Metta Murdaya Mengolah Bahan Jamu Jadi Skincare Premium
- Pemanfaatan bahan-bahan alami yang berkhasiat dalam dunia kecantikan kini semakin berkembang pesat.
Tradisi jamu yang tadinya identik dengan minuman herbal pereda rasa sakit, kini bertransformasi menjadi landasan formulasi botani modern untuk perawatan kulit berstandar global, seperti JUARA Beauty.
Meski demikian, memadukan resep tradisional dengan kemajuan sains kosmetik bukanlah perkara sederhana.
Setiap ekstrak tumbuhan harus diproses dengan tepat agar khasiat aslinya tetap terjaga tanpa menimbulkan efek samping bagi para penggunanya.
Baca juga: Minum Jamu Tidak Lagi Kuno, Kini Digemari Anak Muda
Pakar wellness yang juga menjabat sebagai Co-Founder JUARA Beauty, Metta Murdaya, mengatakan ketika membangun JUARA, ia berinovasi memanfaatkan teknologi terbaru dalam industri kecantikan agar memenuhi standar keamanan yang tinggi.
"Sekarang kami memiliki retinol dari tumbuhan. Faktanya, kami menggunakan retinol di salah satu pelembap kami yang terbukti aman untuk kulit sensitif," ucap dia saat ditemui di Kamar Solek, House of Tugu, Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Inovasi ekstrak botani Nusantara
Formulasi perawatan kulit berbasis tanaman membutuhkan penelitian yang mendalam, terutama dalam hal mengekstraksi bahan mentah menjadi bahan aktif.
Pengolahan yang tepat akan menentukan seberapa efisien nutrisi dari produk tersebut bisa menembus dan memperbaiki lapisan kulit.
Baca juga: Memulihkan Diri dan Rileksasi di Kamar Solek House of Tugu Jakarta
Nuansa perawatan kecantikan dan kebugaran di Kamar Solek, House of Tugu, Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Sebagai contoh, penggunaan bahan hasil fermentasi seperti kombucha tidak bisa langsung diaplikasikan begitu saja dalam wujud aslinya ke kulit wajah.
"Kami juga menggunakan kombucha di dalam pelembab kami. Kalau kombucha biasa, itu tidak memberikan efek seperti yang diinginkan. Namun, ada kandungan di dalamnya yang membantu sel-sel menjadi lebih kenyal sehingga kulit terlihat lebih halus," terang Metta.
Baca juga: Dampak Buruk Kurang Tidur pada Kesehatan Kulit Wajah
Selain pengembangan bahan yang kompleks, pengolahan nutrisi dari bahan baku yang sehari-hari sangat mudah ditemui di Indonesia, yakni beras, juga harus berbasis sains.
Pemanfaatan sumber daya alam tersebut terus dimaksimalkan melalui teknologi laboratorium modern.
Alternatif alami setara hidrokuinon
Komitmen pada inovasi sains botani turut terlihat jelas dalam peluncuran produk terbaru mereka, yakni serum wajah berbasis gel.
Serum bertekstur ringan ini memadukan khasiat antioksidan tinggi dari kunyit dengan cengkeh, buah goji, serta rumput laut.
Baca juga: Cukupi Kebutuhan Antioksidan untuk Cegah Penuaan Dini
"Secara fungsi, ini mencerahkan, mengenyalkan, dan mengencangkan kulit, serta mengurangi kemerahan. Seiring berjalannya waktu, kalau Anda sedang lelah, wajah Anda tidak akan terlihat lelah lagi," kata Metta.
Dalam industri perawatan wajah, penggunaan bahan kimia seperti hidrokuinon sangat populer sebagai agen pencerah yang agresif, tetapi memiliki risiko besar memicu iritasi.
Melalui pengujian bersama dokter spesialis kulit dari Amerika Serikat (AS), terbukti bahwa ekstrak cengkeh mampu memberikan hasil serupa secara lebih aman.
"Beliau mengatakan bahwa kandungan cengkeh ini bisa mencerahkan kulit sama seperti hidrokuinon. Jadi, ini adalah alternatif alami yang memiliki efek serupa dengan hidrokuinon," ungkap Metta.
Di samping itu, komponen pendukung lainnya juga dirancang untuk meniru kinerja bahan kimia sintetis yang sedang diminati pasar. Salah satunya adalah pemanfaatan kekuatan rumput laut sebagai pengikat kelembapan.
"Rumput laut adalah bahan klasik yang benar-benar mengenyalkan kulit, bekerja seperti asam hialuronat, tetapi mengikat air pada kulit dengan lebih kuat," tutur dia.
Baca juga: Tren Skincare di Tahun 2026, dari Sunscreen Natural hingga Skincare K-beauty
Melampaui tren kecantikan sesaat
Sejalan dengan filosofi jamu yang selalu mengedepankan keseimbangan antara jiwa dan raga, efek relaksasi holistik telah menjadi parameter baru dalam berinovasi.
"Sekarang orang banyak berbicara mengenai neurokosmetik, yaitu perawatan kulit yang akan membuat suasana hati terasa lebih baik. Pastinya, itu adalah kosmetik yang juga memengaruhi suasana hati Anda," ujar Metta.
Pada akhirnya, di balik klaim mentereng sebuah komposisi yang sedang menjadi tren di media sosial, esensi sejati dari perawatan kulit adalah pengalaman emosional yang memuaskan.
Jika sebuah botol perawatan hanya menawarkan khasiat klinis tanpa memberikan rasa nyaman, maka nilai kesejahteraan pelanggannya dinilai tidak tercapai sempurna.
"Kadang-kadang kita hanya memikirkan bahan apa yang digunakan, tetapi kita lupa apa efek psikologis yang seharusnya diberikan oleh produk tersebut," tutup dia.
Baca juga: Beras Kencur sampai Pahitan, Ini Manfaat Jamu yang Sedang Digandrungi Gen Z
Tag: #metta #murdaya #mengolah #bahan #jamu #jadi #skincare #premium