UPDATE: 1.726 WNI Berhasil Kabur dari Markas Online Scam di Kamboja
Ribuan WNI yang keluar dari sindikat scam Kamboja mendatangi kantor KBRI Phnom Penh(Dok. KBRI Kamboja)
19:02
22 Januari 2026

UPDATE: 1.726 WNI Berhasil Kabur dari Markas Online Scam di Kamboja

Sebanyak 1.726 warga negara Indonesia (WNI) telah berhasil kabur dari markas penipuan online scam di Kamboja hingga Rabu (21/1/2026).

Duta Besar RI di Kamboja, Santo Darmosumatro, mengatakan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi mulai 16 Januari hingga 21 Januari 2026.

“Jadi mulai 16 sampai tanggal 21 itu, sekarang sudah ada 1.726 warga negara Indonesia yang datang ke KBRI untuk menyampaikan laporan bahwa mereka baru saja keluar dari sindikat penipuan online di berbagai tempat di Kamboja,” kata Santo dalam jumpa pers virtual, Kamis (22/1/2026).

Santo mengungkapkan,  Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh di Kamboja mulai menghitung jumlah WNI yang kabur dari markas online scam sejak 16 Januari 2026.

Ia menjelaskan bahwa tanggal tersebut dipilih karena menjadi titik awal lonjakan jumlah kasus yang signifikan.

Santo mengatakan, KBRI Kamboja memang telah menangani berbagai isu dan kasus serupa sepanjang 2025, tetapi jumlahnya meningkat drastis sejak 16 Januari 2026.

Ia mencontohkan, dari hanya 20-25 orang yang kabur per hari, menjadi ratusan orang dalam sehari, bahka sempat mencapai 500 orang.

"Seperti hari ini, hari ini kan tanggal 22 ya. Tadi siang sekitar jam 11.00 (waktu setempat) kalau enggak salah, kita sudah menghitung jumlahnya 120,” kta Santo.

WNI kabur dari markas online scam

Diberitakan sebelumnya, dalam kurun tiga hari, KBRI Phnom Penh menerima lonjakan laporan dari 911 warga negara Indonesia (WNI), setelah berhasil keluar dari sindikat penipuan daring di berbagai wilayah di Kamboja.

Lonjakan yang terjadi sejak 16-19 Januari 2026 ini terjadi usai Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, menginstruksikan pemberantasan sindikat penipuan daring di seluruh wilayah Kamboja.

Instruksi ini diikuti dengan penangkapan mastermind di berbagai wilayah, sehingga membuat sindikat tersebut membubarkan diri dan membiarkan para pekerjanya keluar.

"Berdasarkan hasil asesmen awal KBRI, secara umum para WNI berada dalam kondisi aman dan sehat. Tidak sedikit yang melakukan perjalanan jauh dari provinsi-provinsi seperti Banteay Meanchey dan Mondulkiri ke ibu kota Phnom Penh," demikian bunyi keterangan KBRI Phnom Penh, Selasa (20/1/2026).

Dalam asesmen yang dilakukan, KBRI menemukan berbagai persoalan yang dihadapi ratusan WNI tersebut.

Mulai dari tidak punya paspor hingga visa kedaluwarsa selama tinggal di Kamboja.

"Mayoritas WNI menyatakan keinginan untuk segera kembali ke Indonesia, meskipun sebagian kecil yang masih ingin menetap di Kamboja untuk mencari pekerjaan lain," imbuh keterangan tersebut.

KBRI lantas menyarankan agar WNI yang masih memiliki paspor segera kembali ke Indonesia secara mandiri.

Sementara bagi yang tidak memiliki paspor, KBRI akan menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) guna memfasilitasi proses pemulangannya.

Sembari menunggu penyelesaian proses keimigrasian, KBRI menyarankan agar mereka mencari penginapan sementara di sekitar KBRI.

Tag:  #update #1726 #berhasil #kabur #dari #markas #online #scam #kamboja

KOMENTAR