Pasangan yang Langgeng hingga Usia Pernikahannya Mencapai 40 Tahun-an, Kerap Menunjukkan 10 Perilaku Ini
Ilustrasi usia pernikahan hingga 40 tahun-an. (Foto : Unsplash.com/LaShawnDobbs)
12:36
1 Desember 2024

Pasangan yang Langgeng hingga Usia Pernikahannya Mencapai 40 Tahun-an, Kerap Menunjukkan 10 Perilaku Ini

- Di era saat ini, melihat pasangan yang langgeng bahkan usia pernikahannya sudah mencapai puluhan tahun, terlihat tabu dan menjadi suatu pencapaian besar dalam hidup.

Seperti kita tahu bahwa saat ini banyak ditemukan pernikahan yang hanya seumur jagung karena berbagai masalah seperti KDRT, perselingkuhan, bahkan akibat keegoisan masing-masing.

Oleh karenanya bagi pasangan yang akan atau sudah menikah, perlu belajar banyak hal agar mampu mempertahankan pernikahan hingga maut memisahkan.

Melansir dari laman Your Tango pada (01/12) pasangan yang langgeng hingga usia pernikahannya mencapai 40 tahun-an, kerap menunjukkan 10 perilaku ini :

1. Tidak menanamkan pikiran dan perilaku negatif

Semua kritik, bahkan “kritik yang membangun,” tidak hanya gagal untuk mendapatkan hal yang kita inginkan, tapi juga merupakan bentuk penyalahgunaan karena merasa ada sifat pasangan sangat tidak disukai.

Daripada mengkritik, cari tahu alasan sifat tersebut bisa mengganggu pasangan dan sebaiknya dibicarakan dari hati ke hati agar keduanya mampu memahami.

2. Akui dan terima perbedaan

Kita semua memahami bahwa pasangan kita adalah manusia yang baru saja ditemui saat dewasa, artinya memiliki pola pengasuhan atau latar belakang keluarga yang berbeda.

Sebuah studi di Buletin Psikologi Kepribadian dan Sosial menyarankan untuk berlatih melihat dan menerima pasanganmu sebagai seseorang yang memiliki persepsi, perasaan, dan pengalaman berbeda yang sama validnya denganmu.

3. Hindari melarikan diri

Jika kamu dan pasangan mengalami suatu masalah bahkan terkadang itu sulit mencari jalan keluarnya, jangan mencoba untuk melarikan diri baik secara jarak maupun emosional.

Kamu bisa mencoba lakukan hal bersama seperti melakukan pekerjaan rumah, berbincang saat dalam perjalanan di mobil, mengasuh anak, atau menjalankan hobi seperti menonton film atau olahraga.

4. Bertanggung jawab pada perkataan sendiri

Hindari kata “kamu” kecuali hal itu bermaksud sesuatu yang positif. Seperti yang dikatakan oleh American Psychological Association, sebaiknya mengatakan “Aku merasa tidak enak saat…” daripada “Kamu membuatku merasa tidak enak saat…”

5. Memberi dan menerima hadiah

Tawarkan hadiah tanpa pamrih, disaat kamu tulus memijat badannya setelah lelah seharian kerja, akan memberikan perasaan yang positif dan ikatan hubungan paling kuat.

Ingatlah bahwa cinta tanpa syarat itu bukan hanya tentang menerima, tapi memberi. Serta hubungan asmara bukanlah transaksi bisnis yang ada hitung-hitungannya.

6. Meningkatkan kesenangan dari setiap aktivitas

Buatlah daftar aktivitas berenergi tinggi yang ingin kamu lakukan bersama pasangan. Aktivitas tersebut harus menghasilkan tawa yang dalam dan/atau melibatkan gerakan fisik dan pernapasan dalam. Berkomitmen untuk menikmati aktivitas menyenangkan setidaknya sekali dalam seminggu.

7. Berlatihlah membanjiri pasangan dengan hal-hal positif

Penelitian dalam Buletin Psikologi Kepribadian dan Sosial menjelaskan bahwa secara teratur memberi tahu pasangan mengenai hal yang kamu sukai darinya seperti “Aku suka matamu” atau “Kamu benar-benar cerdas” akan membuat perasaan positif pada pasangan.

Ketika dunia mencaci kemampuan dan membuat harimu berat, pasangan sejati akan membangunkan harapan itu dan merasa bahwa kamu sangat berharga.

8. Pelajari melakukan percakapan yang aman

Penelitian dari Journal of Individual Psychology mengeksplorasi cara Dialog Imago menggunakan tiga teknik dasar yaitu, mirroring, validating, dan empathizing untuk memperkuat hubungan antar pasangan.

Periksa untuk memastikan bahwa kamu memahami hal yang dikatakan pasangan (mirroring), tunjukkan hal yang dikatakan pasanganmu itu masuk akal, meskipun kamu tidak setuju (validating), dan kenali perasaan pasanganmu ketika mereka bercerita atau mengungkapkan pendapat (empathizing).

9. Ganti monolog dengan dialog

Dialog tidak hanya akan meningkatkan cara berkomunikasi dengan pasangan, tapi itu akan meningkatkan hubungan dengan anak-anak dan dengan semua orang yang berhubungan denganmu. Praktikkan dialog hingga menjadi kebiasaan dan gaya hidup.

10. Tetapkan komitmen pada pasangan

Pernikahan bisa menjadi mimpi terburuk seseorang tapi sekaligus bisa menjadi perjalanan spiritual. Lihatlah pasanganmu itu sebagai daftar harapanmu untuk menjalani hidup ini, yang pada akhirnya bisa bertujuan untuk menyempurnakan ibadahmu kepada Tuhan.

Mengutip dari laman Kanwil Kemenag Kalteng, pernikahan yang langgeng juga bukan semata-mata karena hubungan dua manusia, melainkan dua keluarga. Maka hormatilah orang tua masing-masing agar menciptakan kerukunan serta kedamaian.

Seberat apapun badai dan masalah yang dihadapi dalam pernikahan, tak lepas dari dorongan keluarga masing-masing untuk menyadarkan kita dan memberi harapan-harapan baru.

Editor: Setyo Adi Nugroho

Tag:  #pasangan #yang #langgeng #hingga #usia #pernikahannya #mencapai #tahun #kerap #menunjukkan #perilaku

KOMENTAR