



Psikologis Salah Satunya, Berikut 7 Faktor Orang Penyalahgunaan Narkoba Hingga Berperilaku Adiktif
- Beberapa individu lebih rentan terhadap penyalahgunaan serta gangguan kecanduan narkoba, dengan berbagai faktor yang berkontribusi pada kerentanan mereka.
Faktor-faktor penyalahgunaan dan kecanduan narkoba ini mencakup berbagai hal, termasuk predisposisi genetik, latar belakang keluarga, aspek psikologis, dan pengaruh sosial.
Penting untuk diakui bahwa apa yang menjadi faktor risiko bagi satu orang mungkin tidak berlaku bagi yang lain. Selain itu, tidak semua orang yang berisiko terkena penyalahgunaan narkoba akhirnya menjadi kecanduan.
Melansir Psychology Today, berikut 7 alasan orang terlibat penyalahgunaan narkoba hingga memunculkan perilaku adiktif:
1. Kerentanan Genetik
Faktor genetik memainkan peran penting dalam menentukan kecenderungan individu terhadap perilaku tertentu, termasuk penggunaan narkoba.
Interaksi antara genetika dan faktor lingkungan dapat menjelaskan mengapa beberapa individu pengonsumsi narkoba berkembang menjadi kecanduan sementara yang lain tidak.
Sebagai contoh, anak-anak dari orang tua alkoholik mewarisi risiko lebih tinggi untuk masalah terkait alkohol yang seringkali disertai dengan impulsivitas yang lebih tinggi.
2. Sikap Budaya
Sikap dan norma-norma masyarakat secara kuat mempengaruhi persepsi dan perilaku individu terkait penggunaan obat terlarang seperti narkoba.
Sebagai gambaran, lingkungan dengan budaya minum yang dominan dan kebijakan pengendalian alkohol yang longgar cenderung memperlihatkan tingkat konsumsi alkohol yang lebih tinggi di kalangan mahasiswa, hal ini terjadi karena akses yang mudah dan adanya kegiatan promosi oleh tempat-tempat sekitar.
3. Insentif Keuangan
Biaya dapat berfungsi sebagai penghalang dalam penggunaan narkoba. Beberapa bukti menunjukkan bahwa orang cenderung mengurangi konsumsi zat adiktif ketika harganya naik.
Sebagai contoh, negara-negara dengan regulasi merokok yang ketat dan pajak tembakau yang lebih tinggi umumnya menunjukkan tingkat merokok yang lebih rendah.
Demikian pula, peningkatan pajak alkohol berkorelasi dengan penurunan konsumsi alkohol, terutama dalam skenario kebiasan minum yang berlebihan.
4. Kepribadian
Sifat kepribadian seperti impulsivitas sering dikaitkan dengan penyalahgunaan alkohol dan narkoba. Individu yang rentan terhadap kecanduan seringkali memprioritaskan imbalan langsung daripada penundaan, kepribadian impulsif inilah yang mengarah pada konsekuensi jangka panjang yang merugikan.
5. Self-Medikasi
Teori self-medikasi menyatakan bahwa perilaku adiktif bisa berasal dari upaya individu untuk mengurangi tekanan emosional mereka.
Individu yang kurang memiliki keterampilan dalam mengelola emosi negatif mungkin beralih ke obat-obatan atau alkohol untuk mengatasi stres atau kecemasan sementara.
6. Kesendirian
Perasaan isolasi dan kesendirian dapat mendorong individu untuk menggunakan narkoba sebagai bentuk self-medikasi. Kurangnya hubungan sosial yang positif dapat memperburuk ketidakbahagiaan, sehingga mendorong individu untuk mencari penghiburan dengan obat-obatan atau alkohol.
7. Satu Langkah pada Satu Waktu
Perilaku adiktif seringkali berkembang secara bertahap, berawal dari pilihan yang tampaknya tidak berbahaya berujung pada kecanduan dari waktu ke waktu.
Setiap kejadian penggunaan obat-obatan atau overindulgence mungkin terlihat tidak berarti secara individu, namun dapat mengakumulasi pola berbahaya dari waktu ke waktu.
Sebagai kesimpulan, penyalahgunaan dan kecanduan narkoba merupakan masalah kompleks dipengaruhi oleh berbagai faktor. Memahami kompleksitas ini sangat penting untuk mengembangkan strategi pencegahan dan intervensi yang efektif untuk mengatasi tantangan ini dalam masyarakat kita.
Tag: #psikologis #salah #satunya #berikut #faktor #orang #penyalahgunaan #narkoba #hingga #berperilaku #adiktif