Jika Anda Tak Ingin Hidup Sebatang Kara Seiring Bertambahnya Usia, Tinggalkan 9 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi
Ilustrasi lansia sebatang kara. ( (Matthias Zomer/Pexels))
16:18
2 Desember 2024

Jika Anda Tak Ingin Hidup Sebatang Kara Seiring Bertambahnya Usia, Tinggalkan 9 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi

Tak ada yang ingin hidup kesepian dan sendiri seiring bertambahnya usia. Semua orang ingin hidup bahagia dan dibersamai orang-orang tercinta.

Namun, itu bukan soal diri sendiri. Ada banyak faktor yang membuat seseorang sendiri atau bersama orang-orang terdekatnya seiring bertambahnya usia.   Salah satu yang paling penting adalah kebiasaan ketika masih muda. Bagaimana seseorang memperlakukan keluarganya ketika masih kecil.    Menurut psikologi, jika Anda tak ingin hidup sendiri dan kesepian seiring bertambahnya usia, tinggalkan 9 kebiasaan ini, dikutip dari Blog Herald, Senin (1/12).  

  1) Terus mencari validasi   Kita semua mencari pengakuan dan persetujuan dalam hidup kita. Itu bagian dari sifat manusiawi kita. Namun, beberapa orang melakukannya secara berlebihan.   Hal ini khususnya berlaku bagi mereka yang selalu mencari validasi dari orang lain. Ini adalah perilaku yang meskipun sering kali tidak kentara, sebenarnya dapat menjauhkan orang lain.   Kebutuhan akan validasi terus-menerus dapat berasal dari harga diri yang rendah atau kurangnya rasa percaya diri.    Hal ini dapat menyebabkan perilaku seperti menyombongkan diri secara berlebihan, mencari pujian, atau terus-menerus mencari kepastian.   Kuncinya adalah mengenali perilaku ini dan berupaya membangun rasa percaya diri dan penerimaan diri. Hal ini dapat membantu mengurangi kebutuhan akan validasi eksternal dan meningkatkan hubungan serta kebahagiaan secara keseluruhan.   2) Mengabaikan hubungan pribadi   Di tengah kesibukan hidup sehari-hari, kita sering lupa untuk memelihara hubungan pribadi. Kita begitu fokus pada pendakian jenjang karier sehingga mulai mengabaikan hubungan pribadinya.    Kencan makan malam berubah menjadi sekadar pesan singkat dan akhirnya, hal itu pun menjadi langka.   Menjadi sukses itu penting, tetapi sama pentingnya untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.   Orang-orang yang peduli terhadap Anda adalah aset terbesar Anda. Jangan remehkan mereka karena hidup tanpa hubungan yang bermakna bisa jadi sepi.   3) Terlalu kritis  

  Kritik dapat menjadi alat yang berguna untuk perbaikan jika digunakan secara konstruktif. Namun, jika menjadi kebiasaan, kritik dapat berdampak buruk pada hubungan dan kebahagiaan pribadi.   Orang yang terlalu kritis sering kali mencari kesalahan pada orang lain dan diri mereka sendiri. Mereka kesulitan melihat sisi baik dalam situasi dan orang di sekitar mereka, sehingga menciptakan lingkungan negatif yang menjauhkan orang lain.   Menariknya, sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology menemukan bahwa orang yang sering mengkritik orang lain sering kali tidak bahagia dengan diri mereka sendiri.    Ketidakbahagiaan ini dapat menyebabkan isolasi dan ketidakbahagiaan lebih lanjut, sehingga menciptakan lingkaran setan.   4) Menghindari pertumbuhan pribadi   Pertumbuhan pribadi merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Pertumbuhan pribadi memungkinkan kita untuk berkembang, beradaptasi, dan berkembang.    Namun, sebagian orang menolak perubahan dan menghindari kesempatan untuk pertumbuhan pribadi.   Perilaku ini dapat berasal dari rasa takut terhadap hal yang tidak diketahui, kurangnya rasa percaya diri, atau rasa nyaman terhadap hal yang sudah dikenal.   Bila kita menolak perubahan dan pertumbuhan, kita membatasi potensi dan kemampuan kita untuk membentuk hubungan yang bermakna dengan orang lain.   Kita mungkin juga mendapati bahwa kita tertinggal sementara orang-orang di sekitar kita terus tumbuh dan berkembang.   5) Kurangnya empati  

