmen melanjutkan program prioritas yang selama ini terbukti berdampak positif.

“Bansos tetap menjadi instrumen penting negara dalam menjaga daya tahan masyarakat, terutama bagi warga yang paling membutuhkan,” tegas Ipul.

Ia memastikan kebijakan pemerintah akan terus mengedepankan kepentingan rakyat kecil sembari melakukan penataan anggaran agar lebih efektif dan efisien di sektor-sektor non-dasar lainnya.

Tag:  #bansos #tidak #terdampak #efisiensi

KOMENTAR