Tuntutan agar Elon Musk Perbaiki Grok Gara-gara Deepfake Asusila...
- Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memblokir sementara akses aplikasi Grok AI karena disalahgunakan untuk membuat konten asusila berupa rekayasa foto (deepfake) tanpa izin.
Pemerintah masih menunggu klarifikasi dari X terkait dampak negatif penggunaan Grok.
Pemblokiran ini bersifat sementara, sebagian akses Grok masih bisa digunakan di X atau melalui provider tertentu.
Pemutusan akses Grok didasarkan pada Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat, khususnya Pasal 9.
Pasal ini mewajibkan setiap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) memastikan sistem elektronik yang dikelolanya tidak memuat, memfasilitasi, atau menyebarluaskan informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang dilarang.
Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan, praktik deepfake seksual nonkonsensual, sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia, martabat, serta keamanan warga negara di ruang digital.
Lindungi perempuan dan anak
Meutya mengatakan, pemblokiran sementara Grok ini untuk melindungi perempuan dan anak karena praktik deepfake seksual tanpa persetujuan merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan martabat warga negara.
"Demi melindungi perempuan, anak, dan seluruh masyarakat dari risiko konten pornografi palsu yang dihasilkan menggunakan teknologi kecerdasan artifisial, Pemerintah melakukan pemutusan akses sementara terhadap aplikasi Grok," ujar Meutya, dalam keterangannya, dikutip Senin (12/1/2025).
Menurut Meutya, penyalahgunaan AI untuk membuat konten seksual nonkonsensual sebagai ancaman nyata terhadap keamanan publik, privasi individu, dan nilai kemanusiaan.
"Ruang digital tidak boleh menjadi wilayah bebas hukum," kata dia.
Selain menutup sementara akses Grok, pihaknya juga meminta X selaku pengelola platform untuk segera memberikan klarifikasi dan bertanggung jawab.
"Evaluasi lanjutan akan dilakukan berdasarkan komitmen perbaikan yang diajukan penyelenggara sistem elektronik," ujar dia.
Desak Elon Musk perbaiki sistem
Wakil Ketua Komisi I DPR Fraksi PKS Sukamta mengatakan, fitur Grok AI milik X (dulu Twitter) menuai protes dari berbagai pihak di seluruh dunia akibat penyalahgunaan konten asusila dan pornografi.
Menurut dia, dunia maya kini dihadapkan kembali pada tantangan konten asusila/pornografi.
Sukamta pun mendesak Elon Musk untuk memperbaiki sistem X.
"Pemerintah Indonesia juga mengancam akan memblokir X di Indonesia jika tidak ada perbaikan fitur dari platform milik Elon Musk ini. Saya mendukung langkah tegas pemerintah untuk mendesak platform X membenahi sistem di platform mereka, termasuk adanya kewajiban moderasi konten sebelum konten tersebut diunduh," kata Sukamta, kepada Kompas.com, Senin (12/1/2026).
Sukamta mendukung jika pemerintah mengambil langkah hukum bagi pihak-pihak yang menggunakan Grok untuk membuat konten negatif dan mem-publish-nya.
Cari solusi
Wakil Ketua Komisi I DPR Fraksi Golkar Dave Laksono mendorong agar pemerintah dan pihak X menggelar dialog agar pemblokiran Grok bisa diakhiri dengan solusi yang baik.
Ia mendorong X agar pemerintah segera duduk bersama X untuk berdialog untuk meningkatkan pengawasan internal, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi nasional.
"Komisi I DPR RI mendorong adanya dialog konstruktif antara pemerintah dan pihak penyelenggara platform. Kami ingin memastikan bahwa kebebasan berekspresi tetap dijaga, tetapi tidak mengorbankan keselamatan publik," kata Dave, kepada Kompas.com, Senin (12/1/2026).
Menurut Dave, langkah pemerintah memblokir sementara platform Grok milik X merupakan tindakan yang berangkat dari kepentingan melindungi masyarakat, khususnya perempuan dan anak.
Ia menekankan, prinsip perlindungan ini adalah mandat konstitusional, sekaligus bagian dari tanggung jawab negara dalam menjaga ruang digital yang sehat dan aman.
"Kami menekankan bahwa kebijakan pemblokiran sebaiknya ditempatkan dalam kerangka proporsional dan berorientasi pada solusi jangka panjang," ujar Dave.
Tag: #tuntutan #agar #elon #musk #perbaiki #grok #gara #gara #deepfake #asusila