Eks Wamenaker Noel Hadiri Sidang Dakwaan, Akui Jadi Gembong Korupsi Kasus Sertifikat K3
()
10:46
19 Januari 2026

Eks Wamenaker Noel Hadiri Sidang Dakwaan, Akui Jadi Gembong Korupsi Kasus Sertifikat K3

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer (Noel) menghadiri sidang perdana kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikat K3 pada Senin (19/1/2026), hari ini.

Pantauan Kompas.com di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Noel tampak hadir dengan mengenakan batik yang dilapisi rompi tahanan berwarna oranye.

Noel mulanya mengklaim bahwa korupsi yang dia lakukan tidak merugikan keuangan negara.

"Semoga cepat selesai ya. Yang pasti tidak ada kerugian negara. Yang pasti itu," ujar Noel.

Noel mengatakan, dirinya tidak akan meminta abolisi, rehabilitasi, ataupun amnesti kepada Presiden Prabowo Subianto.

Dia pun mengakui dirinya merupakan gembong korupsi. Menurutnya, ada pula 1 partai dan 1 ormas yang terlibat dalam kasus korupsi ini.

Akan tetapi, Noel enggan membocorkan identitas dan clue dari partai dan ormas tersebut. Dia menyebut akan membeberkannya pekan depan.

"Enggak lah, enggak usah. Kita ikuti prosesnya dulu lah. Harapannya sih pengen bebas. Tapi ketika kita sudah diorkestrasi sebagai gembong koruptor, kita akan mengiyakan sebagai gembong koruptor. Yang jelas ada 1 partai dan 1 ormas yang terlibat langsung dalam permainan ini," tuturnya.

"Senin depan saya kasih tahu partai dan nama ormasnya. Jangan kasih tahu warnanya. Cluenya. Yang jelas partai dan ormas. Enggak ada keterkaitan itu (aliran uang). Pokoknya akan kita sampaikan partainya partai apa. Ormasnya juga," sambung Noel.

Diketahui, berkas perkara Noel telah teregister di sistem kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor register 1/Pid.Sus-TPK/2026/PN Jkt.Pst.

“Dijadwalkan sidang perdana digelar pada Senin, 19 Januari 2025,” ujar Juru Bicara PN Jakarta Pusat Andi Saputra dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026) lalu.

Hakim yang akan mengadili dan memeriksa perkara ini adalah Nur Sari Baktiana sebagai ketua majelis dengan anggota Fajar Kusuma Aji dan Alfis Setiawan.

Selain Noel, 10 tersangka lain juga akan menghadapi sidang dakwaan pada hari yang sama, yaitu:

1. Irvian Bobby Mahendro selaku Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 tahun 2022-2025.

2. Gerry Aditya Herwanto Putra selaku Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja tahun 2022-2025.

3. Subhan selaku Subkoordinator Keselamatan Kerja Dit Bina K3 tahun 2020-2025.

4. Anitasari Kusumawati selaku Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja tahun 2020-2025.

5. Fahrurozi selaku Dirjen Binwasnaker dan K3 pada Maret 2025.

6. Hery Sutanto selaku Direktur Bina Kelembagaan tahun 2021 sampai Februari 2025.

7. Sekarsari Kartika Putri selaku Subkoordinator.

8. Supriadi selaku Koordinator.

9. Temurila selaku pihak PT KEM Indonesia.

10. Miki Mahfud selaku pihak PT KEM Indonesia.

Dalam perkara ini, eks Wamenaker Noel dan kawan-kawan diduga menggunakan modus menaikkan biaya penerbitan sertifikat K3.

Praktik ini sudah berlangsung sejak 2019. KPK mengungkap bahwa biaya pengurusan sertifikasi K3 hanya Rp275.000, namun, di lapangan biaya naik menjadi Rp6 juta.

KPK mencatat selisih pembayaran tersebut mencapai Rp81 miliar yang kemudian mengalir kepada para tersangka, termasuk Rp3 miliar yang dinikmati oleh Noel.

Akibat perbuatannya, Noel dan 10 tersangka lainnya dipersangkakan Pasal 12 huruf (e) dan/atau Pasal 12B UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Tag:  #wamenaker #noel #hadiri #sidang #dakwaan #akui #jadi #gembong #korupsi #kasus #sertifikat

KOMENTAR