Kompor Kaca Jadi Primadona Dapur Modern, Apa yang Membuatnya Semakin Diminati?
Kompor Kaca Jadi Primadona Dapur Modern, Apa yang Membuatnya Semakin Diminati? (Dok. Istimewa)
00:50
30 November 2025

Kompor Kaca Jadi Primadona Dapur Modern, Apa yang Membuatnya Semakin Diminati?

Baca 10 detik
  • Kompor kaca jadi tren dapur modern; Niko Elektronik masuk segmen ini dengan konsep “mewah tapi terjangkau”.
  • Niko memproduksi puluhan varian kompor kaca berkualitas global dan memperkuat merek lewat kolaborasi dengan Chef Arnold.
  • Penjualan stabil, Niko jadi merek lokal teratas dan terus memperluas distribusi serta meningkatkan kualitas.

 

Di tengah berkembangnya tren dapur modern, kompor kaca kini menjadi salah satu perangkat yang banyak diburu konsumen Indonesia. 

Tampilan yang elegan, mudah dibersihkan, serta kesan mewah yang ditawarkannya membuat perangkat ini naik kelas bukan sekadar alat memasak, melainkan bagian dari estetika rumah.

Selama beberapa tahun terakhir, permintaan kompor kaca meningkat signifikan, terutama di segmen rumah tangga kelas menengah yang mulai memperhatikan desain interior dapur. 

Namun, pasar ini sebelumnya didominasi merek Jepang dan Eropa dengan harga yang relatif tinggi. Celah inilah yang kemudian mendorong pemain lokal untuk ikut masuk dengan menawarkan kualitas setara, namun lebih terjangkau.

Salah satunya adalah PT Niko Elektronik Indonesia, yang sejak 2019 menempatkan kompor kaca sebagai produk unggulannya. Keputusan tersebut bukan tanpa riset. 

Dari berbagai diskusi kelompok dan survei pasar, perusahaan menemukan fakta bahwa kompor kaca menjadi impian banyak keluarga, tetapi harganya masih menjadi hambatan utama.

“Pasar kompor kaca masih sangat besar dan seksi, karena belum semua rumah tangga di Indonesia beralih ke produk ini. Dan belum semua bisa menjangkau harganya. Ini yang membuat Niko Elektronik semakin optimistis,” ujar Siswo Handoyo, Managing Director PT Niko Elektronik Indonesia.

Mengusung Konsep Affordable Luxury

Dengan pendekatan “mewah tapi terjangkau”, Niko menyasar konsumen kelas menengah yang ingin mempercantik dapur tanpa biaya berlebih. 

Semua kompor kaca Niko diproduksi di pabrik sendiri di Banjardowo, Semarang, yang menyerap lebih dari 1.000 tenaga kerja lokal.

Kompor kaca besutan Niko menggunakan kaca tempered 7–8 mm yang tahan panas hingga 180 derajat dan mampu menahan beban hingga 100 kg, spesifikasi yang lazim ditemukan pada produk global. 

Dengan lebih dari 30 varian, mulai dari kompor atas meja, tanam, hingga seri keamanan dengan fitur safety pin, timer, dan wind shield, konsumen memiliki pilihan yang lebih luas. Harganya pun bervariasi dari sekitar Rp300 ribu hingga di bawah Rp2 juta.

Branding Modern dan Kolaborasi dengan Chef Profesional

Dalam membangun kepercayaan publik, Niko tidak hanya mengandalkan kualitas produk. Perusahaan menjalankan strategi komunikasi yang agresif melalui kampanye 360°, tampil di berbagai kanal dan memperkuat distribusi offline, online, serta modern market.

Kolaborasi dengan Chef Arnold Poernomo sebagai Brand Ambassador dan kehadiran di acara populer seperti MasterChef Indonesia juga memperkuat positioning sebagai produk lokal yang bisa tampil profesional.

“Dengan hadir di dapur-dapur inspiratif di televisi, kami ingin menunjukkan bahwa produk lokal juga bisa elegan dan tangguh di hadapan koki profesional,” ujar Siswo.

Direktur Marketing Niko Elektronik, Tjandra Lianto, menyebut layanan purna jual adalah kunci lainnya. Perusahaan memberikan garansi kaca seumur hidup, call center nasional, hingga layanan teknisi ke rumah pelanggan di 25 kota.

Meski kondisi ekonomi masih fluktuatif, penjualan kompor kaca Niko tetap stabil. Offline masih menguasai 70% distribusi, sementara online mencatat pertumbuhan positif. 

Bahkan, berdasarkan riset pihak ketiga, sejak 2022 hingga 2024 Niko masuk tiga besar nasional dan menjadi nomor satu di kategori kompor kaca untuk merek lokal di kanal online.

Editor: Dinda Rachmawati

Tag:  #kompor #kaca #jadi #primadona #dapur #modern #yang #membuatnya #semakin #diminati

KOMENTAR