Bukan Cuma Gizi, Peran Aktif Kedua Orangtua Penting Mencegah Stunting
Festival Keluarga Malole #BapaHebat #MamaBijak, sebuah gerakan yang mengajak ayah dan ibu berbagi peran dalam pengasuhan di Kabupaten Rote Ndao, NTT (9/6/2026).(Dok ARUNGI)
10:10
10 Juni 2026

Bukan Cuma Gizi, Peran Aktif Kedua Orangtua Penting Mencegah Stunting

Pengetahuan, sikap, dan keterampilan orangtua dalam pengasuhan berperan besar terhadap tumbuh kembang anak, sehingga keterlibatan aktif kedua orangtua menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan dalam upaya pencegahan stunting.

Di banyak keluarga Indonesia, pengasuhan masih sering dianggap sebagai tanggung jawab utama ibu. Akibatnya, peran ayah dalam mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak belum optimal. 

Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dapat berkontribusi positif terhadap kesehatan, perkembangan, dan kesejahteraan anak. Ketika ayah dan ibu bekerja sama dalam pengasuhan, keluarga memiliki peluang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, memantau pertumbuhan secara rutin, serta menerapkan pola hidup sehat di rumah.

Baca juga: Dulu Pola Asuh Keras Dianggap Wajar, Kini Mengapa Berubah? Ini Penjelasan Psikolog

Berangkat dari pemahaman tersebut, Yayasan Selancar Arungi Indonesia (ARUNGI) bersama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menggelar Festival Keluarga Malole #BapaHebat #MamaBijak untuk mendorong keterlibatan ayah dan ibu secara setara dalam pengasuhan. 

"Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyambut baik gerakan #BapaHebat #MamaBijak #KeluargaMalole yang mendorong keterlibatan ayah dan ibu secara bersama-sama untuk membangun generasi masa depan Rote Ndao,” ujar Paulus Henuk, S.H., Bupati Rote Ndao. 

Gerakan ini mengusung pesan bahwa pencegahan stunting tidak hanya dimulai dari piring makan anak, tetapi juga dari lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembangnya.

Festival Keluarga Malole diadakan pada Selasa, 9 Juni 2026 di Halaman rumah jabatan Bupati Rote Ndao, Kabupaten Rote Ndao, NTT. Lebih dari 300 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Rote Ndao hadir mengikuti rangkaian kegiatan.

Baca juga: Stunting, Bayang-bayang Lapar di Dua Wajah Negeri

Manfaat jika ayah terlibat aktif

Berdasarkan Focus Group Discussions (FGD) dengan 73 ayah di 6 desa dampingan ARUNGI pada bulan Februari 2026, mayoritas ayah tidak secara aktif terlibat dalam aktivitas pengasuhan. 

Hampir semua peserta FGD juga menyampaikan bahwa mereka tidak pernah menyiapkan makanan untuk anak. Selain itu, terdapat 83 persen bapak yang menyatakan bahwa kunjungan posyandu hanyalah tugas mama.

“Ketika ayah terlibat aktif dalam pengasuhan, ibu mendapat dukungan yang lebih besar, anak memperoleh perhatian yang lebih baik, dan keluarga memiliki peluang lebih besar untuk menerapkan pola hidup sehat. Karena itu, pengasuhan bersama merupakan bagian penting dari solusi pencegahan stunting,” ujar Dinnia Joedadibrata, Direktur Eksekutif ARUNGI.

Baca juga: Stunting pada Anak Usia di Bawah 2 Tahun Bisa Berdampak Permanen pada Otak

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., mengikuti lomba Bapa Bisa Memasak pada Festival Keluarga Malole (9/6/2026).Dok ARUNGI Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, S.H., mengikuti lomba Bapa Bisa Memasak pada Festival Keluarga Malole (9/6/2026).

Senada dengan hal tersebut, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN, Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto menambahkan, penguatan fungsi keluarga serta peningkatan kualitas pengasuhan menjadi faktor penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

“Pencegahan stunting bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga berkaitan dengan pola asuh, keterlibatan orang tua, kesehatan ibu, serta lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu, keterlibatan ayah dan ibu secara bersama-sama dalam pengasuhan menjadi sangat penting,” jelasnya.

