Pimpinan MPR: RI Diberkahi Potensi Panas Bumi Terbesar, tapi Baru Manfaatkan 10 Persen
Wakil Ketua MPR Fraksi PAN Eddy Soeparno usai Refleksi Akhir Tahun 2025 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (29/12/2025). (KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA)
16:22
16 Januari 2026

Pimpinan MPR: RI Diberkahi Potensi Panas Bumi Terbesar, tapi Baru Manfaatkan 10 Persen

- Wakil Ketua MPR Fraksi PAN Eddy Soeparno mengajak para pelaku industri energi global untuk menanamkan modalnya di sektor panas bumi Indonesia.

Sebab, Indonesia diberkahi dengan potensi panas bumi sekitar 24 gigawatt (GW), tapi mereka baru berhasil memanfaatkan 10 persen saja.

Hal tersebut Eddy sampaikan saat menjadi pembicara kunci dalam Geothermal Energy Dialogue di Abu Dhabi.

"Indonesia diberkahi dengan potensi panas bumi sekitar 24 gigawatt, menjadikannya salah satu yang terbesar di dunia. Namun, saat ini baru sekitar 10 persen dari potensi tersebut yang berhasil dimanfaatkan untuk kebutuhan energi nasional. Kondisi ini menjadi peluang emas bagi investor global yang ingin berkontribusi pada transisi menuju energi bersih," kata Eddy, dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).

Eddy mengatakan, seiring meningkatnya pemanfaatan energi terbarukan yang bersifat intermiten, Indonesia membutuhkan sumber energi bersih yang mampu berfungsi sebagai baseload untuk menjaga stabilitas jaringan listrik.

"Geothermal memiliki karakter unik karena mampu beroperasi 24 jam, tidak bergantung pada cuaca, dan dapat menyesuaikan beban sistem. Ini yang membedakannya dari energi surya dan angin," tutur dia.

Eddy menyampaikan pemerintah Indonesia terus berupaya membangun infrastruktur transmisi listrik berskala besar atau super grid untuk menghubungkan pusat-pusat sumber energi terbarukan dengan wilayah berpermintaan tinggi, terutama di Pulau Jawa.


Infrastruktur ini, kata dia, dinilai krusial agar potensi geothermal dan energi terbarukan lain dapat dimanfaatkan secara optimal.

Selanjutnya, dari sisi regulasi, Eddy menilai pemerintah telah memberikan kepastian hukum melalui sejumlah kebijakan, seperti Peraturan Presiden (Perpres) tentang percepatan energi terbarukan serta kerangka nilai ekonomi karbon.

Regulasi tersebut membuka peluang tambahan bagi proyek geothermal untuk memperoleh manfaat dari pasar karbon, selain pendapatan dari penjualan listrik.

"Pemerintah Indonesia, bersama DPR, tengah berupaya mempercepat revisi berbagai regulasi untuk menciptakan iklim investasi yang lebih menarik bagi pengembangan energi bersih sekaligus memberikan kepastian hukum bagi investor yang tertarik mengembangkan energi terbarukan," kata Eddy.

Eddy menuturkan, melalui Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Energi Terbarukan dan Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon, pemerintah memberikan kepastian hukum jangka panjang bagi investor.

"Selain pendapatan dari penjualan listrik, proyek geothermal juga memperoleh sumber pendapatan tambahan dari pasar karbon, sehingga meningkatkan kelayakan finansial dan daya tarik investasi," ujar Eddy.

"Dengan kebijakan yang konsisten, infrastruktur yang memadai, dan kolaborasi internasional yang kuat, geothermal akan menjadi tulang punggung ketahanan energi sekaligus mesin pertumbuhan ekonomi hijau Indonesia," imbuh dia.

Tag:  #pimpinan #diberkahi #potensi #panas #bumi #terbesar #tapi #baru #manfaatkan #persen

KOMENTAR