Eksfoliasi Berlebihan Justru Bisa Merusak Kulit Wajah, Pahami Cara Mengatasinya
Ilustrasi(FREEPIK)
11:05
26 Maret 2026

Eksfoliasi Berlebihan Justru Bisa Merusak Kulit Wajah, Pahami Cara Mengatasinya

- Salah satu cara untuk membersihkan sel kulit mati adalah dengan melakukan eksfoliasi. Langkah ini juga membantu menjaga pori-pori tetap bersih, sekaligus meratakan warna kulit yang kusam.

Namun, perawatan kulit yang seharunya menyehatkan ini, bisa berdampak buruk jika kamu terlalu sering melakukannya. Banyak yang mengira, semakin sering wajah digosok maka hasilnya akan semakin bersih dan cerah.

Dokter spesialis kulit dari Turner Dermatology di New York City, Amerika Serikat, Ryan Turner, mengungkap, eksfoliasi yang terlalu agresif justru akan membuat wajah tampak memerah dan meradang selama berhari-hari.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Eksfoliasi Bikin Kulit Wajah Mudah Iritasi?

"Eksfoliasi berlebihan dapat menyebabkan kemerahan, iritasi, sensitivitas, dan pengelupasan," ucap dr. Turner, menyadur GQ, Rabu (25/3/2026).

Namun, ia menekankan, tidak ada patokan frekuensi yang baku mengenai seberapa sering seseorang harus melakukan prosedur ini, mengingat kekuatan setiap produk di pasaran sangat bervariasi.

"Eksfoliasi bukanlah solusi yang cocok untuk semua orang. Pergantian sel kulit dan sensitivitas bervariasi dari orang ke orang," tambah dia.

Panduan aman eksfoliasi wajah

Mengenal dua jenis eksfolian

Ilustrasi kesalahan eksfoliasi wajah wanita di atas 50 tahunFreepik Ilustrasi kesalahan eksfoliasi wajah wanita di atas 50 tahun

Secara garis besar, produk eksfoliasi terbagi menjadi dua jenis, yakni kimiawi dan fisik. Eksfolian kimia bekerja dengan cara melarutkan sel kulit mati secara lembut untuk mempercepat proses regenerasi.

Jenis ini sangat efektif untuk memudarkan noda hitam hiperpigmentasi dan menyamarkan tampilan pori-pori yang besar.

Selanjutnya adalah eksfolian fisik berupa scrub yang bekerja dengan cara mengikis langsung tumpukan sel kulit mati yang kusam di permukaan wajah. Scrub dapat mencegah pori-pori tersumbat dan memicu pertumbuhan sel baru yang lebih sehat.

Eksfolian fisik, ideal digunakan sebelum bercukur untuk mencegah iritasi pisau cukur dan risiko rambut tumbuh ke dalam bagi pria. Meski begitu, dr. Turner lebih merekomendasikan eksfolian kimiawi.

"Eksfolian kimiawi hanya melibatkan sedikit, atau bahkan tanpa penggosokan, dan tidak begitu mengganggu lapisan pelindung kulit dibandingkan scrub fisik yang kasar," jelas dia.

"Eksfolian kimiawi yang mengandung alpha hydroxy acids (AHA, seperti lactic acid) atau beta-hydroxy acids (BHA, seperti salicylic acid), misalnya, juga bagus untuk kulit berjerawat dan hiperpigmentasi," lanjut dr. Turner.

Baca juga: Seberapa Sering Harus Eksfoliasi Wajah? Ini Kata Dokter Kulit

Kenali batas dan tanda bahayanya

Mengingat tingkat toleransi setiap individu berbeda, cara terbaik untuk mengetahui batas aman adalah dengan mengamati reaksi yang muncul pada kulitmu.

"Ketika seseorang melakukan eksfoliasi berlebihan, kulit bisa menjadi merah, sensitif, dan terasa terbakar," tutur dr. Turner.

Untuk mencegah kerusakan di awal, sangat disarankan untuk melakukan uji coba dengan mengoleskan sedikit produk pada bagian dalam lengan atau tengkuk sebelum mengaplikasikannya ke seluruh wajah.

Mulailah dengan formula berintensitas rendah dan batasi penggunaannya hanya satu hingga dua kali dalam seminggu.

Kamu juga harus sangat berhati-hati saat menggabungkan bahan aktif dalam tahapan rutinitas kecantikan harianmu.

"Sering kali, penggunaan retinoid dan eksfolian kimia secara bersamaan dapat meningkatkan iritasi kulit," ungkap dia.

Baca juga: Kulit Sensitif tidak Dianjurkan untuk Eksfoliasi, Benarkah?

Ilustrasi apa itu eksfoliasi, manfaat eksfoliasi.stuidoredcup/ Freepik Ilustrasi apa itu eksfoliasi, manfaat eksfoliasi.

Langkah pemulihan lapisan pelindung kulit

Jika wajah sudah telanjur mengalami iritasi akibat eksfoliasi yang berlebihan, langkah penanganan yang harus diambil adalah langsug menghentikan semua produk eksfoliasi yang memicu reaksi tersebut.

"Ketika ini terjadi, sebaiknya hentikan sementara rutinitas eksfoliasimu dan lembapkan kulit untuk membantu menenangkannya dan memulihkan lapisan pelindung kulit," imbau dr. Turner.

Baca juga: 3 Masker Alami untuk Eksfoliasi Wajah dengan Bahan Dasar Gula

Selama masa penyembuhan, beralihlah ke sabun cuci muka berbahan lembut tanpa kandungan asam, serta rutin aplikasikan pelembap yang mengandung ceramide, squalane, atau hyaluronic acid. Bahan-bahan ini mampu menenangkan peradangan dan mengunci hidrasi pelindung kulit.

"Pemulihan mungkin membutuhkan waktu hingga empat minggu agar kulit dapat menyelesaikan siklus pembaruan," kata dr. Turner.

Jika kondisi wajah sudah benar-benar kembali normal, kamu bisa mulai merutinkan perawatan kulitmu secara perlahan.

"Memulai kembali dengan eksfolian kimia dengan persentase lebih rendah atau mengurangi frekuensi eksfoliasi dapat membantu mengembalikan kondisi kulitmu," ucap dr. Turner.

Bagi kamu yang tetap ingin menggunakan eksfolian fisik, pastikan untuk selalu memilih produk dengan tekstur butiran yang sangat halus.

"Saya merekomendasikan eksfolian dengan bahan dasar alami berupa bubuk beras atau butiran jojoba. Produk ini efektif tetapi kurang abrasif pada kulit," pungkas dia.

Tag:  #eksfoliasi #berlebihan #justru #bisa #merusak #kulit #wajah #pahami #cara #mengatasinya

KOMENTAR