Kenapa Kita Sering Naksir Orang yang Cuek?
- Secara logika, setiap orang mendambakan sosok pendamping yang hangat, penuh perhatian, dan selalu menghargai kehadirannya.
Namun, pesona seseorang terkadang justru melonjak drastis saat ia mulai lambat membalas pesan, membatalkan janji secara sepihak, atau menunjukkan sikap tarik-ulur.
Alih-alih mundur teratur, kamu malah merasa tertantang dan tidak bisa berhenti memikirkan sosok yang jelas-jelas tidak memberikan kepastian tersebut.
Fenomena mengejar orang yang bersikap dingin ini rupanya bukan sekadar masalah selera yang buruk dalam memilih pasangan.
Baca juga: Naksir Sahabat? Ini Tips Mengubah Pertemanan Jadi Hubungan Asmara
"Menyukai seseorang yang tidak membalas perasaan kita adalah pengalaman yang sangat wajar dan tidak perlu dianggap sebagai sebuah kelainan," kata psikoterapis yang berbasis di California, Amerika Serikat, Angela Sitka, disadur dari Vogue India, Senin (23/3/2026).
Pada dasarnya, manusia memang mampu menaruh minat pada banyak orang, dan wajar jika sebagian dari mereka tidak memberikan respons yang setimpal.
Meski begitu, apabila kamu terus-menerus terjebak dalam siklus menyukai orang yang gemar menjaga jarak, ada beberapa faktor psikologis yang memengaruhinya.
Baca juga: Makna Tersembunyi Warna Favorit Saat Jatuh Cinta, Apa Warnamu?
Mengapa kamu selalu naksir pada orang yang cuek?
Gaya kelekatan cemas
Ilustrasi cemas. Psikolog menjelaskan terlalu sering melihat rekaman bencana di media sosial dapat memicu trauma sekunder dan memperparah rasa cemas.
Pemicu yang paling umum adalah gaya kelekatan cemas (anxious attachment). Karakter ini merujuk pada individu yang sangat sensitif terhadap tanda-tanda penolakan sekecil apa pun, seperti balasan pesan yang lama atau nada bicara yang berubah dingin.
Kondisi ini sering kali berakar dari pola asuh di masa lalu yang membuat sistem saraf selalu bersiaga menghadapi ancaman pengabaian.
"Kecemasan dan ketidakpastian dapat mengintensifkan daya tarik dan terasa seperti 'percikan' asmara," ungkap Sitka.
Baca juga: Emofilia, Istilah untuk Orang yang Gampang Jatuh Cinta
"Dan untuk meredakan kecemasan itu, kita merasa perlu mengejar individu tersebut lebih jauh. Kita mungkin bahkan meromantisasi kegelisahan ini," lanjut dia.
Sitka menegaskan, sensasi berdebar yang muncul sering disalahartikan oleh otak sebagai sebuah kecocokan. Padahal, itu hanyalah bentuk stres pada tubuh akibat menghadapi ketidakpastian.
Menghindari kedekatan emosional
Di sisi lain, dorongan untuk mendekati sosok yang sulit dijangkau bisa juga bersumber dari ketakutan diri sendiri akan keintiman.
Terapis berlisensi Morgan Hancock menuturkan, menunjukkan sisi rentan dan mengambil risiko untuk terluka bisa menjadi hal yang sangat menakutkan bagi sebagian orang.
Baca juga: Berapa Lama Perasaan Jatuh Cinta Bisa Bertahan Sebelum Memudar? Ini Jawaban Pakar
Oleh sebab itu, saat orang yang ditaksir mulai menarik diri dan bersikap cuek, situasi tersebut tanpa sadar justru terasa lebih aman.
"Bisa terasa melegakan ketika mereka menahan diri, karena mereka membangun kembali rasa kendali yang membantu menjaga jarak," kata Hancock.
Ketika tuntutan untuk benar-benar terbuka atau berkomitmen memudar, dinamika pendekatannya terasa lebih minim risiko dan menjadi "lebih seru".
Mengincar sosok yang sulit dijangkau
Ilustrasi naksir cewek cuek.
Secara psikologis, penelitian bertajuk "Playing Hard-to-Get: A New Look at an Old Strategy" menunjukkan, manusia punya kecenderungan alami untuk melihat sesuatu atau seseorang sebagai sosok yang lebih berharga ketika mereka sulit dijangkau.
Seolah-olah, menerima balasan pesan atau sedikit perhatian dari si cuek membuatmu merasa "spesial" atau berarti karena telah "menang" dalam sebuah kompetisi.
Baca juga: Begini Sikap Pria Taurus Saat Jatuh Cinta, Perlahan tapi Pasti
Terjebak dalam idealisasi dan fantasi pribadi
Keadaan ini juga kerap didorong oleh idealisasi simbolis. Kamu mungkin melihat sosok tersebut sebagai perwujudan dari kriteria idaman, misalnya memiliki karier cemerlang atau selera musik yang sama.
Padahal, pada kenyataannya, sikap mereka di masa kini sangatlah cuek. Akibatnya, kamu lebih merespons versi sempurna si dia di dalam imajinasi sendiri, bukan realitas karakter aslinya.
"Hal ini dapat mengaburkan kemampuanmu untuk menilai kualitas mereka secara obyektif, serta sifat hubunganmu saat ini," ucap Sitka.
Baca juga: Sifat Zodiak dalam Percintaan, Aquarius Punya Cara Pendekatan Berbeda
Siklus tarik-ulur yang bikin kecanduan
Seseorang yang sikapnya berubah-ubah, dari hangat menjadi sangat dingin, tanpa sadar sedang menerapkan pola penguatan intermiten (intermittent reinforcement). Ini adalah pola ketika perhatian diberikan secara tidak konsisten dan acak.
"Karena mereka sangat tidak dapat diprediksi, bahkan gestur kebaikan yang sesekali diberikan, bisa terasa sangat istimewa," tutur Sitka.
Layaknya candu, kamu terus mengejar perhatian tersebut tanpa tahu kapan akan mendapatkannya lagi.
Sebagai solusi, Sitka menyarankan untuk melakukan refleksi diri. Cobalah perhatikan bagaimana tubuh bereaksi saat si dia tidak memberi kabar. Apakah kamu sekadar merasa bingung, atau justru muncul rasa panik dan cemas yang berlebihan?
Selain itu, berhentilah selalu menjadi pihak yang memulai segalanya. Lihatlah apakah mereka akan mulai menunjukkan usaha, atau justru perlahan menghilang. Hal ini penting untuk menyadarkanmu bahwa konsistensi dan hubungan timbal balik adalah fondasi utama yang sebenarnya kamu butuhkan.
Baca juga: 4 Cara Membangun Pernikahan Sehat agar Tak Terjebak Nostalgia Pacaran