Mengenal Acubi, Gaya Fashion Korea yang Lagi Digandrungi Gen Z
Jika belakangan media sosial dipenuhi outfit bernuansa abu-abu, celana cargo longgar, hoodie oversized, dan atasan ketat berlapis, kemungkinan besar Anda sedang melihat tren Acubi.
Gaya berpakaian asal Korea Selatan ini berkembang menjadi salah satu bahasa fashion paling populer di kalangan Gen Z. Meski sering dikaitkan dengan Y2K, Acubi sebenarnya memiliki karakter yang berbeda, yakni lebih santai, minimalis, dan tidak terlalu mencolok.
Melansir CNA (2/6/2026), tren ini kini tidak hanya terlihat di jalanan Seoul, tetapi juga menyebar ke berbagai negara melalui media sosial, budaya K-pop, dan industri fesyen global.
Lalu, sebenarnya apa itu Acubi dan mengapa gaya ini begitu digemari anak muda?
Baca juga: Kaleidoskop Tren Fashion 2025, Statement Style Jadi Kunci Ekspresi Diri
Apa itu Acubi?
Acubi adalah estetika fashion yang menggabungkan unsur Y2K, streetwear Korea, sentuhan grunge yang lembut, serta gaya berpakaian berlapis yang terlihat santai.
Nama Acubi berasal dari label fesyen Korea Selatan, Acubi Club. Gaya khas merek tersebut begitu sering ditiru hingga akhirnya nama "Acubi" berkembang menjadi istilah untuk menggambarkan keseluruhan estetika fashion tersebut.
Ciri khas Acubi terletak pada permainan siluet.
Atasan biasanya dibuat lebih pas di tubuh, sementara bawahan tampil longgar dan oversized. Tampilan tersebut kemudian diperkaya dengan teknik layering atau penggunaan beberapa lapis pakaian sekaligus.
Warna-warna yang digunakan juga cenderung netral, seperti abu-abu, hitam pudar, khaki, putih gading, dan cokelat lembut.
Hasil akhirnya adalah penampilan yang terlihat santai, tetapi tetap terasa stylish.
Baca juga: Tren Fashion 2026, Kembalinya Gaya Glamor hingga Vintage
Berbeda dari tren Y2K yang ramai
Jennie Blackpink. Berawal dari tren street style Korea Selatan, Acubi kini menjelma menjadi salah satu gaya fashion paling populer di kalangan Gen Z berkat tampilannya yang santai, minimalis, dan mudah ditiru.
Sekilas Acubi memang memiliki DNA Y2K.
Namun, jika tren Y2K identik dengan warna cerah, rhinestone, busana ketat, dan kesan glamor ala selebritas awal tahun 2000-an, Acubi justru bergerak ke arah yang lebih tenang.
Menurut CNA, Acubi menghadirkan versi yang lebih lembut dan moody dibandingkan kebangkitan Y2K yang sempat mendominasi media sosial setelah pandemi.
Gaya ini tidak berusaha menjadi pusat perhatian.
Sebaliknya, Acubi mengandalkan kombinasi warna yang kalem, potongan pakaian yang nyaman, serta kesan "tidak terlalu berusaha" yang justru menjadi daya tarik utamanya.
Baca juga: Gaya Y2K dari Tahun 2000-an Hits Lagi
Mengapa Acubi begitu populer?
Popularitas Acubi tidak lepas dari perubahan cara generasi muda memandang fashion.
Setelah bertahun-tahun disuguhi tren yang sangat terkurasi di Instagram dan estetika TikTok yang serba mencolok, banyak anak muda mulai mencari gaya yang lebih nyaman dan fleksibel.
Acubi dianggap mampu menjawab kebutuhan tersebut.
Selain mudah dipadupadankan, gaya ini juga relatif mudah ditiru tanpa harus membeli barang-barang mewah.
Menurut data TikTokHashtags.com yang dikutip CNA, tagar #acubi telah menghasilkan lebih dari 420 juta tayangan melalui video outfit, belanja fashion Korea, hingga inspirasi mix and match pakaian.
Faktor lain yang membuat Acubi bertahan lebih lama dibanding tren internet lainnya adalah fleksibilitasnya.
Gaya ini bisa terlihat sporty, minimalis, grunge, bahkan sedikit futuristis tanpa kehilangan identitas utamanya.
Baca juga: Madonna Pakai Jeans Sobek Lagi, Tren Fashion Era 1980-an Disebut Kembali Bangkit
Pengaruh K-pop dalam tren Acubi
Perkembangan Acubi juga sangat dipengaruhi budaya pop Korea.
Jennie BLACKPINK menjadi salah satu figur yang kerap dikaitkan dengan gaya ini melalui kombinasi celana longgar, atasan kecil, dan jaket oversized yang dikenakannya saat tidak tampil di panggung.
Sementara itu, NewJeans membantu mempopulerkan versi Acubi yang lebih kasual melalui denim longgar, layering sederhana, dan tampilan yang mudah ditiru penggemar.
Seiring waktu, Acubi juga berkembang menjadi estetika yang lebih netral gender.
Anggota Enhypen, termasuk Sunghoon, beberapa kali terlihat mengenakan hoodie oversized, celana cargo, dan luaran berlapis yang memperkuat citra Acubi sebagai gaya yang tidak dibatasi oleh kategori feminin atau maskulin.
Bagaimana cara memakai Acubi?
Meski terlihat sederhana, Acubi memiliki formula tersendiri. Kuncinya adalah menyeimbangkan pakaian yang pas di tubuh dengan item yang lebih longgar.
Contohnya adalah memadukan tank top atau rajut pendek dengan celana cargo lebar, atau mengenakan hoodie oversized di atas atasan fitted.
Pemilihan warna juga berperan penting.
Palet abu-abu, hitam pudar, hijau zaitun, dan putih gading membantu menciptakan tampilan yang serasi meski terdiri dari beberapa lapis pakaian.
Satu hal yang tidak berubah dari Acubi sejak awal kemunculannya adalah kesan spontan yang ditampilkan.
Triknya adalah membuat outfit terlihat seolah dipilih tanpa banyak usaha, meski sebenarnya setiap detail sudah dipikirkan dengan matang.
Baca juga: Dulu Super Ketat, Kini Karpet Merah Cannes Dipenuhi Fashion Berani
Tag: #mengenal #acubi #gaya #fashion #korea #yang #lagi #digandrungi