Bukan Cuma Genetik, Ini 4 Rahasia Hidup Panjang Umur Menurut Penelitian
Ilustrasi Rahasia Umur Panjang(Pexels)
14:10
1 Juni 2026

Bukan Cuma Genetik, Ini 4 Rahasia Hidup Panjang Umur Menurut Penelitian

Rahasia hidup panjang umur tidak hanya ditentukan oleh faktor genetik semata.

Berbagai penelitian menunjukkan, bahwa kebiasaan sehari-hari dan gaya hidup yang dijalani seseorang memiliki peran besar dalam menentukan kesehatan serta harapan hidupnya di masa depan.

Dilansir dari Yahoo Health, sebuah studi yang terbit di jurnal Nature Medicine menemukan bahwa faktor lingkungan dan gaya hidup memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap risiko kematian dini dibandingkan faktor genetik.

Penelitian tersebut menganalisis data hampir setengah juta orang di Inggris. Hasilnya menunjukkan, faktor genetik hanya menjelaskan sebagian kecil perbedaan risiko kematian antarindividu, sementara berbagai faktor lingkungan dan kebiasaan hidup memberikan kontribusi yang jauh lebih besar.

Baca juga: Mengenal Tren Nonnamaxxing, Gaya Hidup Nenek-nenek Italia untuk Panjang Umur

Peneliti utama studi tersebut, Austin Argentieri, mengatakan, “Genetika memang menentukan sebagian peluang, tetapi bagaimana kita menjalani hidup tetap ada di tangan kita.”

Berikut empat perubahan gaya hidup yang dinilai dapat membantu meningkatkan peluang hidup lebih panjang.

4 Rahasia Hidup Panjang Umur dari Kebiasaan Sehari-hari

Ilustrasi Rahasia Umur Panjang Ilustrasi Rahasia Umur Panjang1. Berhenti merokok menjadi langkah paling penting

Di antara berbagai faktor yang diteliti, kebiasaan merokok muncul sebagai salah satu penentu terbesar terhadap penuaan biologis dan risiko kematian. Pengaruhnya bahkan lebih menonjol dibandingkan banyak faktor lingkungan lainnya.

Penelitian itu menemukan, bahwa jumlah rokok yang dihisap seseorang selama hidup memiliki kaitan kuat dengan risiko kematian dini. Tak hanya perokok aktif, riwayat merokok juga ikut berpengaruh terhadap kesehatan jangka panjang.

"Kalau hanya bisa melakukan satu hal, jangan merokok," tegas Austin.

Mengurangi atau menghentikan kebiasaan merokok dapat memberikan manfaat kesehatan yang signifikan, termasuk menurunkan risiko penyakit kronis yang berkaitan dengan penuaan.

Baca juga: Penyebab Kanker Bukan Sekadar Genetik, Gaya Hidup Lebih Berpengaruh

2. Tidur cukup membantu memperlambat penuaan

Kebiasaan tidur sering kali dianggap remeh, padahal kualitas istirahat malam berkaitan erat dengan kesehatan jangka panjang.

Orang yang sering merasa kelelahan atau kurang tidur diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami penuaan biologis yang lebih cepat.

Mayoritas orang dewasa disarankan tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Selain durasi, kualitas tidur juga berperan penting.

Menjaga jadwal tidur yang konsisten, menciptakan rutinitas sebelum tidur, juga menjauhkan gadget dari tempat tidur menjadi beberapa langkah sederhana yang dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat.

Baca juga: IV Drip Kini Jadi Tren, dari Kebutuhan Medis ke Gaya Hidup

3. Lebih banyak bergerak setiap hari

Aktivitas fisik juga masuk dalam kelompok faktor yang paling berpengaruh terhadap umur panjang. Menurut Austin, olahraga berkontribusi terhadap penurunan risiko berbagai penyakit kronis yang sering dikaitkan dengan kematian dini.

Penyakit jantung, diabetes, dan stroke merupakan contoh penyakit kardiometabolik yang dapat mempercepat proses penuaan.

Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin ini dapat membantu menjaga berat badan, kesehatan jantung, serta metabolisme tubuh yang berkaitan dengan penyakit-penyakit di atas.

4. Mengatur pola makan untuk kesehatan jangka panjang

Selain bergerak aktif, apa yang dikonsumsi setiap hari juga berpengaruh terhadap peluang hidup lebih lama.

Meski penelitian tersebut menemukan bahwa pola makan tidak selalu menjadi faktor utama dalam penuaan biologis, pola makan tetap berkaitan dengan risiko kematian.

Baca juga: Tren Gaya Hidup untuk Mencapai Kesehatan Fisik dan Mental

Mengutip dari Yahoo Health, Valter Longo, profesor gerontologi dari University of Southern California menjelaskan bahwa pola makan yang kaya sumber pangan nabati dan ikan serta rendah konsumsi daging merah berkaitan dengan umur yang lebih panjang.

Ia juga menyoroti pentingnya mengonsumsi protein dalam jumlah yang cukup tanpa berlebihan.

Pola makan seperti itu diyakini dapat membantu tubuh menjaga fungsi berbagai sistem biologis yang berkaitan dengan proses penuaan.

Seiring bertambahnya usia, kebutuhan nutrisi memang dapat berubah, tetapi menjaga pola makan seimbang tetap menjadi fondasi penting untuk hidup lebih sehat dan lebih lama.

Tag:  #bukan #cuma #genetik #rahasia #hidup #panjang #umur #menurut #penelitian

KOMENTAR