Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Setiap tanggal 1 April, suasana terasa sedikit berbeda. Pesan-pesan aneh mulai bermunculan, kabar yang terdengar tidak masuk akal tiba-tiba beredar, dan orang-orang tampak lebih waspada dari biasanya.
Bukan tanpa alasan, hari itu dikenal sebagai April Fools atau April Mop, momen ketika lelucon dan tipu-tipu ringan justru menjadi hal yang “diperbolehkan”.
Melansir International Business Times (31/3/2026), tradisi ini telah berlangsung selama berabad-abad, meski asal-usulnya masih belum bisa dipastikan.
Bahkan, hari ini dianggap sebagai waktu ketika orang merasa bebas mengerjai siapa saja, mulai dari teman dekat hingga rekan kerja.
April Fools adalah tradisi yang menarik karena hampir semua budaya punya cara masing-masing untuk bercanda dan menipu secara ringan.
Baca juga: Friday the 13th Dianggap Sial, Ini Alasan Orang Tetap Percaya Mitos
Hari ketika lelucon jadi “normal”
April Fools bukan sekadar hari iseng biasa.
Di hari ini, hal-hal yang biasanya dianggap aneh justru menjadi bagian dari tradisi.
Seseorang bisa membuat cerita palsu, mengirim temannya menjalankan tugas yang tidak ada, atau menyebarkan kabar yang sengaja dibuat mengecoh.
Begitu orang yang menjadi sasaran menyadari dirinya tertipu, biasanya akan disambut dengan seruan, “April Fools!”.
Sederhana, tetapi cukup untuk memancing tawa.
Baca juga: Kim Kardashian Ungkap Kekonyolan Putrinya saat April Mop
Asal-usulnya masih jadi teka-teki
Ilustrasi april mop. Tradisi April Fools yang identik dengan lelucon ternyata punya sejarah panjang dan cara perayaan yang berbeda di berbagai negara.
Meski sudah sangat dikenal, tidak ada satu cerita pasti tentang bagaimana April Fools bermula.
Salah satu kisah yang paling sering diceritakan datang dari Prancis pada abad ke-16.
Mengutip Euronews (31/3/2023), pada tahun 1564, Raja Charles IX memindahkan perayaan Tahun Baru dari sekitar 1 April ke 1 Januari. Namun, tidak semua orang langsung mengikuti perubahan itu.
Sebagian masih merayakan Tahun Baru di awal April, dan dari situlah mereka mulai dijadikan bahan lelucon.
Di sisi lain, ada juga yang mengaitkan April Fools dengan festival musim semi di masa Romawi kuno, seperti Hilaria, yang identik dengan pesta, penyamaran, dan saling mengejek.
Kebiasaan bercanda di awal musim semi ini sudah muncul dalam karya sastra sejak ratusan tahun lalu.
Baca juga: Prank April Mop Volkswagen Malah Jadi Bulan-bulanan Warganet
Tradisi unik dari berbagai negara
Ilustrasi april mop. Tradisi April Fools yang identik dengan lelucon ternyata punya sejarah panjang dan cara perayaan yang berbeda di berbagai negara.
Menariknya, setiap negara punya cara sendiri dalam merayakan April Fools.
Di Prancis, tradisinya cukup sederhana, tetapi ikonik.
Orang-orang diam-diam menempelkan ikan kertas di punggung orang lain, lalu tertawa ketika korban menyadarinya. Tradisi ini dikenal sebagai Poisson d’Avril atau “ikan April”.
Di Skotlandia, keseruannya bahkan berlangsung dua hari.
Hari pertama diisi dengan mengerjai orang lewat tugas-tugas yang tidak masuk akal, sementara hari kedua lebih banyak diisi dengan lelucon fisik seperti menempelkan tanda di punggung.
Di Inggris, ada aturan tidak tertulis bahwa prank hanya boleh dilakukan sampai tengah hari. Lewat dari itu, justru pelakunya yang dianggap sebagai “April fool”.
CNN (1/4/2024) juga mencatat bahwa di Iran, tradisi serupa sudah ada sejak lama melalui perayaan Sizdah Bedar yang jatuh di awal April.
Baca juga: Intip Aksi Jill Biden, Menyamar Jadi Pramugari Saat April Mop
Dari lelucon kecil hingga prank besar
Seiring waktu, April Fools tidak hanya dirayakan secara personal. Media dan perusahaan besar juga ikut meramaikan.
Salah satu contoh paling terkenal terjadi pada 1957, ketika BBC menayangkan laporan tentang pohon yang bisa menghasilkan spageti. Banyak orang percaya, bahkan sampai bertanya bagaimana cara menanamnya.
Euronews menyebut tradisi ini terus berkembang, terutama di era digital. Kini, prank bisa menyebar jauh lebih cepat melalui media sosial.
Namun, di balik semua itu, orang juga diingatkan untuk tetap berhati-hati terhadap informasi yang beredar pada 1 April.
Tradisi lama yang tetap terasa dekat
Di tengah dunia yang serba cepat dan serius, April Fools hadir sebagai jeda kecil yang ringan.
Hari ini tidak menuntut sesuatu yang besar. Cukup satu lelucon sederhana, satu momen kecil yang membuat orang tertawa.
Mungkin itulah alasan mengapa tradisi ini tetap bertahan hingga sekarang. Bukan karena besar atau rumit, tetapi karena mampu menghadirkan hal yang paling sederhana, yaitu rasa senang.
Baca juga: Sejarah April Mop di Tanggal 1 April, Perayaan Prank Sedunia
Tag: #april #fools #tradisi #iseng #april #yang #punya #sejarah #cerita #unik