Aktivis Greenpeace Iqbal Damanik Laporkan Teror Bangkai Ayam ke Polisi
Aktivis lingkungan sekaligus Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (14/1/2026).(KOMPAS.com/NICHOLAS RYAN ADITYA)
17:10
14 Januari 2026

Aktivis Greenpeace Iqbal Damanik Laporkan Teror Bangkai Ayam ke Polisi

- Aktivis lingkungan sekaligus Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, mengadukan rangkaian ancaman dan teror yang dialaminya ke Bareskrim Polri.

Teror tersebut antara lain berupa pengiriman bangkai ayam tanpa kepala hingga pesan ancaman yang ditujukan agar ia menghentikan kritik terkait isu kebencanaan dan lingkungan hidup.

Iqbal mendatangi Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (14/1/2026), untuk mengadukan peristiwa tersebut.

"Saya dikirimi bangkai ayam yang pada saat saya temukan tidak ada lagi kepalanya. Lalu kemudian ada plastik yang berisi pesan bahwa saya harus menjaga ucapan saya, kalau seandainya saya ingin menjaga keluarga saya, dan ada pesan mulutmu, harimaumu di situ," kata Iqbal ditemui di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu.

Ia mengaku masih percaya kepolisian akan menindaklanjuti aduan itu dan memberikan rasa aman bagi warga yang menyampaikan kritik.

“Karena kami masih percaya bahwa kepolisian akan menindaklanjuti ini dan memberikan rasa aman kepada siapapun yang bersuara. Bahkan melakukan kritik," terangnya.

Iqbal menegaskan, kritik yang disampaikan oleh masyarakat sipil, aktivis, maupun influencer bertujuan untuk kebaikan bersama dan mendorong akuntabilitas serta integritas penyelenggara negara.

Selain kepada pemerintah, Iqbal juga menyampaikan pesan kepada pihak-pihak yang diduga melakukan teror.

Menurut dia, upaya menebar ketakutan justru mengancam iklim demokrasi di Indonesia.

“Kalaupun kemudian ada anggapan-anggapan bahwa kritik yang disampaikan mendiskreditkan pemerintah dan sebagainya atau kritik kami ada yang merasa dirugikan, sebaiknya kita buka secara umum apa-apa yang kemudian itu bisa merugikan. Dan itu bisa kita jawab secara terbuka," ujarnya.

Iqbal mengungkapkan, ancaman yang diterimanya berlangsung secara beruntun sejak sekitar 20 Desember 2025.

Teror diawali dengan ribuan komentar bernada ancaman di media sosial, pesan langsung (direct message) yang berisi gambar kepala babi, hingga pesan yang mencantumkan alamat rumahnya.

Ancaman tersebut kemudian berlanjut ke teror fisik.

Iqbal mengaku menerima kiriman bangkai ayam tanpa kepala ke rumahnya, disertai pesan bernada intimidatif.

Menurut dia, rangkaian teror itu dimaksudkan untuk membuatnya berhenti mengkritik penanganan bencana di Sumatera serta isu lingkungan hidup di Indonesia.

Teror terakhir yang diterimanya terjadi sekitar 30 Desember 2025.

Teror pengujung tahun

Diberitakan sebelumnya, Iqbal Damanik, menerima teror bangkai ayam di rumahnya, Selasa, 30 Desember 2024 pagi.

Salah satu kaki ayam terlilit plastik yang membungkus surat ancaman.

“JAGALAH UCAPANMU APABILA ANDA INGIN MENJAGA KELUARGAMU, MULUTMU HARIMAUMU,” bunyi tulisan pada surat itu.

Kepala Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak, mengatakan paket itu diterima anggota keluarga Iqbal setelah ia sempat mendengar suara benda jatuh di pekarangan rumahnya.

“Bangkai ayam dan pesan ancaman itu ditemukan oleh anggota keluarganya sekitar jam 5.30 WIB,” kata Leonard saat dihubungi, Kamis (1/1/2026).

Ia menyoroti kasus serupa yang menimpa dua influencer dan aktivis lainnya di Jakarta, yakni DJ Donny dan Sherly Annavita.

Salah satu yang identik dari ketiganya adalah ekspresi kecewa dan kritik mereka terhadap upaya penanganan bencana banjir bandang di Sumatera.

“Ada satu kemiripan pola yang kami amati, sehingga kami menilai ini teror yang terjadi sistematis terhadap orang-orang yang belakangan banyak mengkritik pemerintah ihwal penanganan bencana Sumatera,” tutur dia.

Tag:  #aktivis #greenpeace #iqbal #damanik #laporkan #teror #bangkai #ayam #polisi

KOMENTAR