Dokter Ungkap Akupuntur Bisa Redakan Nyeri dan Mempercepat Proses Melahirkan
- Di tengah berkembangnya metode pendamping persalinan, akupuntur kini mulai dikenal sebagai salah satu terapi yang dapat membantu mengurangi nyeri sekaligus mendukung kelancaran proses melahirkan.
Terapi ini dinilai mampu memberikan kenyamanan tambahan tanpa melibatkan obat-obatan.
Dokter Spesialis Akupuntur Medik Eka Hospital PIK, dr. Laura Widiastuti, Sp.Ak menjelaskan, akupuntur dapat menjadi pilihan terapi pendukung saat persalinan, terutama ketika ibu memasuki fase aktif.
Baca juga: Benarkah Akupuntur Bisa Atasi Mual dan Muntah saat Hamil?
Manfaat akupuntur untuk nyeri persalinan
Dokter Spesialis Akupuntur Medik Eka Hospital PIK dalam Media Meet Up Eka Hospital PIK & Pluit di Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).
Menurut dr. Laura, nyeri saat persalinan bukanlah sensasi tunggal. Secara medis, nyeri persalinan terbagi menjadi dua jenis, yakni nyeri viseral dan nyeri somatik.
“Akupunktur bisa juga dipakai untuk membantu dalam nyeri persalinan. Nyeri persalinan terbagi menjadi dua yaitu nyeri viseral dan somatik,” ujar dr. Laura dalam Media Meet Up Eka Hospital PIK & Pluit di Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).
Nyeri viseral umumnya muncul pada tahap awal persalinan ketika kontraksi mulai terjadi dan serviks mengalami pembukaan. Rasa nyeri ini biasanya terasa menyebar di area perut bagian bawah hingga punggung.
Baca juga: Akupuntur Turunkan Tekanan Darah Tinggi, Riset Membuktikan
Sementara itu, nyeri somatik muncul pada tahap akhir persalinan ketika tekanan pada dasar panggul semakin meningkat seiring bayi bergerak menuju jalan lahir. Jenis nyeri ini cenderung terasa lebih tajam dan terlokalisasi.
“Keduanya mempengaruhi saraf yang berbeda dan juga menggunakan transmisi melalui serabut yang berbeda,” jelasnya.
Perbedaan mekanisme nyeri inilah yang membuat penanganannya perlu disesuaikan.
Akupuntur bekerja dengan menstimulasi titik-titik tertentu untuk membantu memodulasi respons saraf terhadap rasa sakit.
Dilakukan saat fase aktif jelang persalinan
Dr. Laura menegaskan, akupuntur tidak dilakukan sejak kontraksi awal, melainkan ketika ibu telah memasuki fase aktif persalinan.
“Akupuntur bisa dilakukan di fase aktif ketika sudah memasuki kala 1 atau pembukaan 4 cm, jadi masih ada waktu sebelum melahirkan,” katanya.
Fase ini dianggap sebagai waktu yang ideal karena kontraksi biasanya sudah teratur dan intensitas nyeri mulai meningkat.
Dengan intervensi akupuntur pada tahap ini, tubuh ibu diharapkan dapat merespons kontraksi dengan lebih baik.
Tindakan akupuntur dilakukan dengan pemasangan jarum pada titik-titik tertentu yang berkaitan dengan pengaturan nyeri dan relaksasi.
“Tindakan ini dilakukan selama 20 sampai 30 menit pada titik-titik tertentu. Pada kala 1 ini pasien masih boleh berjalan dan bisa beraktivitas,” ujar dr. Laura.
Durasi terapi yang relatif singkat membuat prosedur ini dinilai cukup praktis untuk diterapkan sebagai bagian dari pendampingan persalinan.
Baca juga: Manfaat Mengejutkan Akupuntur bagi Ibu Hamil
Membantu tubuh mengelola rasa sakit
Akupuntur bekerja dengan merangsang sistem saraf untuk melepaskan zat kimia alami tubuh, seperti endorfin, yang berperan sebagai pereda nyeri alami.
Selain itu, stimulasi ini juga membantu tubuh menjadi lebih rileks sehingga ibu dapat menghadapi kontraksi dengan lebih tenang.
Dalam kondisi persalinan, relaksasi memiliki peran penting. Ketika ibu merasa lebih tenang, tubuh dapat bekerja lebih optimal dalam mendukung kontraksi yang efektif.
Respons ini secara tidak langsung dapat membantu proses pembukaan berlangsung lebih lancar.
Dapat mempercepat proses persalinan
Selain membantu meredakan nyeri, dr. Laura menyebut akupuntur juga memiliki manfaat lain yang cukup signifikan, yaitu membantu mempercepat kala dua persalinan.
“Selain itu, akupuntur juga bisa membantu mempercepat kala 2 persalinan, sehingga proses lahirannya bisa lebih cepat 7 sampai 8 menit,” ungkapnya.
Kala dua persalinan merupakan tahap ketika ibu mulai mengejan hingga bayi lahir. Meski terdengar singkat, beberapa menit tambahan dalam fase ini dapat sangat berarti, terutama ketika tenaga ibu mulai menurun.
Percepatan proses persalinan terjadi karena tubuh berada dalam kondisi lebih rileks dan koordinasi kontraksi menjadi lebih efektif.
Meski demikian, dr. Laura menyebutkan, akupuntur merupakan terapi pendukung, bukan pengganti prosedur medis utama dalam persalinan.
Dengan dilakukan oleh tenaga medis profesional dan disesuaikan dengan kondisi pasien, akupuntur dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu ibu menjalani proses persalinan dengan lebih nyaman dan terkendali.
Baca juga: Akupuntur Wajah, Tren Kecantikan Kulit yang Bikin Awet Muda
Tag: #dokter #ungkap #akupuntur #bisa #redakan #nyeri #mempercepat #proses #melahirkan