7 Ciri Orang dengan Energi Positif, Memancarkan Ketenangan
Pernahkah Anda bertemu dengan seseorang yang, meski hanya berbincang singkat, membuat perasaan Anda jauh lebih tenang dan bersemangat?
Sebaliknya, ada pula tipe orang yang baru sebentar saja bersama, energi kita rasanya langsung terkuras habis.
Dikutip dari Yale Insights, fenomena ini bukan sekadar soal "perasaan" atau "kecocokan" semata.
Hal ini berkaitan erat dengan apa yang disebut oleh para peneliti sebagai Positive Relational Energy.
Kim Cameron, seorang profesor dari University of Michigan yang melakukan penelitian mendalam mengenai topik ini, menyebutkan bahwa energi positif bersifat "menghidupkan" (life-giving).
Berbeda dengan energi fisik yang akan habis jika digunakan, energi positif justru bertambah saat dibagikan.
Dikutip dari Yale Insights, berikut adalah 7 tanda yang divalidasi oleh sains bahwa Anda adalah pembawa energi positif bagi lingkungan sekitar:
1. Membuat lawan bicara ikut semangat
Riset menunjukkan adanya tipe orang yang berfungsi sebagai positive energizer.
Setelah berinteraksi dengan mereka, orang lain merasa lebih hidup dan termotivasi.
Jika orang-orang sering berkata, "Mengobrol denganmu membuatku semangat lagi," bisa jadi Anda memiliki energi ini.
2. Menjadi pendengar yang baik dan penuh empati
Energi positif tidak selalu berarti banyak bicara atau menjadi pusat perhatian.
Sebaliknya, pemilik energi ini biasanya adalah pendengar yang luar biasa.
Menurut Journal of Positive Psychology, kemampuan mendengarkan tanpa menghakimi (active listening) menciptakan rasa aman secara psikologis yang memancarkan ketenangan luar biasa bagi lawan bicara.
3. Tenang menghadapi masalah
Orang yang positif bukan berarti tidak pernah sedih.
Namun, mereka memiliki apa yang disebut Barbara Fredrickson, pakar psikologi positif dari UNC Chapel Hill, sebagai konsep Broaden-and-Build.
Saat menghadapi masalah, mereka mampu memproses emosi negatif dengan sehat dan lebih cepat fokus pada solusi ketimbang mengeluh.
4. Menularkan senyuman
Pernahkah Anda merasa tenang hanya dengan melihat seseorang yang kalem? Sains menyebut ini sebagai Emotional Contagion.
Di dalam otak manusia terdapat mirror neurons (sel saraf cermin).
Orang dengan energi positif memancarkan sinyal ketenangan yang secara otomatis "ditangkap" dan ditiru oleh otak orang di sekitarnya.
5. Fokus pada potensi, bukan kekurangan
Dalam studinya tentang kepemimpinan, Kim Cameron mencatat bahwa pemilik energi positif secara alami mencari apa yang "benar" dari orang lain, bukan sibuk mencari kesalahan.
Memberikan apresiasi yang tulus terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan hormon dopamin pada orang yang menerimanya.
Ilustrasi senyuman
6. Tidak berakting
Keaslian atau autentisitas adalah kunci. Orang yang positif tidak berusaha keras untuk terlihat sempurna di depan orang lain.
Karena mereka sudah selesai dengan diri sendiri (self-acceptance), orang lain pun tidak merasa perlu "berakting" saat berada di dekat mereka.
Inilah yang menciptakan rasa nyaman dengan diri sendiri.
7. Memancarkan senyum tulis
Bukan sekadar senyum formalitas, orang berenergi positif sering menunjukkan Duchenne smile, senyum tulus yang melibatkan otot di sekitar mata.
Riset dari National Institutes of Health (NIH) menunjukkan bahwa melihat senyum tulus ini dapat menurunkan kadar kortisol (hormon stres) pada orang yang memandangnya.
Memberi ruang untuk diri sendiri dan orang lain
Menjadi pribadi yang positif bukan berarti harus selalu tertawa atau bahagia setiap saat.
Ini tentang bagaimana kehadiran Anda mampu memberikan ruang bagi orang lain untuk merasa dihargai, tenang, dan berdaya.
Tag: #ciri #orang #dengan #energi #positif #memancarkan #ketenangan