



Moskow Tidak Sengaja Jatuhkan Rudal X-59 ke Wilayahnya Sendiri
Keteledoran Moskow ini menandai insiden 'bom bunuh diri' terbaru selama perang dengan Ukraina.
"Sebuah rudal X-59 ditemukan di sebuah lapangan dekat desa Krasnoye di wilayah Belgorod Rusia pada 19 April 2024," Astra melaporkan melalui saluran Telegram-nya pada hari Senin (22/4/2024).
“Militer harus menghancurkannya di tempat. Tidak ada kerusakan atau korban,” kata media independen Rusia tersebut.
Sayangnya, Newsweek tidak dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen.
Newsweek juga telah menghubungi Kementerian Pertahanan Rusia untuk mendapat komentar tambahan melalui e-mail.
Tapi, Kremlin belum mengomentari insiden terbaru yang dilaporkan di Belgorod.
Belgorod terletak di dekat perbatasan Ukraina dan menampung beberapa pangkalan militer dan tempat pelatihan Rusia.
Wilayah ini telah diguncang oleh ledakan-ledakan selama invasi Presiden Rusia Vladimir Putin ke Ukraina.
Pemerintah daerah secara teratur melaporkan adanya kendaraan udara tak berawak (UAV) di wilayah tersebut .
Spesifikasi X-59
Dikutip dari Lockheed Martin, X-59 diperkenalkan pada 12 Januari 2024 kemarin.
Senjata ini memiliki panjang 99,7 kaki (30,4 meter) dan lebar 29,5 kaki.
X-59 memiliki moncong tipis dan meruncing, The Guardian melaporkan.
"X-59 akan digunakan untuk mengumpulkan data respons masyarakat mengenai penerimaan ledakan sonik senyap yang dihasilkan oleh desain unik pesawat tersebut," papar laman resmi Lockheed Martin.
Data tersebut akan membantu NASA memberikan informasi yang dibutuhkan regulator untuk menetapkan standar kebisingan supersonik komersial yang dapat diterima, guna mencabut larangan perjalanan supersonik komersial melalui darat.
Terobosan ini akan membuka pintu ke pasar global yang benar-benar baru bagi produsen pesawat terbang, memungkinkan penumpang melakukan perjalanan ke mana pun di dunia dalam separuh waktu yang dibutuhkan saat ini.
Dalam konferensi pers pasca peluncuran, Direktur Program X-59 Lockheed Martin, David Richardson mengatakan bahwa uji coba X-59 diperkirakan akan dimulai sekitar akhir musim semi atau awal musim panas.
Saat ini tim program X-59 sedang bekerja keras, menerapkan teknologi manufaktur canggih terkini untuk membangun pesawat eksperimental.
Kejadian serupa
Ada banyak insiden yang dilaporkan tahun ini yang melibatkan militer Rusia yang secara tidak sengaja menjatuhkan amunisi dan rudal di wilayahnya sendiri.
Astra mengatakan, pada bulan Maret dan April saja, pasukan Moskow secara keliru telah menjatuhkan sedikitnya 21 bom udara dari pesawatnya di tanah Rusia atau di wilayah pendudukan Ukraina.
Publikasi tersebut menambahkan bahwa pihak berwenang Rusia cenderung menutup-nutupi insiden tersebut, dengan mengatakan bahwa ada “pengeluaran amunisi yang tidak normal.”
Moskow juga mengatakan telah terjadi pelepasan darurat amunisi penerbangan .
“Belum ada jawaban pasti mengapa hal ini terjadi,” kata Astra.
"Pada tanggal 27 Januari, Rusia secara tidak sengaja menjatuhkan bom udara FAB rancangan Soviet di Belgorod sebanyak dua kali," kata Astra.
Mereka tidak meledakkan atau menimbulkan korban jiwa, dan dijinakkan keesokan harinya.
Beberapa hari sebelumnya, pada 21 Januari, outlet tersebut mengatakan bahwa bom udara FAB lainnya dijatuhkan di salah satu bendungannya di Belgorod .
Dan, pada 13 Januari, Rusia menjatuhkan rudal Kalibr di kawasan Krasnodar, kota yang terletak di wilayah Kaukasus Utara di Rusia selatan, dua kali dalam satu hari.
Rudal Kalibr Rusia pertama jatuh di wilayah antara desa Pavlovskaya dan Atamanskaya pada pagi hari, dan rudal kedua jatuh di lapangan pada malam hari, tidak menimbulkan korban jiwa atau kerusakan, lapor Astra.
Media tersebut mengutip sumber-sumber di layanan darurat kawasan, analis militer Rusia Ian Matveev, dan analis dari Tim Intelijen Konflik.
Pada tanggal 2 Januari, sebuah rudal Rusia jatuh di desa Petropavlovka di wilayah Voronezh, melukai empat orang.
Pasukan Rusia maju di Avdiivka dan Chasiv Yar
Terbaru, pasukan Rusia telah mencapai kemajuan yang signifikan di koridor sempit di Ukraina timur, menurut laporan Dan Sabbagh di Kyiv dan Luke Harding, dikutip dari The Guardian.
Rekaman dari blogger militer Kremlin menunjukkan pesawat berbendera Rusia terbang di atas desa Ocheretyne yang hancur, barat laut kota Avdiivka yang diduduki, setelah maju sekitar 5 km dalam 10 hari.
Selain itu, serangan besar-besaran Rusia sedang dilakukan untuk merebut kota Chasiv Yar.
Komando militer timur Ukraina mengatakan 20.000-25.000 tentara Rusia berusaha menyerbu kota di puncak bukit dan distrik sekitarnya, Selasa (23/4/2024).
Wamenhan Rusia terjerat kasus suap
Pihak berwenang Rusia telah menangkap Timur Ivanov (48), wakil menteri pertahanan, karena dicurigai menerima suap dalam jumlah besar.
Menurut laporan kantor berita Rusia RIA Novosti, Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov yang mengatakan bahwa Presiden Vladimir Putin dan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu telah diberitahu.
Ivanov adalah salah satu dari 12 wakil menteri pertahanan Rusia, dan berada di bawah sanksi Eropa dan UE atas invasi besar-besaran ke Ukraina.
Bantuan Amerika Serikat
Senat Amerika Serikat (AS) baru saja meloloskan paket bantun senilai 95 miliar dolar untuk Ukraina dan Israel serta dukungan pertahanan untuk Taiwan, Selasa (23/4/2024).
Menyusul AS, Inggris juga mengambil langkah serupa.
Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak baru saja mengumumkan bahwa pemerintahnya memutuskan untuk meningkatkan dukungan militer besar-besaran ke Ukraina.
Ini adalah dana tambahan militer senilai £500 juta dan pasokan peralatan penting terbesar dalam sejarah Inggris.
"Kami akan mengirimkan tambahan setengah miliar pound kepada Ukraina. Tahun ini dukungan kami ke Ukraina akan mencapai 3 miliar pound. Kami akan menyediakan paket peralatan militer Inggris terbesar yang pernah ada," kata Rishi Sunak, Selasa (23/4/2024)..
Paket bantuan itu mencakup lebih dari 400 kendaraan, 4 juta butir amunisi, 60 perahu dan kapal penyerbu angkatan laut, sarana penting pertahanan udara, dan peluru kendali presisi tinggi jarak jauh Storm Shadow.
(Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)
Tag: #moskow #tidak #sengaja #jatuhkan #rudal #wilayahnya #sendiri