Ingin Menjadi Orang yang Berkelas? Jangan Bicarakan 9 Hal Ini di Depan Publik, Salah Satunya Masalah Pribadi Keluarga
Ilustrasi orang yang berkelas./(freepik.com/wayhomestudio)
11:42
23 September 2024

Ingin Menjadi Orang yang Berkelas? Jangan Bicarakan 9 Hal Ini di Depan Publik, Salah Satunya Masalah Pribadi Keluarga

- Menjadi orang berkelas tidak bisa dilihat hanya melalui penampilan, melainkan dari tindakan, sikap, serta ucapan yang disampaikan.

Seringkali kita melihat ada yang berpenampilan berkelas tapi ia tidak mampu menjaga sikapnya di depan umum, sehingga itu akan menurunkan citra positifnya.

Melansir dari laman Expert Editor pada (23/09) jika kamu ingin menjadi orang berkelas, jangan bicarakan 9 hal ini di depan publik, diantaranya :

1. Masalah Pribadi Keluarga

Orang berkelas memahami bahwa beberapa hal bersifat pribadi dan harus disimpan dalam lingkaran keluarga, berbagi setiap detail tentang drama keluarga di depan publik bisa jadi norak dan tidak sopan.

Orang berkelas juga tahu bahwa membicarakan masalah keluarga di depan umum dapat menyebabkan kesalahpahaman dan salah tafsir, bahkan hal itu bisa menjadi cibiran.

2. Gosip atau Rumor Negatif tentang Orang Lain

Orang berkelas tahu bahwa kata-kata mereka dapat memengaruhi orang lain, maka dari itu harus berusaha untuk bersikap baik dan menghormati orang lain yang nampak atau tidak nampak di situ.

Orang berkelas tidak akan pernah mengatakan hal-hal yang akan menciptakan drama yang tidak perlu atau mencoreng reputasi seseorang.

Jika dia ada masalah dengan orang tersebut, maka akan menyampaikan dengan langsung tanpa harus menyebar berita negatif tentangnya.

3. Lelucon yang Menyinggung dan Tidak Pantas

Ketika melontarkan kata-kata humoris, seringkali kita tak sadar bahwa itu menyinggung orang lain. Tapi hal ini tidak berlaku bagi orang berkelas, mereka memerhatikan ucapannya meskipun itu hanya sebuah lelucon.

Melemparkan lelucon yang menyinggung atau tidak pantas dapat memberi kesan bahwa kamu kurang peka dan kurang cerdas secara emosional.

4. Bahasa Hinaan

Bahasa atau cercaan yang merendahkan bisa sangat menyakitkan dan menyinggung orang lain yang menjadi sasarannya.

Orang berkelas akan mencoba menciptakan lingkungan inklusif dan menghindari penggunaan kata-kata tersebut.

Bahasa yang kamu gunakan juga membentuk cara orang lain memandang dirimu sendiri. Orang yang berkelas mengetahui hal ini dan memastikan bahwa kata-kata itu dapat mencerminkan karakter dan nilai-nilai mereka terlebih saat berada di depan publik.

5. Rincian Keuangan Pribadi

Orang berkelas tidak akan menanyakan hal ini dan juga tidak akan membicarakannya di depan publik, mereka tahu bahwa memamerkan kekayaan atau pendapatan bisa dianggap norak.

Uang merupakan topik yang sensitif bagi banyak orang, dan mengungkapkan penghasilan dapat menimbulkan perbandingan atau rasa iri. Tentunya, kamu tidak akan bertanggung jawab atas perasaan orang lain.

Kamu boleh saja bangga atas pencapaian diri tapi tidak dengan membagikan detail keuangan untuk tujuan edukasi. Semakin cerdas mengelola perkataan yang diucapkan, semakin terlihat juga jiwa berkelasnya.

6. Konten Ekspilisit dan Grafis

Jika kamu perlu membahas atau berbagi konten eksplisit atau grafis tentang diri sendiri atau orang lain untuk tujuan tertentu, lakukanlah di tempat yang tepat dan privat di mana semua orang merasa nyaman dan setuju akan hal itu.

Jangan memanfaatkan kecanggihan media sosial ini untuk bebas membagikan konten-konten sensitif, kita harus tetap menjaga norma dan perilaku jika ingin menjadi orang berkelas.

7. Pandangan Agama atau Politik yang Ekstrem

Jika kamu ingin tampil berkelas, kamu perlu mengingat untuk menghormati keyakinan serta pendapat orang lain.

Mengungkapkan pandangan agama atau politik yang ekstrem di depan umum dapat menciptakan perpecahan dan menghakimi sudut pandang orang lain.

Kalau kamu benar-benar ingin membicarakan hal-hal ini, lakukanlah secara pribadi dengan orang-orang terbuka untuk obrolan tersebut, serta membangun pertukaran ide yang penuh rasa hormat. Karena diskusi tentang pandangan agama dan politik itu cepat panas.

8. Hubungan Intim

Kita semua butuh seseorang untuk diajak bicara saat menghadapi hambatan hubungan. Tapi, publik bukanlah tempat yang tepat untuk membicarakan hal itu.

Membicarakan masalah intim yang kamu alami dalam hubungan dapat melanggar privasi pasangan, dan orang berkelas tidak akan pernah melakukannya.

Jika benar-benar ingin membicarakannya, maka sebaiknya dengan orang profesional dan dapat dipercaya.

9. Pandangan Negatif Terhadap Pilihan Gaya Hidup Orang Lain

Pendapat atau pandangan itu memang sah-sah saja karena manusia memiliki pemikiran yang berbeda, tapi jika kamu tidak setuju dengan pilihan gaya hidup seseorang maka tak perlu diungkapkan kepada publik.

Orang lain akan memandang kamu "nyinyir" dan merasa bahwa pilihan gaya hidupmu lah yang paling baik, padahal setiap orang memiliki seleranya masing-masing. Berhenti lakukan ini jika kamu ingin menjadi orang yang berkelas.

Mengutip dari laman Bareksa, berkelas juga tidak sama dengan sombong yang hanya menilai orang lain dari segi status sosial atau penampilannya saja.

Bahkan, pribadi yang berkelas akan bersikap baik, ramah, berwawasan luas, dan berpikiran positif tentang orang lain.

Editor: Hanny Suwindari

Tag:  #ingin #menjadi #orang #yang #berkelas #jangan #bicarakan #depan #publik #salah #satunya #masalah #pribadi #keluarga

KOMENTAR