  Empati adalah kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain. Ini adalah bagian penting dari hubungan apa pun, baik dengan teman, anggota keluarga, atau pasangan.   Namun, sebagian orang mengalami kesulitan dalam berempati. Mereka mungkin merasa sulit untuk menempatkan diri pada posisi orang lain atau menunjukkan pengertian dan belas kasih ketika hal itu sangat dibutuhkan.   Kurangnya empati ini dapat terlihat sebagai sikap dingin atau tidak peduli, menjauhkan orang lain dan menyebabkan isolasi. Hal ini juga dapat menimbulkan rasa tidak bahagia karena hubungan yang bermakna dengan orang lain menjadi lebih sulit terbentuk.   Meningkatkan empati dimulai dengan mendengarkan orang lain secara aktif dan mencoba memahami sudut pandang mereka. Ini tentang menunjukkan rasa iba, bahkan saat Anda mungkin tidak sepenuhnya memahami apa yang dialami orang lain.   6) Menyimpan dendam   Hidup ini penuh dengan pasang surut, perselisihan, dan kesalahpahaman. Namun, menyimpan dendam dapat menyebabkan hidup penuh dengan kepahitan dan ketidakbahagiaan.   Bila kita menyimpan dendam, pada dasarnya kita menjebak diri kita di masa lalu dan membiarkan emosi negatif menguasai kita.    Hal ini dapat memengaruhi kesehatan mental kita, membebani hubungan kita, dan akhirnya, menyebabkan hidup yang sepi dan tidak bahagia.   7) Tidak jujur   Kejujuran adalah dasar dari hubungan yang kuat. Namun, ada kalanya kita merasa perlu menyembunyikan jati diri atau perasaan kita yang sebenarnya dalam upaya untuk menyesuaikan diri atau menghindari konflik.   Berpura-pura mencoba menjadi seseorang yang bukan diri sendiri hanya untuk diterima itu melelahkan dan membuat Anda kesepian.   Orang-orang bisa merasakan saat Anda tidak bersikap tulus. Mereka mungkin tidak dapat menemukannya, tetapi hal itu menciptakan penghalang yang mencegah terjalinnya hubungan yang tulus.   8) Mengutamakan harta benda dibandingkan hubungan  

  Dalam masyarakat materialistis kita, mudah untuk terjebak dalam pengejaran harta benda. Namun, ketika harta benda lebih diutamakan daripada hubungan, hal itu dapat menyebabkan kesepian dan ketidakbahagiaan.   Orang yang lebih mengutamakan barang ketimbang orang lain sering kali mendapati hubungan mereka menjadi renggang.    Mereka mungkin kehilangan kesempatan untuk menghadiri acara atau pengalaman penting karena terlalu fokus untuk mendapatkan hal penting berikutnya.   Seiring berjalannya waktu, hal ini dapat menyebabkan isolasi karena orang-orang mungkin merasa tidak dihargai dan diabaikan. Hal ini juga dapat menimbulkan rasa tidak puas karena harta benda tidak akan pernah dapat benar-benar memuaskan kebutuhan kita untuk terhubung dan memiliki.   9) Mengabaikan perawatan diri sendiri   Merawat diri sendiri bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan. Namun, banyak dari kita yang mengabaikan pentingnya hal ini dalam kehidupan kita.   Bila kita mengabaikan perawatan diri, pada dasarnya kita mengatakan pada diri sendiri bahwa kita tidak berharga untuk waktu dan usaha yang kita curahkan.    Hal ini dapat menyebabkan rendahnya harga diri, kelelahan, dan kurangnya energi untuk berinvestasi dalam hubungan.   Lebih jauh lagi, mengabaikan perawatan diri dapat berdampak besar pada kesehatan mental kita, yang menyebabkan perasaan tidak bahagia dan terisolasi.  

Editor: Bintang Pradewo

Tag:  #jika #anda #ingin #hidup #sebatang #kara #seiring #bertambahnya #usia #tinggalkan #kebiasaan #menurut #psikologi

KOMENTAR