Kapan Waktu Terbaik Mengonsumsi Kolagen untuk Hasil Maksimal?
Ilustrasi Minum Minuman Kolagen(Pexels)
11:20
11 Juni 2026

Kapan Waktu Terbaik Mengonsumsi Kolagen untuk Hasil Maksimal?

- Kolagen kini menjadi bahan andalan untuk menjaga kebugaran dan kecantikan. Variasinya pun cukup banyak, mulai dari racikan minuman sehat seperti smoothies hingga asupan pasca-olahraga.

Protein serbaguna ini sangat populer karena menjanjikan kulit awet muda, tulang yang kuat, dan sendi yang sehat. Namun, agar manfaatnya terasa, kapan waktu yang tepat untuk mengonsumsi kolagen?

"Jika kamu bertujuan untuk meningkatkan elastisitas kulit atau mendukung kesehatan usus, mengonsumsi kolagen di pagi hari dapat membantu memaksimalkan manfaat dan penyerapannya," terang ahli diet Diana Nguyen menyadur Eating Well, Kamis (11/6/2026).

Baca juga: Apa Sebenarnya Manfaat Konsumsi Kolagen untuk Kesehatan Kulit? Dokter Jelaskan

Panduan mengonsumsi kolagen agar terserap maksimal

Sesuaikan waktu dengan tujuan kesehatan

Selain konsumsi pagi hari untuk kesehatan kulit, jadwalnya bisa disesuaikan dengan rutinitas.

Kolagen juga diminum sebelum tidur juga bermanfaat meningkatkan kualitas tidur dan fungsi otak. Demikian menurut studi bertajuk "Collagen peptide supplementation before bedtime reduces sleep fragmentation and improves cognitive function in physically active males with sleep complaints" yang dipublikasi pada tahun 2023

Bagi yang berfokus pada otot, disarankan meminumnya satu jam sebelum atau sesudah latihan angkat beban. Langkah ini terbukti memperbaiki komposisi tubuh dan mencegah penyusutan otot akibat usia.

Sementara untuk pemulihan otot dan sendi, konsumsi malam hari dianjurkan karena tubuh melakukan perbaikan alami saat tertidur. Pada akhirnya, konsistensi harian lebih penting daripada sekadar memilih waktu.

Baca juga: Kurang Kolagen Bisa Memicu Pengapuran Sendi di Usia Muda

Tiga jenis kolagen

Dari ragam jenis yang ada, tipe I, II, dan III merupakan kolagen paling sering dijual di pasaran. Tipe I adalah yang paling melimpah, mencapai 90 persen di dalam tubuh manusia.

Jenis ini menjaga kulit tetap kencang, serta memperkuat struktur jaringan ikat, rambut, kuku, dan tulang.

Tipe II banyak ditemukan pada tulang rawan dan berfungsi menjaga kelenturan sendi. Tipe III bekerja sama dengan tipe I untuk membantu penyembuhan, serta memelihara elastisitas kulit, pembuluh darah, dan otot.

Umumnya, suplemen ini diekstrak dari kulit atau tulang sapi, babi, ikan, hingga membran telur, dan hadir dalam wujud bubuk hingga cairan.

Baca juga: Bukan Usia 30-an, Produksi Kolagen Mulai Turun sejak Usia 25

Faktor pendukung dan penghambat penyerapan

Khasiat suplemen ini membutuhkan asupan pendamping seperti vitamin C, tembaga, dan seng untuk mempercepat produksinya.

Ahli diet Ayat Sleymann, mengatakan bentuk kolagen juga berpengaruh. Varian terhidrolisis lebih disarankan karena sudah dipecah menjadi bagian kecil sehingga mudah dicerna dan diserap optimal.

"Untuk kesehatan secara umum, targetkan 2,5 hingga 10 gram per hari. Untuk kulit dan rambut, 5 hingga 10 gram per hari. Dan untuk kesehatan sendi, 10 hingga 15 gram per hari," ujar Nguyen.

Di sisi lain, perhatikan hal yang menghalangi penyerapan, seperti asam lambung rendah.

"Obat-obatan seperti penghambat pompa proton (PPIs), yang sering digunakan untuk refluks asam, dapat menurunkan kadar asam lambung dan memengaruhi pencernaan protein," ungkap Sleymann.

Gaya hidup seperti merokok, terlalu banyak asupan gula, alkohol, serta paparan sinar matahari juga merusak persediaan kolagen tubuh.

Baca juga: Kim Kardashian Konsumsi Puluhan Suplemen sampai “Pill Fatigue”, Apa Perlu? Ini Kata Dokter

Efek samping yang perlu diwaspadai

Kolagen tergolong aman, tetapi sebagian orang mungkin mengalami gangguan pencernaan ringan seperti mual, perut kembung, hingga ruam kulit. Jika memiliki riwayat alergi, perhatikan sumber bahan bakunya.

"Individu dengan alergi ikan harus menghindari kolagen laut, dan individu dengan alergi telur harus menghindari produk kolagen yang terbuat dari membran cangkang telur," tutur Nguyen.

Terakhir, jika kamu memiliki riwayat masalah ginjal, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Asupan protein yang terlalu tinggi dikhawatirkan makin membebani kerja organ tersebut.

Baca juga: 5 Suplemen yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersamaan Menurut Dokter

Tag:  #kapan #waktu #terbaik #mengonsumsi #kolagen #untuk #hasil #maksimal

KOMENTAR