6 Hal yang Tidak Boleh Dirahasiakan Saat Periksa ke Dokter
Ilustrasi periksa ke dokter.(iStockPhoto/KSChong)
18:05
13 April 2026

6 Hal yang Tidak Boleh Dirahasiakan Saat Periksa ke Dokter

– Tidak sedikit orang yang merasa tidak sepenuhnya jujur saat berkonsultasi dengan dokter. Mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi kesehatan tertentu, sebagian orang memilih untuk “mengurangi” informasi yang disampaikan.

Padahal, kebiasaan ini bisa berdampak serius pada kesehatan. Informasi yang tidak lengkap dapat membuat dokter sulit memberikan diagnosis maupun penanganan yang tepat.

Sebuah studi dari University of Utah bahkan menemukan bahwa sekitar 60 hingga 80 persen orang dewasa pernah tidak jujur kepada dokter terkait gaya hidup mereka.

“Banyak orang khawatir akan dihakimi oleh dokter, padahal kami hanya ingin memahami kondisi pasien untuk menentukan langkah selanjutnya,” ujar asisten profesor di University of Minnesota Medical School, dr. Katie Freeman, dikutip dari HuffPost, Senin (13/4/2026).

Para ahli menegaskan bahwa menyembunyikan informasi justru dapat membahayakan kesehatan. 

Baca juga: Penyakit Jantung Mengintai Usia 40 Tahun ke Bawah, Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Hal yang Tidak Boleh Dirahasiakan dari Dokter

1. Tidak mengonsumsi obat sesuai anjuran

Salah satu hal yang paling sering tidak diungkapkan pasien adalah tidak mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.

Dokter Raquel Zemtsov menjelaskan, bahwa informasi ini sangat penting karena dapat memengaruhi keputusan medis yang diambil.

Jika dokter mengira pasien rutin minum obat padahal tidak, dokter bisa saja menambah dosis atau memberikan obat lain yang sebenarnya tidak diperlukan.

Maka dari itu, jika ada alasan tertentu seperti efek samping, biaya, atau lupa minum obat, sebaiknya disampaikan secara jujur agar dokter dapat menyesuaikan pengobatan.

2. Tidak nyaman dengan rencana pengobatan

Selain kepatuhan minum obat, pasien juga perlu jujur jika merasa tidak nyaman dengan rencana pengobatan yang diberikan.

Menurut Freeman, jika pasien sejak awal tidak berniat menjalani pengobatan tertentu, seperti prosedur medis atau penggunaan obat tertentu, hal ini perlu disampaikan.

Dengan begitu, dokter dapat mencari alternatif yang lebih sesuai dan tetap efektif bagi pasien.

Baca juga: Konsumsi Air pH 9 Jadi Cara Mudah Menangkal Dampak Buruk Gaya Hidup Modern

3. Kebiasaan gaya hidup seperti pola makan dan olahraga

Banyak orang cenderung meremehkan atau tidak jujur soal kebiasaan sehari-hari, seperti olahraga dan pola makan.

Padahal, informasi ini penting untuk membantu dokter menilai kondisi kesehatan secara menyeluruh.

“Jika saya tidak tahu seseorang tidak berolahraga atau tidak makan sehat, saya mungkin tidak akan mempertimbangkan risiko kondisi lain seperti diabetes atau kolesterol tinggi," kata Zemstov.

Selain itu, pasien juga bisa kehilangan kesempatan mendapatkan saran yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

4. Konsumsi alkohol, rokok, atau zat tertentu

Pertanyaan tentang konsumsi alkohol, rokok, atau zat lain sering kali membuat pasien tidak nyaman sehingga cenderung memberikan jawaban yang tidak sepenuhnya jujur.

Padahal, kebiasaan ini dapat memengaruhi banyak aspek kesehatan, mulai dari kualitas tidur hingga risiko penyakit serius.

Freeman menekankan bahwa informasi yang tidak akurat dapat membuat dokter tidak memberikan edukasi atau penanganan yang tepat sesuai kondisi pasien.

Selain itu, kebiasaan tersebut juga bisa menjadi petunjuk adanya masalah kesehatan lain, seperti kecemasan atau depresi.

Baca juga: Sering Tanpa Disadari, Dokter Sebut Berat Badan Berlebih dan Rokok Picu GERD

5. Keluhan yang dianggap memalukan

Beberapa orang enggan membicarakan masalah seperti gangguan buang air besar, buang air kecil, atau kondisi kulit di area tertentu karena merasa malu.

Namun, menurut Freeman, hal ini justru penting untuk disampaikan karena dokter tidak akan menilai pasien secara pribadi.

Keluhan tersebut juga bisa menjadi tanda adanya kondisi medis tertentu yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Jika dokter tidak mengetahuinya, mereka tidak bisa membantu,” katanya.

6. Kesehatan seksual

Topik kesehatan seksual juga sering dihindari dalam konsultasi medis, padahal merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan.

Dokter Beth Oller menjelaskan bahwa masalah seperti nyeri saat berhubungan atau disfungsi ereksi tidak seharusnya dianggap hal yang harus ditoleransi.

Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan masalah kesehatan lain, seperti penyakit jantung atau diabetes.

Oleh sebab itu, penting untuk menyampaikan keluhan secara terbuka agar dokter dapat memberikan penanganan yang tepat.

Baca juga: 5 Kebiasaan yang Bisa Menurunkan Kesuburan Pria, Termasuk Rokok Vape

Pentingnya Bersikap Jujur saat Konsultasi

Para ahli menekankan bahwa kejujuran merupakan kunci dalam mendapatkan perawatan kesehatan yang optimal.

Dokter hanya dapat memberikan diagnosis dan pengobatan yang tepat jika mereka memiliki gambaran lengkap mengenai kondisi pasien.

Jika merasa tidak nyaman, pasien juga disarankan untuk mencari dokter yang dapat dipercaya sehingga komunikasi dapat terjalin dengan lebih terbuka.

Melalui komunikasi yang jujur, proses perawatan tidak hanya menjadi lebih efektif, tetapi juga dapat membantu menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

Tag:  #yang #tidak #boleh #dirahasiakan #saat #periksa #dokter

KOMENTAR