Tips Memilih Daycare yang Aman untuk Anak, Simak Saran Psikolog
Memilih daycare tak bisa sembarangan. Simak tips dari psikolog agar anak tetap aman, nyaman, dan terhindar dari risiko pengasuhan yang salah. (freepik)
15:35
27 April 2026

Tips Memilih Daycare yang Aman untuk Anak, Simak Saran Psikolog

Memilih tempat penitipan anak (daycare) bukan sekadar soal lokasi yang dekat atau biaya yang terjangkau.

Di balik keputusan tersebut, ada faktor penting yang menyangkut keamanan, kenyamanan, hingga tumbuh kembang anak.

Psikolog menekankan bahwa orang tua perlu lebih cermat dan tidak tergesa-gesa dalam menentukan pilihan.

Psikolog klinis Devi Yanti, M.Psi., Psikolog, mengingatkan bahwa kualitas daycare sangat berpengaruh terhadap kondisi emosional dan psikologis anak.

Karena itu, ada sejumlah hal krusial yang perlu diperhatikan sebelum menitipkan anak.

Baca juga: Deretan Komentar Negatif yang Dihadapi Ibu Bekerja Saat Titipkan Anak ke Daycare

Pastikan Legalitas dan Izin Operasional

Langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan adalah memastikan daycare memiliki izin resmi dari dinas terkait.

Legalitas menjadi indikator awal bahwa tempat tersebut berada dalam pengawasan dan memenuhi standar tertentu.

Daycare ilegal berisiko tinggi karena tidak memiliki sistem pengawasan yang jelas.

Selain itu, tidak ada jaminan bahwa tenaga pengasuh telah memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.

Perhatikan Transparansi Pengelola

Daycare yang profesional umumnya terbuka terhadap orangtua.

Transparansi ini bisa terlihat dari kebijakan kunjungan yang fleksibel atau adanya fasilitas CCTV yang dapat diakses orang tua.

"Daycare yang baik tidak akan keberatan jika orang tua datang sewaktu-waktu atau memiliki CCTV yang dapat dipantau oleh orangtua secara langsung," ujar Devi, dikutip dari ANTARA, Senin (27/4/2026).

Keterbukaan seperti ini penting untuk membangun rasa percaya sekaligus memastikan anak berada dalam lingkungan yang aman.

Cek Rasio Pengasuh dan Anak

Jumlah pengasuh dibandingkan dengan jumlah anak juga menjadi faktor penting.

Idealnya, satu pengasuh tidak menangani terlalu banyak anak sekaligus, terutama bayi dan balita yang membutuhkan perhatian intensif.

Rasio yang tidak seimbang dapat membuat pengawasan menjadi kurang optimal dan berisiko terhadap keselamatan anak.

Baca juga: Kisah Para Ibu Bekerja Menghadapi Dilema dan Rasa Bersalah Saat Menitipkan Anak ke Daycare

Lakukan Riset dan Cek Rekam Jejak

Sebelum memutuskan, orangtua disarankan mencari informasi dari berbagai sumber.

Ulasan di Google Maps, media sosial, atau rekomendasi dari orang yang pernah menggunakan jasa daycare bisa menjadi bahan pertimbangan.

Rekam jejak yang baik biasanya mencerminkan kualitas pelayanan yang konsisten.

Kunjungi Langsung Lokasi Daycare

Melihat langsung kondisi daycare sangat penting. Perhatikan kebersihan ruangan, sirkulasi udara, keamanan fasilitas, serta kapasitas ruang.

Lingkungan yang bersih, terang, dan tertata rapi akan mendukung kenyamanan anak selama berada di sana.

Amati Perubahan Perilaku Anak

Setelah anak mulai dititipkan, orangtua perlu peka terhadap perubahan perilaku.

Anak yang tiba-tiba terlihat cemas, takut, atau menolak pergi ke daycare bisa menjadi tanda adanya masalah.

Respons emosional anak sering kali menjadi indikator paling jujur terhadap pengalaman yang mereka rasakan.

Baca juga: Kasus Little Aresha Viral, Cek 4 Tanda Bahaya Saat Survei Daycare

Memilih daycare tak bisa sembarangan. Simak tips dari psikolog agar anak tetap aman, nyaman, dan terhindar dari risiko pengasuhan yang salah.
freepik Memilih daycare tak bisa sembarangan. Simak tips dari psikolog agar anak tetap aman, nyaman, dan terhindar dari risiko pengasuhan yang salah.

Belajar dari Kasus yang Terjadi

Kasus daycare bermasalah, Little Aresha di Yogyakarta yang sempat mencuat menjadi pengingat bahwa kelalaian dalam memilih tempat penitipan anak bisa berujung serius.

Psikolog menilai peristiwa seperti ini sebagai bentuk kegagalan sistem sekaligus pengkhianatan terhadap kepercayaan orangtua.

"Kasus ini tentunya merupakan sebuah pengkhianatan besar terhadap kepercayaan orang tua dan sebuah kegagalan sistem yang harusnya melindungi anak," kata Devi.

Karena itu, kehati-hatian menjadi kunci utama agar anak tetap aman dan mendapatkan pengasuhan yang layak.

Memilih daycare bukan keputusan sepele.

Dibutuhkan ketelitian, riset, dan kepekaan orangtua dalam menilai kualitas sebuah tempat penitipan anak.

Dengan memperhatikan aspek legalitas, transparansi, hingga kondisi emosional anak, orang tua dapat meminimalkan risiko dan memastikan anak berada di lingkungan yang aman serta mendukung tumbuh kembangnya.

Tag:  #tips #memilih #daycare #yang #aman #untuk #anak #simak #saran #psikolog

KOMENTAR