Tak Perlu Diet Detoks, Ahli Sebut Tubuh Bisa Bersihkan Racun Sendiri
Ilustrasi diet detox.(SHUTTERSTOCK/NATALIA BULATOVA)
15:05
10 April 2026

Tak Perlu Diet Detoks, Ahli Sebut Tubuh Bisa Bersihkan Racun Sendiri

– Tren diet detoks semakin populer di media sosial, mulai dari konsumsi jus, teh herbal, hingga puasa atau pembatasan makanan tertentu.

Banyak yang mengklaim metode ini mampu mengeluarkan racun, menurunkan berat badan, hingga “mereset” tubuh dalam waktu singkat.

Namun, di balik popularitasnya, klaim tersebut tidak sepenuhnya didukung oleh bukti ilmiah.

Profesor gastroenterologi dan hepatologi di Johns Hopkins University, Tinsay Woreta, mengatakan bahwa diet detoks menjadi populer karena banyak orang mencari solusi instan untuk kesehatan.

“Detoks cepat selama tiga hingga tujuh hari tidak akan memberikan manfaat yang sama seperti pola hidup sehat jangka panjang,” ungkapnya, seperti dikutip dari The Washington Post, Jumat (10/4/2026).

Baca juga: Diet yang Gagal Tidak Selalu Sia-sia, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Tubuh Sudah Punya Sistem Detoks Alami

Menurut Woreta, tubuh manusia sebenarnya telah memiliki sistem alami untuk membuang racun tanpa bantuan diet khusus.

Paru-paru berfungsi menyaring dan mengeluarkan zat berbahaya dari udara, sementara usus membantu membuang zat dari makanan. 

Di sisi lain, ginjal menyaring darah dan mengeluarkan limbah melalui urine. Namun, organ utama yang berperan dalam proses ini adalah hati. Organ ini memproses darah dari sistem pencernaan dan mengubah zat berbahaya, seperti alkohol, menjadi limbah yang bisa dikeluarkan tubuh.

Maka dari itu, tidak ada bukti kuat bahwa diet detoks dapat memberikan manfaat tambahan bagi orang yang sudah menjalani pola makan seimbang.

Baca juga: Cara Diet Ini Terbukti Lebih Efektif, Kuncinya Konsisten dan Menu Sederhana

Ilustrasi Ginjal Generated AIChatGPT/Irna Aulia Ilustrasi Ginjal Generated AI

Mengapa Diet Detoks Tidak Efektif?

Meski sering diklaim mampu membuang racun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa diet detoks tidak memberikan hasil yang signifikan.

Sejumlah studi menemukan bahwa manfaat diet ini sangat terbatas, dengan banyak penelitian memiliki metodologi lemah dan sampel kecil. Penurunan berat badan yang terjadi pun biasanya hanya bersifat sementara.

Hal ini terjadi karena asupan kalori yang sangat rendah selama menjalani diet. Ketika pola makan normal kembali, berat badan pun cenderung naik lagi.

“Kami tidak memiliki bukti bahwa jika mengonsumsi makanan yang seimbang, program detoks akan memberi manfaat tambahan,” kata Woreta.

Dengan kata lain, diet ini tidak benar-benar “membersihkan” tubuh seperti yang sering diklaim.

Baca juga: Tanpa Produk Khusus, Ini 10 Cara Alami Detoks Tubuh Menurut Ahli Gizi

Risiko Diet Detoks bagi Kesehatan

Selain kurang efektif, program diet juga dapat menimbulkan risiko, terutama jika dilakukan tanpa pengawasan.

Profesor psikiatri dan ilmu perilaku di Duke University, Rhonda Merwin, menjelaskan bahwa pola makan seperti ini bisa memicu kebiasaan makan tidak sehat, terutama pada orang yang rentan terhadap gangguan makan.

Selain itu, ahli gizi dari Cleveland Clinic, Julia Zumpano, menyebut bahwa diet berbasis jus sering kali tidak mengandung nutrisi penting, seperti protein, lemak sehat, dan serat.

Kondisi ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dan gula darah yang memicu gejala seperti pusing, lemas, hingga sakit kepala.

Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa menjadi lebih berbahaya, terutama bagi orang dengan penyakit jantung atau ginjal.

Baca juga: Olahraga untuk Diet Tak Harus Berat, Ahli Tekankan Pentingnya Konsistensi

Kenapa Orang Merasa Lebih Baik Setelah Diet Detoks?

Meski banyak orang merasa tubuhnya lebih “ringan” setelah diet detoks, efek ini sebenarnya tidak selalu berasal dari proses pembuangan racun.

Para ahli menyebut, kondisi tersebut lebih mungkin terjadi karena seseorang mengurangi konsumsi makanan olahan, gula tambahan, dan alkohol selama menjalani diet.

Namun, efek ini biasanya hanya berlangsung sementara dan tidak memberikan manfaat jangka panjang.

Cara yang Lebih Efektif untuk Menjaga Kesehatan

Alih-alih mengandalkan diet detoks, para ahli menyarankan pendekatan yang lebih berkelanjutan.

Woreta menjelaskan bahwa pola makan seimbang, seperti diet Mediterania yang kaya buah, sayur, biji-bijian, dan protein tanpa lemak, dapat membantu menurunkan risiko penyakit, termasuk gangguan hati.

Baca juga: Studi Ungkap Diet Intermittent Fasting Tak Lebih Ampuh dari Diet Biasa

Selain itu, aktivitas fisik juga berperan penting. Orang dewasa disarankan untuk rutin berolahraga dengan intensitas sedang selama sekitar 150 menit per minggu.

Di sisi lain, membatasi konsumsi alkohol juga menjadi langkah penting karena kebiasaan ini berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit, termasuk kanker.

Diet detoks mungkin mengandung vitamin dan antioksidan, tetapi tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi harian secara lengkap maupun memberikan manfaat jangka panjang.

Dibandingkan metode instan, menjaga pola makan sehat dan gaya hidup aktif tetap menjadi cara paling efektif untuk mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Baca juga: Jalan Kaki Tak Perlu Ikut Tren, Ini Cara Menemukan yang Cocok

Tag:  #perlu #diet #detoks #ahli #sebut #tubuh #bisa #bersihkan #racun #sendiri

KOMENTAR