6 Tanda Kulit Kehilangan Kolagen
Ilustrasi(MAGNIFIC)
08:05
12 Mei 2026

6 Tanda Kulit Kehilangan Kolagen

- Kolagen merupakan fondasi penyusun 75 persen struktur kulit yang menjaganya tetap kencang dan kenyal.

Namun, seiring bertambahnya usia, terutama saat memasuki usia 25 tahun, cadangan protein penyangga ini menyusut perlahan.

Penurunan alami ini memicu perubahan fisik yang nyata pada wajah, seperti pori-pori yang makin membesar hingga kerutan yang mulai bermunculan.

"Kolagen adalah protein struktural yang melimpah di dalam tubuh manusia dan memainkan peran sentral dalam menjaga keutuhan, kekencangan, dan kelenturan kulit," kata dokter estetika Sophie Shotter, mengutip Vogue, Senin (11/5/2026).

Baca juga: Kenali Tanda Awal Kulit Kekurangan Kolagen dan Cara Memperlambat Penuaan Dini

Apoteker dan scientific medical manager di L’Oréal Mercedes, Abarquero Cerezo, menambahkan, sel-sel yang bertugas untuk membentuk kolagen akan mengurangi aktivitasnya seiring berjalannya waktu.

"Faktor yang mempercepat kerusakannya meliputi paparan sinar matahari, pola makan, stres, dan perubahan hormon, terutama pada wanita selama masa menopause," ucap dia.

Tanda kulit kehilangan kolagen

1. Penurunan kekencangan wajah

Tanda awal yang paling sering disadari adalah hilangnya kekenyalan dan menurunnya tingkat kekencangan di area wajah.

"Kulit mulai terasa kurang kenyal, dan pori-pori terlihat lebih menonjol karena struktur pendukungnya melemah, sementara kulit secara bertahap menjadi lebih tipis," kata dermatolog dr. Sam Bunting.

Baca juga: 4 Rahasia Mengencangkan Kulit Keriput dan Kendur

2. Permukaan kulit terasa kering

Sebagai penyangga struktur utama, kolagen memfasilitasi kapasitas kulit dalam mengikat cadangan air.

Ketika jumlah protein ini merosot tajam, wajah akan tampak jauh lebih kering dan kusam karena kemampuannya menahan kelembapan berkurang drastis.

Masalah kekeringan ini bisa ditangani melalui penyesuaian asupan nutrisi sehari-hari, serta pengaplikasian produk perawatan oles yang tepat agar hidrasi kulit kembali optimal.

3. Garis halus semakin nyata

Menurunnya kekencangan akibat minimnya kolagen membuat garis halus tidak lagi menghilang saat wajah dalam posisi netral tanpa ekspresi.

Baca juga: 7 Kandungan Skincare untuk Samarkan Kerutan di Wajah, Apa Saja?

Tanda-tanda penuaan sering kali muncul pertama kali di area bawah mata.SHUTTERSTOCK/VLADIMIR GJORGIEV Tanda-tanda penuaan sering kali muncul pertama kali di area bawah mata.

Kondisi ini membuat kerutan-kerutan di wajah terlihat jauh lebih menonjol dan melekat dibandingkan sebelumnya.

5. Wajah kurang berisi dan berubah bentuk

Kulit perlahan akan terlihat semakin tipis, kendur, dan kehilangan kelenturan aslinya seiring berjalannya waktu.

Jika ditekan dengan lembut menggunakan jari, permukaan kulit tidak lagi memantul kembali secepat saat kamu masih berusia belasan.

Ciri fisik lainnya mencakup kelopak mata yang mulai tampak cekung, penyempitan pelipis, hingga kondisi kuku dan rambut yang rapuh. Penurunan produksi kolagen juga sering memicu nyeri sendi dan pelemahan otot tubuh.

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Kantung Mata Hitam dengan Aman dan Efektif

6. Dampak menopause pada kulit

Fase menopause sangat memengaruhi turunnya jumlah kolagen akibat hilangnya hormon estrogen di dalam tubuh wanita.

Dokter Bunting menerangkan, estrogen secara langsung mendukung pembentukan kolagen. Jadi, saat kadarnya turun selama perimenopause dan menopause, produksi kolagen menurun dengan tajam.

"Inilah sebabnya banyak wanita menyadari perubahan besar dalam kekencangan, ketebalan, dan ketahanan kulit, selama periode ini," ujar dia.

Penurunan ini akan membawa dampak fisik yang semakin berat di setiap pergantian dekade usia. Pada usia 30-an, misalnya, garis-garis halus dan perubahan tekstur akan mulai terasa.

"Dan awal 40-an, berubah menjadi garis-garis yang lebih dalam, kendur, dan penipisan, yang terlihat jelas dari pertengahan usia 40-an dan seterusnya," tutur dr. Bunting.

Baca juga: Tak Cuma Haid Berhenti Setahun, Ketahui Berbagai Gejala Menopause

Ilustrasi menopause, tips meringankan gejala menopause pada wanitaiStockphoto/Muhammad Safuan Ilustrasi menopause, tips meringankan gejala menopause pada wanita

"Pada usia 50-an, khususnya di sekitar masa menopause, garis-garis wajah menjadi lebih dalam, kekenduran terlihat jelas, garis rahang melembut, dan kulit juga tampak jauh lebih tipis," sambung dia.

Dampak dari menopause ini menyusutkan cadangan protein kulit. Bahkan, perempuan bisa kehilangan hingga 30 persen kolagen kulit mereka dalam lima tahun pertama pascamenopause.

"Dengan penurunan berkelanjutan sekitar dua persen per tahun setelah itu," kata dr. Bunting.

Baca juga: Cara Efektif Merangsang Produksi Kolagen di Usia 40-an

Cara memperlambat penurunan kolagen

Meski terus berkurang secara alami, kulit sebenarnya tetap memiliki kemampuan untuk memproduksi jaringan kolagen baru seumur hidup berkat pasokan energi dari sel tubuh.

"Retinoid yang diracik dengan baik dan dipakai secara rutin di malam hari adalah cara paling jitu untuk merangsangnya. Mendukung energi kulit adalah langkah berikutnya dalam mempertahankan kolagen jangka panjang," ujar dr. Bunting.

Laju kehilangan kolagen dapat dihambat secara signifikan dengan menghindari kebiasaan merokok dan paparan terik matahari langsung.

Terapkan pola makan gizi seimbang yang merangsang produksi kolagen secara alami, seperti telur, susu, kacang-kacangan, sayuran hijau, buah, gandum utuh, daging, dan ikan.

"Gunakan juga produk kecantikan dengan bahan aktif seperti glikosaminoglikan, proksilan, peptida, ekstrak kasia, asam hialuronat, dan antioksidan seperti vitamin C serta niasinamida," pungkas Cerezo.

Baca juga: 4 Mitos Seputar Kolagen yang Masih Dipercaya

Tag:  #tanda #kulit #kehilangan #kolagen

KOMENTAR