Bahasa Tubuh Pasangan yang Menandakan Cintanya Tulus
Ilustrasi pasangan(FREEPIK)
06:50
27 Februari 2026

Bahasa Tubuh Pasangan yang Menandakan Cintanya Tulus

- Rasa sayang dalam hubungan tak selalu diungkapkan lewat kata-kata manis atau hadiah mahal. 

Dalam banyak kasus, justru bahasa tubuh pasanganlah yang paling jujur menunjukkan perasaan cinta dan keterikatan emosional. 

Pakar bahasa tubuh menilai, komunikasi nonverbal menjadi fondasi penting dalam membangun kedekatan emosional. 

Tanpa disadari, pasangan yang saling mencintai kerap menunjukkan sinyal-sinyal kasih sayang yang konsisten dan alami melalui tubuh mereka.

“Bahasa tubuh adalah arus emosional yang mengalir dalam sebuah hubungan,” ujar Blanca Cobb, pakar bahasa tubuh dan edukator, disadur HuffPost, Kamis (26/2/2026).

Lantas, bahasa tubuh seperti apa yang menandakan pasangan benar-benar menyayangimu?

Baca juga: Cinta dan Keamanan Finansial, Seberapa Besar Pengaruhnya dalam Hubungan?

Sentuhan lembut yang hadir secara alami

Salah satu tanda paling jelas dari rasa sayang adalah sentuhan. Namun, sentuhan yang dimaksud bukan selalu soal kemesraan berlebihan di depan umum. 

Dalam hubungan yang sehat, sentuhan sering muncul secara spontan dan penuh makna.

Pasangan yang menyayangi satu sama lain kerap menunjukkan kedekatan melalui sentuhan kecil, seperti meletakkan tangan di punggung bawah, menggenggam tangan saat berjalan, atau mengusap rambut dengan lembut. 

Menurut Patti Wood, pakar bahasa tubuh dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, sentuhan ini menciptakan rasa aman dan keterhubungan emosional.

“Ada tarian kecil dalam sentuhan yang biasanya terjadi pada pasangan yang penuh kasih,” kata Wood. 

Sentuhan tersebut bukan hanya bentuk afeksi, tetapi juga sinyal bahwa pasangan merasa nyaman, rileks, dan tidak perlu memasang ‘perlindungan’ saat bersama orang yang dicintai.

Baca juga: Apa Itu Karmic Relationship? Hubungan yang Memberi Pelajaran Hidup

Ilustrasi pasangan.Freepik Ilustrasi pasangan.

Postur terbuka dan gerakan yang saling menyelaraskan

Bahasa tubuh penuh cinta juga tercermin dari postur yang terbuka. Pasangan yang saling menyayangi cenderung tidak menyilangkan tangan, tidak membungkuk menjauh, dan tidak menjaga jarak secara berlebihan. 

Sebaliknya, tubuh mereka mengarah satu sama lain, bahkan kaki pun sering menghadap ke pasangan saat berbincang.

Wood menjelaskan, sikap tubuh yang terbuka menandakan kesiapan untuk menerima, mendengarkan, dan terhubung secara emosional. 

“Saat bersama orang yang kita cintai, ada perasaan terbuka. Saya tidak perlu berjaga-jaga, tidak perlu melindungi diri, dan tidak memakai ‘zirah’ apa pun,” ujarnya.

Menariknya, pasangan yang memiliki ikatan kuat juga sering kali tanpa sadar meniru gerakan satu sama lain, mulai dari posisi duduk hingga ritme bernapas. 

Menurut Cobb, bergerak selaras menunjukkan bahwa dua orang tersebut benar-benar cocok dan berada pada frekuensi emosional yang sama.

Baca juga: Zodiak Gemini Cocok dengan Siapa? Ini Daftar Pasangan Paling Serasi

Kontak mata yang penuh perhatian

Kontak mata menjadi salah satu indikator penting dalam bahasa tubuh cinta.  Pasangan yang menyayangi satu sama lain umumnya mampu mempertahankan tatapan mata saat berbicara, mendengarkan dengan saksama, dan menghentikan aktivitas lain demi memberi perhatian penuh.

“Kontak mata adalah cara mereka mengatakan, ‘Kamu lebih penting daripada apa pun yang sedang saya lakukan,’” kata Cobb. 

Dalam hubungan yang sehat, tatapan ini tidak terasa mengintimidasi, melainkan hangat dan menenangkan.

Di tengah era gawai dan notifikasi tanpa henti, mempertahankan kontak mata memang menjadi tantangan. Namun, Wood menyarankan agar pasangan sengaja menjauhkan ponsel saat menghabiskan waktu bersama. 

Tanpa distraksi, koneksi emosional pun akan terbangun lebih kuat melalui tatapan dan kehadiran penuh.

Baca juga: Catat, Pasangan Shio yang Kurang Cocok dan Berpotensi Sering Konflik

Bergerak bersama dan memberi ruang aman emosional

Bahasa tubuh penuh cinta juga terlihat dari cara pasangan bergerak bersama di ruang publik. 

Apakah mereka berjalan seirama? Apakah salah satu tidak meninggalkan pasangannya berjalan di belakang? 

Menurut Cobb, berjalan dengan ritme yang sama menandakan adanya keselarasan dan rasa saling menghargai.

Sebaliknya, pasangan yang terus berjalan lebih cepat dan meninggalkan pasangannya bisa memberi kesan kurang peduli.

Tak heran, kebiasaan ini bahkan kerap dianggap sebagai tanda bahaya dalam hubungan oleh sebagian orang.

Baca juga: Ragam Arti Mimpi Menikah, Tanda Bakal Bertemu Jodoh?

Bahasa tubuh perlu didukung komunikasi verbal

Meski bahasa tubuh memegang peranan penting, para ahli menegaskan bahwa komunikasi nonverbal sebaiknya tetap diiringi dengan komunikasi verbal yang sehat. 

Bahasa tubuh dapat memperkuat kedekatan, tetapi tidak selalu cukup untuk menyelesaikan konflik atau jarak emosional.

Menurut Cobb, menyelaraskan bahasa tubuh dengan percakapan yang jujur dan terbuka adalah kunci menjaga hubungan tetap hangat dan penuh makna.

Tag:  #bahasa #tubuh #pasangan #yang #menandakan #cintanya #tulus

KOMENTAR