Benarkah Manicure Bisa Merusak Kuku? Ini Kata Ahli
- Perawatan kuku seperti manicure menjadi rutinitas yang digemari banyak perempuan karena kuku menjadi rapi dan bersih. Namun, apakah manicure justru berdampak buruk bagi kesehatan kuku?
Berikut penjelasan dari para ahli mengenai keamanan manicure serta hal-hal yang perlu diwaspadai.
Benarkah manicure bisa merusak kuku?
Risiko dari bahan kimia dan alergi pada kuku
Salah satu risiko utama manicure berasal dari kandungan bahan kimia dalam cat kuku. Beberapa bahan tertentu dapat memicu alergi pada kulit di sekitar kuku.
“Beberapa alergen umum dalam cat kuku termasuk resin formaldehida, dibutyl phthalate, toluene, dan triphenyl phosphate,”jelas dokter kulit Dr. Connie Yang, disadur Byrdie, Senin (23/3/2026).
Baca juga: Eropa Larang Zat Kimia TPO dalam Cat Kuku Gel karena Ganggu Kesuburan
Reaksi alergi ini bisa berupa kemerahan, bengkak, hingga iritasi pada kulit. Bahkan, dalam beberapa kasus, ruam juga bisa muncul di area lain seperti kelopak mata karena kebiasaan menyentuh wajah tanpa sadar.
Pemilihan produk yang aman dan bebas bahan kimia berbahaya sangat penting untuk menjaga kesehatan kuku dan kulit.
Teknik manicure yang salah bisa merusak kuku
Selain bahan, dokter kulit Dr. Dana Stern mengungkap, teknik pengerjaan manicure juga berperan besar dalam menentukan kesehatan kuku.
“Praktik manicure yang terlalu agresif seperti menghilangkan kutikula atau mendorongnya dengan kuat dapat merusak kutikula dan matriks kuku,” tuturnya.
Baca juga: Bahaya Cat Kuku Gel: Bisa Buat Kuku Rapuh dan Alergi, Ini Penjelasan Dokter
Matriks kuku adalah bagian penting yang berfungsi menghasilkan kuku baru. Jika bagian ini rusak, pertumbuhan kuku bisa terganggu, bahkan menyebabkan kuku menjadi lebih rapuh.
Oleh karena itu, penting untuk memilih salon yang terpercaya dan memastikan teknik yang digunakan tidak menyakitkan atau terlalu keras.
20 inspirasi nail art maroon elegan yang classy dan modern. Cocok untuk pesta, kondangan, hingga acara formal favoritmu!
Proses penghapusan cat kuku bisa membuat kuku kering
Banyak orang tidak menyadari bahwa proses menghapus cat kuku juga dapat berdampak negatif. Penggunaan cairan berbasis aseton, misalnya, dapat membuat kuku dan kulit di sekitarnya menjadi kering.
Menurut Dr. Stern, penggunaan aseton secara berlebihan dapat menyebabkan kuku menjadi lemah dan mudah patah, serta kulit menjadi iritasi.
Untuk mengurangi risiko ini, disarankan menggunakan penghapus cat kuku tanpa aseton yang lebih lembut dan mengandung bahan pelembap.
Baca juga: Tren Nail Art Makin Populer, Dokter Ingatkan Tidak Sembarangan Melepas Kuku Palsu
Risiko tambahan pada manicure gel dan akrilik
Manicure jenis gel dan akrilik memiliki daya tahan lebih lama, tetapi juga memiliki risiko tambahan.
Pada manicure gel, kuku harus dikeringkan menggunakan lampu UV. Paparan sinar ini berpotensi menyebabkan penuaan dini pada kulit dan meningkatkan risiko kanker kulit.
“Paparan sinar UVA dan UVB tanpa perlindungan dapat merusak DNA sel kulit dan menyebabkan mutasi yang berujung pada penuaan dini dan kanker kulit,” terang Stern
Sementara itu, manicure akrilik berisiko menyebabkan infeksi bakteri dan jamur jika terdapat kelembapan yang terperangkap di antara kuku asli dan lapisan akrilik.
Baca juga: Lampu UV Vs LED untuk Nail Art, Mana yang Lebih Cepat dan Aman?
Manicure tetap aman asal dilakukan dengan cara tepat
Meski memiliki risiko, para ahli sepakat bahwa manicure tidak selalu berbahaya jika dilakukan dengan benar.
“Secara umum, manicure tidak merusak kuku. Namun, ada langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk melindungi kesehatan kuku dan kulit,” imbau dokter kulit Dr. Joshua Zeichner.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain memilih produk yang aman, menghindari penghapusan kutikula, menggunakan sunscreen saat manicure gel, serta tidak terlalu sering melakukan perawatan.
Selain itu, menjaga kebersihan alat dan memilih salon terpercaya juga menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko infeksi.
Baca juga: Kuku Menguning dan Retak Bisa Jadi Efek Nail Art yang Dilakukan Terlalu Sering