SBY Disebut Ingin Beri Alarm Pencegahan soal Perang Dunia III, Bukan Bikin Panik
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Nasdem Amelia Anggraini saat rapat kerja bersama mitra kerja Komisi I DPR RI.(Dokumentasi Humas DPR RI.)
11:18
20 Januari 2026

SBY Disebut Ingin Beri Alarm Pencegahan soal Perang Dunia III, Bukan Bikin Panik

Anggota Komisi I DPR Fraksi Nasdem, Amelia Anggraini, menilai peringatan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenai perang dunia ke-3 adalah bentuk alarm pencegahan, bukan menambah kepanikan.

Apalagi, kata Amelia, SBY telah puluhan tahun menekuni isu perdamaian dan keamanan internasional.

"Saya menghormati peringatan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden RI ke-6 dan juga negarawan yang puluhan tahun menekuni isu perdamaian dan keamanan internasional. Kekhawatiran beliau soal risiko eskalasi menuju konflik yang lebih luas patut dibaca sebagai alarm pencegahan, bukan untuk menambah kepanikan, tetapi untuk memperkuat ikhtiar de-eskalasi," ujar Amelia kepada Kompas.com, Selasa (20/1/2026).

Lalu, terkait dorongan SBY supaya PBB menggelar sidang darurat untuk mencegah perang dunia, Amelia mendorong Kemlu lebih proaktif lagi.

Dia meminta pemerintah Indonesia mendorong langkah-langkah strategis melalui jalur multilateral, seperti penguatan diplomasi pencegahan, mendorong forum-forum darurat yang relevan, memastikan perlindungan warga sipil dan akses kemanusiaan, serta menegakkan penghormatan pada hukum internasional.

"Tujuannya jelas: memperlebar ruang dialog sebelum 'ruang dan waktu' pencegahan makin sempit seperti yang diingatkan Pak SBY," ucapnya.

Meskipun begitu, Amelia menyebut dorongan ke PBB itu harus berjalan seiring penguatan fondasi di dalam negeri.

"Saya sejalan dengan penekanan Menlu Sugiono bahwa foreign policy begins at home: kebijakan luar negeri akan kuat kalau ketahanan nasional, stabilitas sosial, ekonomi, ketahanan energi-pangan, kesiapsiagaan perlindungan WNI, dan koordinasi lintas lembaga, benar-benar siap," jelas Amelia.

"Dari situ, Indonesia bisa lebih efektif mendorong perdamaian secara bebas-aktif, kredibel, dan berorientasi hasil," imbuhnya.

Peringatan SBY

Sebelumnya, SBY menilai perang dunia ketiga sangat mungkin terjadi.

"Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun, saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah," kata SBY, dalam unggahannya di X, dikutip Senin (19/1/2026).

Meskipun meyakini perang dunia ketiga dapat dicegah, namun SBY menilai ruangnya semakin sempit.

"Tapi, day by day, ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit," ucap dia.

SBY mengaku, selama tiga tahun terakhir terus mengikuti perkembangan dunia, khususnya dinamika global belakangan ini.

Sebagai seseorang yang puluhan tahun memperhatikan dan mendalami geopolitik, perdamaian dan keamanan internasional, serta sejarah peperangan dari abad ke abad, SBY pun mengaku khawatir potensi perang dunia ketiga.

"Cemas dan khawatir kalau sesuatu yang buruk akan terjadi. Cemas kalau dunia mengalami prahara besar. Apalagi, kalau prahara besar itu adalah Perang Dunia Ketiga," lanjut dia.

SBY menyoroti detik-detik terjadinya Perang Dunia Pertama (1914-1918) dan Perang Dunia Kedua (1939-1945) memiliki kesamaan dengan situasi global saat ini.

"Misalnya, munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang, terbentuknya persekutuan negara yang saling berhadapan, pembangunan kekuatan militer besar-besaran termasuk penyiapan ekonomi dan mesin perangnya, serta geopolitik yang benar-benar panas," ujar dia.

SBY menyebut, sejarah mencatat bahwa meskipun sudah ada tanda-tanda nyata bakal terjadinya perang besar, tetapi kesadaran, kepedulian, dan langkah nyata untuk mencegah peperangan itu tidak terjadi.

"Mungkin bangsa-bangsa sedunia tidak peduli, atau tidak berdaya, atau mungkin tidak mampu untuk mencegahnya. Secara pribadi saya berdoa kepada Tuhan, semoga mimpi buruk terjadinya perang dunia disertai penggunaan senjata nuklir itu tidak terjadi," ujar dia.

Tag:  #disebut #ingin #beri #alarm #pencegahan #soal #perang #dunia #bukan #bikin #panik

KOMENTAR