Perbedaan Tipe Pelari Rekreasi dan Atlet Elit
Olahraga lari kian berkembang dan diminati berbagai kalangan entah sebagai hobi ataupun profesi. Event lomba lari yang beragam juga menjadi ajang bagi para pelari untuk menjajal performa.
Dalam dunia lari, terdapat dua kategori utama pelari, yaitu pelari rekreasional (recreational runner) dan pelari elit (elite athlete). Keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan, mulai dari tujuan sampai dengan intensitas latihannya.
“Aku bermula dari recreational runner, kemudian sekarang mengejar performance di sub-elite,” ungkap atlet lari Isaac Ariel Dao Riwu kepada Kompas.com ketika diwawancarai di acara peluncuran On Cloudmaster 3, Jumat (24/04).
Baca juga: Tren Olahraga Lari, Solusi Ampuh Cegah Diabetes pada Gen Z
Recreational Runner
Ilustrasi Recreational Runner
Recreational runner menurut Isaac mencakup spektrum yang cukup luas, mulai dari pelari pemula sampai mereka yang mendekati level profesional. Kategori pelari ini umumnya menjadikan lari sebagai aktivitas kebugaran dan pelepas stres, atau sekadar hobi.
“Recreational runner itu mulai dari pemula sampai dengan sub-elite. Sub-elite itu adalah mereka yang memiliki capability mendekati atlet elite,” jelas Isaac.
Dari segi waktu latihan, pelari rekreasional biasanya memiliki porsi latihan yang lebih fleksibel.
“Jam latihan recreational runner itu sekitar 3 sampai 7 jam seminggu,” katanya.
Baca juga: Ingin Ikut Race Lari Pertama Kali? Ini 6 Tips yang Perlu Diperhatikan
Elite Athlete
Ilustrasi Elite Athlete
Berbeda dengan recreational runner, elite athlete menjadikan lari sebagai profesi sekaligus fokus utama. Target pelari di kategori elit adalah performa terbaik di level kompetisi tertinggi.
“Kalau elite athlete itu, dia berkompetisi sampai ke high performance. Jadi benar-benar di level paling tinggi di road running,” ujar Isaac kepada Kompas.com.
Selain itu, Isaac menjelaskan kalau intensitas latihan mereka juga jauh lebih tinggi dibandingkan kategori recreational runner.
“Elite athlete itu di range 9 sampai 12 jam seminggu,” tambahnya.
Baca juga: Bolehkah Lari Setiap Hari untuk Kesehatan? Ini Penjelasan Ahli
Perbedaan pola latihan harian recreational runner dan elite athlete
Perbedaan jam latihan juga menjadi faktor pembeda dua kategori ini. Atlet elite umumnya menjalani sesi latihan lebih dari satu kali dalam sehari.
“Makanya atlet itu latihan bisa sehari dua kali, pagi dan sore,” kata Isaac.
Sementara itu, recreational runner cenderung menyesuaikan jadwal latihan dengan aktivitas harian lainnya. Fleksibilitas ini lah yang membuat pelari recreational tetap bisa menjalani aktivitas lari tanpa mengganggu rutinitas utama mereka.
Baca juga: Perbedaan Sepatu Lari untuk 3 Sesi Latihan Lari Berbeda