Baca juga: Ayah Modern Juga Terlibat Aktif dalam Pengasuhan Anak

Penguatan kesejahteraan ibu

Selain menyoroti pentingnya keterlibatan ayah, Festival Keluarga Malole juga mengangkat pentingnya kesejahteraan para ibu.

Berdasarkan pengalaman pendampingan ARUNGI di berbagai wilayah, banyak perempuan menghadapi beban ganda dalam mengurus rumah tangga, mengasuh anak, dan mendukung ekonomi keluarga. 

Karena itu, kesejahteraan keluarga tidak hanya diukur dari kecukupan ekonomi atau tersedianya makanan bergizi, tetapi juga dari dukungan emosional yang diterima anggota keluarga, terutama para ibu.

Melalui gerakan #BapaHebat #MamaBijak #KeluargaMalole, ARUNGI ingin mendorong terciptanya keluarga yang saling mendukung, menghargai, dan berbagi peran.

“Setiap anak di Rote Ndao berhak tumbuh sehat, cerdas, dan bahagia. Ketika ayah lebih hadir dalam pengasuhan, ketika ibu merasa didukung dan dihargai, dan ketika keluarga memiliki akses terhadap pangan bergizi, maka kita sedang membangun fondasi yang kuat bagi masa depan generasi Rote Ndao,” kata Paulus.

Baca juga: Kenali 9 Ciri Ayah Toxic yang Bisa Sebabkan Luka Batin sejak Kecil

Kelas pengasuhan dan gizi

Salah satu pendekatan yang akan diperkuat melalui festival ini adalah integrasi antara kelas pengasuhan dan Kintal Gizi. Kintal Gizi adalah sebutan lokal untuk kebun gizi pekarangan rumah.

Melalui kelas pengasuhan, orang tua memperoleh pengetahuan mengenai pengasuhan anak, kesehatan keluarga, pola konsumsi pangan bergizi, dan pentingnya keterlibatan ayah dalam kehidupan sehari-hari keluarga. 

Sementara itu, Kintal Gizi menjadi sumber pangan keluarga yang menyediakan bahan makanan bergizi untuk mendukung kebutuhan rumah tangga melalui kegiatan kelas memasak.

Saat ini, model Kintal Gizi yang dikembangkan bersama masyarakat telah diterapkan di 612 desa di Kabupaten Rote Ndao. Melalui kelas pengasuhan dan Kintal Gizi, masyarakat memperoleh pengetahuan sekaligus akses terhadap sumber pangan sehat. 

Baca juga: Stunting Bukan Urusan Kaum Ibu Saja

Pendekatan ini menghubungkan pengasuhan, perubahan perilaku, dan akses terhadap pangan bergizi sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang lebih sehat.  

“Dari keluarga yang saat ini sudah menerapkan kintal gizi, kami menargetkan 50 persen keluarga dampingan dapat meningkatkan jumlah tanaman yang bergizi tinggi dan meningkatkan jumlah rumah tangga baru yang menerapkan kintal gizi sebesar 20 persen,” ujar Dinnia. 

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mengumumkan komitmennya untuk mengalokasikan anggaran tahun 2027 guna mereplikasi 1.200 Kintal Gizi di seluruh wilayah Kabupaten Rote Ndao dengan mengadopsi model yang dikembangkan bersama ARUNGI.

Di Kabupaten Rote Ndao sendiri, prevalensi stunting tercatat sebesar 32,4 persen berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, sementara angka stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur mencapai 37 persen. 

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya perbaikan gizi perlu berjalan beriringan dengan penguatan pengasuhan dan perubahan perilaku keluarga.

Baca juga: Anak Underweight Berisiko Alami Stunting, Orangtua Perlu Waspada

Tag:  #bukan #cuma #gizi #peran #aktif #kedua #orangtua #penting #mencegah #stunting

KOMENTAR