Kecelakaan di Malam Hari, KRL Jabodetabek Beroperasi Jam Berapa?
Ilustrasi penumpang KRL Jabodetabek. (Suara.com/Lilis Varwati)
14:30
28 April 2026

Kecelakaan di Malam Hari, KRL Jabodetabek Beroperasi Jam Berapa?

KRL Jabodetabek paling malam beroperasi jam berapa? Pertanyaan mengenai jam operasional KRL Jabodetabek mendadak ramai diperbincangkan di tengah insiden yang terjadi di Kawasan Bekasi Timur.

Peristiwa nahas tersebut terjadi di perlintasan sebidang JPL 85, tepatnya di dekat Bulak Kapal, area Stasiun Bekasi Timur.

Sebuah KRL relasi Bekasi-Cikarang dilaporkan menabrak mobil di perlintasan yang menyebabkan rangkaian kereta lain tidak bisa melanjutkan perjalanan secara normal seperti biasanya.

Rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) 5181 karena berhenti berdinas serta berjalan di luar jadwal reguler.

KA Argo Bromo Anggrek (KA4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya hingga akhirnya menabrak KRL PLB 5568 yang sedang berhenti di jalur tersebut.

Benturan keras menyebabkan kerusakan rangkaian, terutama di gerbong perempuan. 14 orang dilaporkan tewas dan alami luka-luka.

Publik kembali menyoroti jam operasional KRL Jabodetabek lantaran insiden yang terjadi di Bekasi Timur terjadi pada Senin malam, sekitar pukul 22.00 WIB.

Penting bagi Anda untuk mengetahui jam operasional KRL untuk mobilitas harian serta memenuhi kebutuhan perjalanan di kawasan padat, terutama Jabodetabek.

Dengan mengetahui jadwal keberangkatan kereta api, Anda akan terhindari dari keterlambatan dan dapat menyesuaikan jam pulang kerja supaya tidak tertinggal kereta.

Namun, sebelum lebih lanjut membahas soal jadwal, ada baiknya menulusuri sedikit sejarah kereta KRL di Indonesia.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut ulasan singkatnya.

Sejarah Kereta Rel Listrik di Indonesia

Setelah Indonesia merdeka, pengelolaan kereta api diambil alih oleh Djawatan Kereta Api (DKA) uang kemudian berkembang menjadi PT KAI.

Pada awal 2000-an, layanan kereta api berbasis listrik semakin dikembangkan untuk melayani masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

Layanan ini mulai dikenal luas oleh masyarakat dengan istilah KRL Jabodetabek yang kemudian pada tahun 2008 dibentuk sebuah perusahaan oleh anak perusahaan PT KAI bernama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang tugasnya mengelola dan mengoperasikan layanan kereta komuter.

Pada perkembangannya, layanan KRL semakin diperluas hingga ke luar Jabodetabek, seperti Yogyakarta-Solo yang sudah mulai beroperasi pada 2021 yang lalu.

Lokasi Operasi Kereta Commuter Line

Jaringan Commuter Line adalah jaringan yang paling luas dan sibuk di Indoneisa. Berikut adalah rute-rutenya utamanya:

·         Bogor – Jakarta Kota

·         Cikarang – Jakarta Kota via Bekasi, Jatinegara, Manggarai

·         Tangerang – Duri

·         Rangkasbitung – Tanah Abang via Serpong dan Parung Panjang

·         Nambo – Duri

·         Bekasi – Manggarai

·         Jakarta Kota – Tanjung Priok

Tarif KRL di Jabodetabek dikenakan biaya Rp3.000 untuk 25 km pertama. Nantinya akan ada tambahan tarif Rp1.000 per 10 km berikutnya.

KRL Jabodetabek Beroperasi Jam Berapa?

Jam operasional KRL Jabodetabek umumnya mulai pukul 04.00 sampai 24.00 setiap harinya dengan total 1.053 perjalanan per hari.

Tercatat pesebaran jam pengguna pada hari kerja masih terfokus pada jam-jam sibuk pagi yaitu sekitar pukul 05.30-07.30 WIB, dan sore mulai pukul 16.00-18.00 WIB.

Jadwal keberangkatan dapat berbeda-beda tergantung rute dan stasiun. Jaringan Commuter Line Jabodetabek merupakan rute padat penumpang, terutama jalur Bekasi – Manggarai.

Sebelumnya PT KAI menetapkan jam operasional hingga pukul 21.00 . Namun, di 2026 di perpanjang hingga dini hari, itupun hanya beberapa jaringan saja.

Pada relasi Jakarta Kota-Bogor, keberangkatan terakhir dari Stasiun Jakarta Kota menuju Bogor dijadwalkan pada pukul 01.25 WIB.

Sementara  itu, kereta lintas Rangkasbitung terakhir berangkat dari Stasiun Tanah Abang pukul 01.15 WIB dan akan tiba di Stasiun Rangkasbitung pada pukul 02.53 WIB.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Editor: Farah Nabilla

Tag:  #kecelakaan #malam #hari #jabodetabek #beroperasi #berapa

KOMENTAR