Minum Less Sugar tapi Tambah Boba? Menkes Ungkap Fakta Gula Tersembunyi
Ilustrasi bubble tea di Taipei, Taiwan. Unggahan Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkap bahwa tambahan boba bisa membuat minuman ?less sugar? tetap tinggi gula tanpa disadari.(Freepik/tawatchai07)
09:35
26 April 2026

Minum Less Sugar tapi Tambah Boba? Menkes Ungkap Fakta Gula Tersembunyi

Kebiasaan memesan minuman manis dengan label “less sugar” sering dianggap lebih sehat, tetapi faktanya tidak selalu demikian.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa tambahan topping seperti boba justru bisa membuat kandungan gula tetap tinggi.

Melalui unggahan Instagram pribadinya @bgsadikin pada Sabtu (25/4/2026), ia menyoroti kebiasaan yang kerap dianggap sepele ini.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pilihan kecil dalam minuman sehari-hari dapat berdampak besar pada asupan gula tubuh.

Baca juga: Minuman Manis dan Makanan Olahan Makin Digemari, Pakar Gizi Ingatkan Risikonya

Boba bisa menambah gula tanpa disadari

Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa satu porsi topping boba setara dengan sekitar 150 kalori atau 10 gram gula.

“#BGS ingatkan kalau pesan milk tea less sugar tapi ditambah boba itu sama aja bohong karena gulanya masih tinggi,” tulisnya dalam unggahan tersebut.

Ia menekankan bahwa meskipun disebut sebagai topping, tambahan boba tetap memberikan kontribusi signifikan terhadap total gula dalam minuman. Kondisi ini membuat minuman yang awalnya dianggap lebih sehat justru tetap tinggi gula.

Baca juga: Cek Label Nutri-Level Kemenkes Sebelum Beli Minuman Manis, Bantu Cegah Adiksi Gula

Bisa mengubah nutri level minuman

Tangkapan layar akun Instagram Budi Gunadi Sadikin @bgsadikin. Unggahan Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkap bahwa tambahan boba bisa membuat minuman ?less sugar? tetap tinggi gula tanpa disadari.Instagram/@bgsadikin Tangkapan layar akun Instagram Budi Gunadi Sadikin @bgsadikin. Unggahan Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkap bahwa tambahan boba bisa membuat minuman ?less sugar? tetap tinggi gula tanpa disadari.

Dalam penjelasannya, Budi menyebut bahwa tambahan boba dapat meningkatkan kategori nutri level minuman.

Menurutnya, minuman yang awalnya berada di Nutri Level B bisa naik menjadi level D hanya karena penambahan topping.

“Kelihatannya kecil dan namanya disebut topping, tapi sebenarnya dengan nambah boba itu bisa naikin dari Nutri Level B menjadi ke D,” tulisnya.

Perubahan ini menunjukkan bahwa topping bukan sekadar pelengkap, tetapi berpengaruh langsung terhadap kualitas nutrisi.

Baca juga: Susu Kental Manis Bukan untuk Konsumsi Harian, Ini Penjelasan Pakar IPB

Aturan hanya menghitung gula pada cairan

Budi juga menjelaskan bahwa regulasi dari Kementerian Kesehatan saat ini hanya menghitung kadar gula pada cairan minuman.

Artinya, tambahan seperti boba tidak masuk dalam perhitungan awal kandungan gula.

“Peraturan Kemenkes yang saya baru keluarkan itu hanya menghitung kadar gula di cairannya, bukan di bobanya,” jelasnya.

Situasi ini membuat konsumen perlu lebih teliti dalam memahami total gula yang dikonsumsi.

Imbauan untuk lebih bijak memilih minuman

Melihat kondisi tersebut, Budi mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat menambahkan topping pada minuman.

Ia menilai kesadaran konsumen menjadi kunci dalam menjaga asupan gula harian.

“Jadi kalau mau nambah ekstra topping macem macem tolong hati-hati ya. Jadilah konsumen yang bijak!” tulisnya.

Pesan ini menegaskan bahwa pilihan sederhana seperti tambahan boba dapat memengaruhi kesehatan jika tidak diperhatikan dengan baik.

Baca juga: Minuman Manis Bisa Picu Obesitas pada Anak yang Mager

Tag:  #minum #less #sugar #tapi #tambah #boba #menkes #ungkap #fakta #gula #tersembunyi

KOMENTAR