Pasta Gigi Bisa Menghilangkan Jerawat, Mitos atau Fakta?
Ilustrasi jerawat di wajah(Dok. Freepik)
21:10
26 Maret 2026

Pasta Gigi Bisa Menghilangkan Jerawat, Mitos atau Fakta?

- Menggunakan pasta gigi untuk mengatasi jerawat menjadi salah satu trik yang cukup populer. Banyak orang menganggap bahan yang mudah ditemukan ini bisa menjadi solusi cepat saat jerawat muncul tiba-tiba.

Namun, apakah cara ini benar-benar efektif atau justru berisiko bagi kesehatan kulit? Sejumlah dermatolog mengungkap fakta di balik kebiasaan tersebut.

Apakah pasta gigi bisa menghilangkan jerawat?

Kandungan dalam pasta gigi bisa mengeringkan jerawat

Secara teori, penggunaan pasta gigi untuk jerawat tidak sepenuhnya tanpa dasar. Beberapa kandungan dalam pasta gigi diketahui memiliki efek mengeringkan.

Baca juga: Apakah Pasta Gigi Bisa Atasi Gas Air Mata? Ini Penjelasan Dokter

Menurut dermatolog Joshua Zeichner, MD, pasta gigi dulu mengandung bahan antibakteri tertentu.

“Banyak pasta gigi dulu mengandung triclosan, yaitu zat antimikroba yang membantu membunuh bakteri penyebab jerawat di kulit,” ujarnya, seperti dikutip Seventeen, Kamis 926/3/2026).

Selain itu, bahan lain seperti baking soda, hidrogen peroksida, dan alkohol juga dapat membantu mengurangi minyak berlebih. 

Sensasi dingin dari mentol pun bisa memberikan efek sementara dalam meredakan pembengkakan.

Meski terdengar menjanjikan, manfaat ini tidak serta-merta membuat pasta gigi aman digunakan sebagai obat jerawat.

Pasta gigi tidak dirancang untuk kulit dan berisiko iritasi

Masalah utama dari penggunaan pasta gigi adalah fungsinya yang memang tidak ditujukan untuk kulit wajah.

Dermatolog Lauren Ploch, MD menegaskan, produk ini bisa memicu reaksi negatif.

“Pasta gigi dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan dermatitis kontak alergi, terutama jika memiliki rasa atau aroma tertentu,” jelasnya.

Kulit wajah memiliki struktur yang lebih sensitif dibandingkan area lain, sehingga bahan dalam pasta gigi, termasuk fluoride dan bahan pemutih, bisa memicu kemerahan, rasa perih, hingga iritasi.

Alih-alih menyembuhkan, penggunaan pasta gigi justru berisiko membuat kondisi jerawat semakin parah.

Baca juga: 5 Kesalahan Umum Saat Treatment Jerawat yang Justru Memperparah Kondisi Kulit

Bisa ganggu keseimbangan pH dan kelembapan kulit

Selain iritasi, penggunaan pasta gigi juga dapat mengganggu keseimbangan alami kulit.

Dermatolog Adeline Kikam, MD mengungkap, pH kulit cenderung asam, sementara pasta gigi memiliki pH lebih basa.

“Kulit kita memiliki pH yang cenderung asam, sehingga penggunaan bahan dengan pH basa dapat mengganggu keseimbangan tersebut dan merusak lapisan pelindung kulit,” ungkap dia.

Ia menambahkan, kondisi ini bisa menyebabkan kulit menjadi kering, mengelupas, dan lebih rentan terhadap iritasi.

Banyak orang keliru menganggap efek kering sebagai tanda jerawat sembuh, padahal sebenarnya itu adalah bentuk iritasi yang tidak sehat.

Gunakan produk khusus jerawat yang lebih aman 

Para ahli sepakat bahwa solusi terbaik tetap menggunakan produk yang memang diformulasikan khusus untuk kulit berjerawat. Ploch menyarankan penggunaan bahan aktif yang sudah terbukti secara medis.

“Gunakan produk yang mengandung benzoyl peroxide karena dapat membantu membunuh bakteri dan membuka pori-pori yang tersumbat,” sarannya.

Sementara itu, Kikam merekomendasikan salicylic acid untuk mengatasi berbagai jenis jerawat.

“Bahan ini larut dalam minyak sehingga mampu menembus pori-pori dan membersihkan kotoran serta minyak berlebih,” imbau dia.

Bukan cuma itu, penggunaan pimple patch juga bisa menjadi alternatif untuk membantu mempercepat penyembuhan sekaligus mencegah kebiasaan memencet jerawat.

Meski memiliki beberapa kandungan yang bisa membantu mengeringkan jerawat, penggunaan pasta gigi bukanlah solusi yang direkomendasikan. Risiko iritasi dan kerusakan skin barrier justru lebih besar dibanding manfaatnya.

 Baca juga: Membedakan Jerawat di Bibir dengan Herpes

Tag:  #pasta #gigi #bisa #menghilangkan #jerawat #mitos #atau #fakta

KOMENTAR