Ahmad Ali PSI: Kami Partai Liga Rendah, Bukan Ancaman Parpol Besar
Ketua Harian PSI Ahmad Ali saat ditemui di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/1/2026). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
17:50
28 Januari 2026

Ahmad Ali PSI: Kami Partai Liga Rendah, Bukan Ancaman Parpol Besar

- Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali merasa ada yang menyindir bahwa parpolnya bukan parpol liga utama.

Ali mengakui bahwa PSI tahu diri bahwa mereka tergolong liga rendah. Maka dari itu, seharusnya partai besar tidak perlu merasa terancam oleh PSI.

"Memang kami partai liga rendah. Kami tahu diri betul. Jadi PSI ini bukan ancaman bagi partai-partai yang besar," ujar Ali di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (28/1/2026).

Baca juga: Ketua PSI Sulsel Berusia 19 Tahun, Kaesang: Lebih Gampang Bangun Partai Ketimbang Kuliah

Ali menjelaskan, PSI tahu diri bahwa mereka hanyalah partai yang sedang berjuang untuk lolos sebagai peserta pemilu.

Dia mengakui PSI belum layak menjadi partai mengingat mereka bukanlah peserta pemilu.

Tidak hanya itu, Ali juga menyebut PSI sebagai partai gagal karena tidak pernah lolos ke DPR selama ini.

"Kami ini belum layak menjadi partai, karena kami belum jadi peserta pemilu. Kami ini layak disebut partai gagal karena dua kali tidak lolos pemilu," ucap Ali.

Baca juga: Anak Rusdi Masse Jadi Ketua DPW PSI Sulsel, Janji Tak Permalukan Kaesang

Meski demikian, Ali menegaskan, bukan berarti PSI tidak memiliki mimpi.

Menurutnya, PSI sangat merugi jika kondisinya tidak berubah terus sampai ke depannya.

"Insyaallah di sini ada Mas Kaesang, di sini ada Ahmad Ali, nanti mungkin ada RMS (Rusdi Masse) di sini, nanti mungkin ada banyak tokoh-tokoh lain yang akan membersamai Mas Kaesang dalam perjuangan," katanya.

"Dan saya pastikan insyaallah 2029 PSI akan menjadi salah satu partai yang menjadi harapan Indonesia untuk membawa aspirasi masyarakat Indonesia," imbuh Ali.

Golkar sebut partai liga utama usai kadernya ke PSI

Dikutip dari Tribunnews, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, merespons soal dua kader partai beringin di Bali yang memutuskan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Adapun kedua kader tersebut yakni I Wayan Suyasa dan I Komang Suarsana. Suyasa adalah eks Ketua DPD II Golkar Badung, sementara Suarsana adalah pengurus Partai Golkar di Bali.

Sarmuji menegaskan bahwa dinamika keluar-masuk kader adalah bagian dari “hukum alam” politik, terutama di partai dengan tingkat kompetisi tinggi seperti Golkar.

“Itu sebenarnya hukum alam saja. Yang tidak kuat lagi bersaing di persaingan yang ketat akan mencari tempat yang persaingannya lebih rendah. Bertahan di Golkar mungkin merasa berat, lalu mencari tempat lain,” ujar Sarmuji, Minggu (25/1/2026).

Baca juga: Ahmad Ali dengan Politik Jalan Tengah PSI

Dia menegaskan, kompetisi di Golkar memang tidak mudah, apalagi banyak kader baru bermunculan yang menurutnya punya kualitas yang tidak kalah bagus.

Di sisi lain, Sarmuji justru menilai Golkar tetap menjadi magnet bagi kader dari partai lain.

“Kalau ditanya mengapa mereka masuk ke Golkar, karena ingin merasakan masuk ke liga utama dengan persaingan yang lebih tinggi,” katanya.

Tag:  #ahmad #kami #partai #liga #rendah #bukan #ancaman #parpol #besar

KOMENTAR