Suka Menyela Pembicaraan Orang lain, Ini 7 Kebiasaan yang Menunjukkan Kurangnya Kecerdasan Emosional Menurut Psikologi
Suka memotong pembicaraan adalah salah satu tanda kurangnya kecerdasan emosional (freepik)
23:06
14 September 2024

Suka Menyela Pembicaraan Orang lain, Ini 7 Kebiasaan yang Menunjukkan Kurangnya Kecerdasan Emosional Menurut Psikologi

 – Kecerdasan emosional bukan tentang selalu berwajah gembira. Namun kecerdasan emosional adalah tentang memahami dan mengelola emosi Anda sendiri serta peka terhadap emosi orang lain.

Kurangnya kecerdasan emosional sering kali terlihat melalui kebiasaan-kebiasaan tertentu. Kebiasaan ini dapat merusak hubungan, menghambat kemajuan dan secara umum membuat hidup lebih menantang.

Menurut psikologi ada beberapa kebiasaan yang menunjukkan kurangnya kecerdasan emosional sebagaimana dilansir dari laman Global English Editing, Sabtu (14/9) sebagai berikut:

  1. Terus-menerus menyela pembicaraan orang lain

Tanda utama kurangnya kecerdasan emosional adalah terus-menerus menyela pembicaraan orang lain. 

Pasalnya orang dengan kecerdasan emosional tinggi adalah pendengar yang baik. Mereka meluangkan waktu untuk memahami apa yang dikatakan orang lain sebelum menanggapi.

Memotong pembicaraan orang lain menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap pikiran dan perasaan mereka. Hal ini menandakan bahwa Anda lebih tertarik pada pendapat Anda sendiri daripada memahami pendapat mereka.

Jika Anda sering memotong pembicaraan orang lain di tengah pembicaraan orang lain di tengah kalimat, mungkin sudah saatnya Anda mengasah keterampilan mendengarkan.

 

Kecerdasan emosional bukan hanya tentang mengelola emosi Anda sendiri. Kecerdasan emosional juga tentang memahami dan menghargai perasaan orang-orang di sekitar Anda. Dan kemampuan mendengarkan dengan baik merupakan bagian penting dari persamaan tersebut.

  1. Melompat ke kesimpulan

Tanda lain kurangnya kecerdasan emosional adalah langsung melompat ke kesimpulan dalam setiap pembahasan. Pasalnya hal ini termasuk pola pikir yang membuat asumsi tanpa mempertimbangkan kemungkinan alternatif. Pola pikir ini lebih cenderung bereaksi daripada merespons.

Jadi, jika Anda kerap mendapati diri sendiri sering melompat ke kesimpulan tanpa pertimbangan yang matang maka mulai sekarang bisa belajar untuk berhenti sejenak dan mempertimbangkan kemungkinan lain sebelum mengambil kesimpulan.

 

 

  1. Kurangnya empati

Empati adalah kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain. Ini adalah komponen utama kecerdasan emosional.

Menariknya, sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Personality and Social Psychology menemukan bahwa orang yang memiliki kecerdasan emosional lebih tinggi cenderung lebih berempati.  Mereka lebih baik dalam menangkap emosi orang lain dan memahami sudut pandang mereka.

Jika Anda tidak berempati maka Anda akan terlihat tidak tertarik dengan perasaan atau pengalaman orang lain. Hal ini dapat mempersulit Anda untuk membangun hubungan yang kuat dan bermakna.

 

  1. Kesulitan menangani kritik

Orang dengan kecerdasan emosional rendah sering kali bereaksi buruk terhadap kritik. Mereka mungkin bersikap defensif, marah atau kesal. Mereka menganggapnya sebagai sesuatu yang pribadi meskipun kritik tersebut dimaksudkan untuk membangun.

Disisi lain, mereka yang memiliki kecerdasan emosional tinggi melihat kritik sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang. Mereka mampu memisahkan perasaan pribadi mereka dan kritik serta melihatnya secara objektif.

  1. Mengabaikan emosi Anda sendiri

Kecerdasan emosional bukan hanya tentang memahami emosi orang lain. Namun mengenali dan mengelola perasaan Anda sendiri juga sama pentingnya. Mengabaikan emosi Anda sendiri merupakan tanda umum rendahnya kecerdasan emosional.

Pasalnya emosi bukan sekadar pikiran sesaat namun emosi merupakan bagian integral dari diri kita dan memberi kita wawasan berharga tentang kebutuhan, keinginan dan nilai-nilai kita 

  1. Berjuang dengan perubahan

Menolak perubahan adalah tanda kecerdasan emosional yang rendah. Ini berarti bersikap kaku dan tidak fleksibel dan menolak beradaptasi dengan situasi baru. Sebaliknya, orang yang cerdas secara emosional adalah orang yang tangguh.

Mereka justru memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan dan melihatnya sebagai peluang untuk berkembang.

  1. Keterampilan resolusi konflik yang buruk

Cara Anda menangani konflik tentu dapat menunjukkan banyak hal tentang kecerdasan emosional Anda. Orang-orang dengan kecerdasan emosional yang rendah sering kali kesulitan dalam menyelesaikan konflik.

Mereka bahkan menghindari konflik sama sekali atau bereaksi dengan cara merusak seperti marah atau bersikap defensif.

Editor: Bintang Pradewo

Tag:  #suka #menyela #pembicaraan #orang #lain #kebiasaan #yang #menunjukkan #kurangnya #kecerdasan #emosional #menurut #psikologi

KOMENTAR