Idul Adha Berdarah di Gaza! Drone Israel Tewaskan Dokter Senior dan Warga Sipil
Serangan Israel di Jalur Gaza kembali menelan korban jiwa di tengah gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.
Sedikitnya dua warga Palestina tewas, termasuk seorang dokter senior, sementara sejumlah lainnya mengalami luka-luka dalam serangkaian serangan yang terjadi saat perayaan Idul Adha.
Salah satu korban tewas adalah Dr. Jamal Abu Aoun, Kepala Departemen Anestesi Rumah Sakit Al-Yafa di Deir al-Balah, Gaza tengah.
Ia meninggal dunia setelah serangan drone Israel menghantam area dekat Rumah Sakit Martir Al-Aqsa pada Sabtu (30/5).
Sumber medis di Rumah Sakit Al-Aqsa menyebut jenazah Jamal Abu Aoun bersama tiga korban luka, termasuk seorang anak, dibawa ke rumah sakit setelah serangan tersebut.
"Jenazah Jamal Abu Aoun dan tiga korban luka, termasuk seorang anak, tiba di rumah sakit setelah serangan drone Israel yang menargetkan sekelompok warga sipil di dekat rumah sakit," kata sumber medis setempat seperti dilansir dari Aljazeera.
Serangan Drone Israel membuat tempat tinggal Komandan Senior Hamas, Hassan Farhat, terbakar. (X)Pada hari yang sama, artileri Israel juga menggempur wilayah timur dan selatan Kota Khan Younis di Gaza selatan.
Serangan lain dilaporkan menghantam Kamp Pengungsi Al-Bureij di wilayah Gaza tengah.
Beberapa jam kemudian, seorang warga Palestina lainnya dilaporkan tewas dalam serangan drone Israel di dekat Pasar Firas, salah satu pusat perdagangan tersibuk di Kota Gaza.
Sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Selain serangan udara, pasukan Israel juga dilaporkan merobohkan sejumlah rumah warga di sebelah timur Beit Lahiya, Gaza utara.
Langkah itu menambah panjang daftar kerusakan kawasan permukiman yang telah hancur akibat konflik berkepanjangan.
Menurut data Kantor Media Pemerintah Gaza, sedikitnya 922 warga Palestina tewas dan 2.786 lainnya terluka sejak gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober lalu.
Otoritas Palestina juga mencatat lebih dari 72.000 warga tewas dan sekitar 172.000 lainnya terluka sejak perang pecah pada Oktober 2023.
Sementara itu, situasi di Tepi Barat yang diduduki juga memanas.
Kelompok pemukim Israel dilaporkan menyerang sejumlah rumah warga Palestina di Kota Beita, selatan Nablus.
Menurut laporan media Palestina, para pemukim melempari rumah-rumah dengan batu dan merusak sejumlah kendaraan milik warga.
Pasukan Israel juga disebut menembakkan bom suar ke udara selama insiden berlangsung.
Di wilayah Masafer Yatta, selatan Hebron, pemukim Israel dilaporkan merusak lahan pertanian warga Palestina dan menghancurkan sejumlah pohon.
Aktivis lokal menyebut aksi tersebut sebagai bagian dari rangkaian pelanggaran yang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman Palestina mencatat sedikitnya 540 serangan pemukim terhadap warga Palestina dan properti mereka sepanjang April 2026.
Bentuk serangan meliputi kekerasan fisik, pembakaran lahan, perusakan pohon, hingga penghancuran rumah dan bangunan pertanian.
Ketegangan di Tepi Barat terus meningkat sejak perang Gaza dimulai pada Oktober 2023.
Data Palestina menunjukkan sedikitnya 1.168 warga tewas, 12.666 orang terluka, sekitar 33.000 warga mengungsi, serta hampir 23.000 orang ditahan dalam berbagai operasi militer dan serangan pemukim Israel.
Tag: #idul #adha #berdarah #gaza #drone #israel #tewaskan #dokter #senior #warga #sipil