

Ilustrasi perempuan yang kesepian. (Freepik)


5 Kebiasaan Perempuan yang Jadi Menyebalkan dan Dijauhi Orang Seiring Bertambahnya Usia Menurut Psikologi
- Seiring bertambahnya usia, beberapa perempuan mungkin menjadi lebih bijaksana dan bahagia, tetapi beberapa orang lainnya juga ada yang justru menjadi tidak menyenangkan dan dijauhi orang.
Ini tentang kebiasaan sifat mereka seiring bertambahnya usia. Ada yang semakin tua semakin menyadari cara menghadapi orang, tapi ada juga yang justru masih berkutat pada diri sendiri, sudut pandangnya sendiri. Merekalah perempuan yang menjadi tak menyenangkan seiring bertambahnya usia menurut psikologi. Untuk lebih lanjut, mari kita bahas kebiasaan perempuan yang menjadi semakin tak menyenangkan seiring bertambahnya usia, dikutip dari geediting, Rabu (4/12). 1) Berkutat dengan hal-hal negatif Tiba-tiba, setiap hal kecil tampak seperti bencana yang potensial, setiap perubahan menjadi ancaman, dan setiap tantangan menjadi rintangan yang tidak dapat diatasi. Itulah artinya berkutat dengan hal-hal negatif. Masalahnya, kenegatifan yang terus-menerus ini dapat merusak hubungan kita. Sulit untuk berada di dekat seseorang yang selalu mengharapkan yang terburuk, bukan? Dan inilah inti masalahnya, sebagian besar perempuan bahkan tidak menyadari bahwa mereka sering sekali melakukannya. 2) Menjadi terlalu kritis Seiring bertambahnya usia, ada perempuan yang mulai memiliki bakat untuk mengenali kesalahan dalam segala hal, mulai dari cara tetangganya merawat kebun hingga warna tirai di kamar cucunya. Meskipun dia mungkin mengira dirinya bersikap membantu atau berwawasan, kritiknya yang terus-menerus sering kali membuat suasana keluarga menjadi tegang dan canggung. Lucunya, para perempuan ini tidak menyadari bahwa ucapannya terdengar kasar dan tidak mengenakkan. Ia hanya mengira bahwa ia sedang membagikan kebijaksanaannya. Jadi, jika Anda sering mengkritik orang lain tanpa memberikan umpan balik positif, mungkin sudah waktunya untuk melakukan refleksi diri. Apakah 'kebijaksanaan' Anda benar-benar membangun, atau dapat dianggap sebagai kritik yang tidak perlu? 3) Kehilangan empati Pernahkah Anda bertemu seseorang yang tidak bisa menempatkan dirinya pada posisi orang lain? Itu menyebalkan, bukan? Saya pernah punya seorang kolega, seorang wanita yang dihormati karena pengalaman dan pengetahuannya selama bertahun-tahun. Namun seiring bertambahnya usia, ia tampaknya kehilangan kemampuannya untuk berempati dengan orang lain. Gagasan rekan-rekannya yang lebih muda diabaikan begitu saja, perjuangan mereka diremehkan, dan emosi mereka tidak diakui. Ia terkunci dalam perspektifnya sendiri, tidak mampu atau tidak mau melihat sesuatu dari sudut pandang lain. Kurangnya empati ini menghancurkan moral tim. Hal ini membuat orang-orang enggan meminta nasihatnya atau berbagi pikiran. Bagian yang menyedihkan? Dia tidak tahu apa dampak dari perilakunya. Empati bukan hanya tentang memahami perasaan orang lain. Namun juga tentang menghargai perasaan mereka. Jika Anda menjadi lebih kaku dalam sudut pandang Anda, ingatlah bahwa fleksibilitas dan pengertian dapat sangat membantu dalam mempertahankan hubungan yang menyenangkan. 4) Menolak perubahan Seiring bertambahnya usia, sebagian dari kita merasa lebih sulit beradaptasi dengan keadaan baru atau perubahan di lingkungan kita. Kita akhirnya bergantung pada hal-hal yang sudah dikenal, nyaman, dan dapat diprediksi. Misal ada orang yang masih menolak memperbarui ponsel lipat lamanya, bahkan saat ponsel itu sudah rusak. Ia tidak mau mencoba restoran baru atau bepergian ke tempat baru. Bukan karena tidak bisa beradaptasi, tetapi karena tidak mau. Penolakan terhadap perubahan ini dapat membuat seseorang tampak keras kepala dan tidak mudah didekati. Dan bagian terburuknya adalah kebanyakan orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka melakukannya. 5) Gagal mendengarkan Seiring bertambahnya usia, sebagian di antara kita cenderung lebih banyak berbicara dan lebih sedikit mendengarkan. Kita menjadi begitu bersemangat berbagi pandangan, pengalaman, dan pendapat sehingga kita sering lupa untuk berhenti sejenak dan benar-benar mendengarkan apa yang dikatakan orang lain. Mungkin ada seseorang dalam hidup Anda yang selalu mendominasi pembicaraan, bukan? Mereka adalah orang-orang yang suka menyela pembicaraan orang lain, memotong pembicaraan orang lain, dan hampir tidak berhenti untuk bernapas. Meskipun mereka mungkin mengira bahwa mereka bersikap menarik atau informatif, perilaku ini sebenarnya dapat dianggap kasar atau mementingkan diri sendiri.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tag: #kebiasaan #perempuan #yang #jadi #menyebalkan #dijauhi #orang #seiring #bertambahnya #usia #menurut #psikologi