Apakah Hasil Operasi Plastik Bisa Bertahan Seumur Hidup?
– Operasi plastik kerap menjadi solusi untuk memperbaiki penampilan maupun fungsi tubuh. Namun, apakah prosedur ini perlu dilakukan berulang seiring berjalannya waktu?
Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruktif dan Estetik RS Pondok Indah – Pondok Indah, dr. Alexander Perkasa-Hendropriyono, Sp.B.P.R.E., M.Ked.Klin. menjelaskan, kebutuhan pengulangan operasi plastik bergantung pada jenis tindakan serta proses alami penuaan yang tetap berlangsung.
Ketahanan prosedur operasi plastik di bagian wajah
Facelift tidak permanen tapi tahan lama
Menurut dr. Alex, prosedur facelift termasuk tindakan yang hasilnya tidak bersifat permanen. Hal ini disebabkan oleh proses penuaan alami yang tidak dapat dihentikan sepenuhnya.
Baca juga: Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
“Misalnya seseorang coba untuk facelift, bagaimana pun aging atau penuaan itu tetap berlangsung, meski telah melakukan prosedur tersebut,” jelas dr. Alex dalam Media Discussion RS Pondok Indah, di Jakarta Selatan, Senin (30/3/2026).
Dengan perkembangan teknologi dan teknik medis, hasil facelift kini dapat bertahan lebih lama dibandingkan sebelumnya.
“Sehingga untuk facelift dulu hanya bertahan sekitar 10 tahun, tetapi dengan teknik terbaru modern facelift bisa bertahan 15 sampai 20 tahun,” lanjut dia.
Meski demikian, pasien tetap perlu memahami bahwa efeknya akan berkurang seiring waktu, sehingga kemungkinan pengulangan tetap ada.
Operasi kelopak mata bersifat permanen
Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruktif dan Estetik RS Pondok Indah – Pondok Indah, dr. Alexander Perkasa-Hendropriyono, Sp.B.P.R.E., M.Ked.Klin dalam Media Discussion RS Pondok Indah, di Jakarta Selatan, Senin (30/3/2026).
Berbeda dengan facelift, operasi kelopak mata atau blepharoplasty memiliki hasil yang cenderung permanen. Prosedur ini umumnya dilakukan untuk mengatasi kelopak mata kendur atau kantung mata.
“Sementara untuk operasi kelopak mata ini sifatnya permanen, jadi enggak usah diulang lagi,” terang dr. Alex.
Hal ini berarti pasien tidak perlu menjalani prosedur ulang selama tidak ada kondisi khusus yang memerlukan tindakan tambahan.
Baca juga: Deretan Selebritas Indonesia yang Menjalani Operasi Plastik pada 2025
Rhinoplasty dan hair transplant hasilnya permanen
Selain blepharoplasty, prosedur rhinoplasty atau operasi hidung juga termasuk tindakan yang hasilnya permanen, selama tidak terjadi komplikasi.
“Kemudian untuk operasi rhinoplasty, asalkan tidak ada komplikasi atau resorpsi, ini juga permanen, tidak usah diulang lagi,” tuturnya.
Hal serupa juga berlaku pada transplantasi rambut. Rambut yang dipindahkan akan terus tumbuh di area baru dalam jangka panjang.
“Hair transplant juga permanen. Kecuali jika bagian depan sudah ditanam rambut, tapi karena proses penuaan di bagian lainnya sudah mulai botak, maka itu harus ditanam kembali,” tambah dr. Alex.
Dalam kasus ini, tindakan ulang bukan karena prosedur awal gagal, melainkan karena area lain mengalami penipisan rambut akibat penuaan.
Pentingnya memahami jenis prosedur
Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa tidak semua operasi plastik membutuhkan pengulangan. Setiap prosedur memiliki karakteristik dan daya tahan yang berbeda, tergantung pada tujuan serta kondisi pasien.
Pasien perlu memahami sejak awal bahwa operasi plastik bukanlah solusi instan yang sepenuhnya menghentikan proses penuaan.
Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter spesialis menjadi langkah penting sebelum memutuskan menjalani tindakan.
Dengan informasi yang tepat, pasien dapat memiliki ekspektasi yang realistis terhadap hasil operasi plastik.
Hal ini juga membantu dalam menentukan apakah prosedur lanjutan diperlukan di masa mendatang atau tidak.
Baca juga: Park Bo Gum Ungkap Rahasia Menjaga Kulit Mulus Tanpa Operasi Plastik
Tag: #apakah #hasil #operasi #plastik #bisa #bertahan #seumur #hidup