Israel dan Lebanon Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata 45 Hari
Tangkapan layar dari video militer Israel memperlihatkan, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menghancurkan infrastruktur Hizbullah di Lebanon pada 27 April 2026, di tengah masa gencatan senjata kedua kubu.(MILITER ISRAEL via AFP)
08:54
16 Mei 2026

Israel dan Lebanon Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata 45 Hari

- Pemerintah Lebanon dan Israel sepakat untuk memperpanjang masa gencatan senjata selama 45 hari ke depan. 

Keputusan ini dicapai dalam pembicaraan yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS), di tengah eskalasi kekerasan baru yang kembali meletus, sebagaimana dilansir Euronews, Jumat (15/5/2026)

Kesepakatan gencatan senjata semula dijadwalkan berakhir pada Minggu (17/5/2026) itu kini resmi dilanjutkan demi membuka jalan bagi proses diplomasi yang lebih mendalam.

Baca juga: Usai Palestina, Lebanon Selatan Diklaim Warga Israel sebagai “Tanah yang Dijanjikan”

"Penghentian permusuhan sejak 16 April akan diperpanjang selama 45 hari untuk memungkinkan kemajuan lebih lanjut," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Tommy Pigott.

Sebagai langkah tindak lanjut dari perpanjangan gencatan senjata ini, pemerintah AS telah menyusun sejumlah agenda pertemuan penting untuk kedua negara.

Pada 29 Mei mendatang, Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon akan mempertemukan delegasi militer dari Israel dan Lebanon.

Lalu pada 2-3 Juni, Kementerian Luar Negeri AS akan menggelar negosiasi lanjutan yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan politik permanen.

Baca juga: Peluang Damai AS-Iran Menyempit akibat Perang Drone di Lebanon

Pihak Washington berharap, rangkaian pertemuan ini dapat menyelesaikan konflik secara menyeluruh dan menciptakan stabilitas jangka panjang di kawasan tersebut.

"Kami berharap diskusi ini akan memajukan perdamaian abadi, pengakuan penuh terhadap kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing, serta menciptakan keamanan sejati di sepanjang perbatasan bersama mereka," kata Pigott menambahkan.

Meski situasi di lapangan masih memanas, AS, Israel, dan Lebanon menyatakan bahwa status gencatan senjata saat ini masih dianggap berlaku efektif oleh ketiga belah pihak.

Selama proses pembicaraan berlangsung di Washington, Israel diketahui tetap melancarkan sejumlah serangan ke wilayah Lebanon. 

Baca juga: Tanpa Hizbullah, Negosiasi Israel-Lebanon Disebut Kehilangan Aktor Utama

Pihak Israel menegaskan bahwa mereka akan terus membidik sasaran yang berkaitan dengan Hizbullah.

Kelompok tersebut tidak terlibat dalam pembicaraan damai di AS. 

Israel menuding aksi serangan Hizbullah ke wilayahnya menjadi pemicu utama meletusnya konflik lintas batas ini.

Baca juga: Tentara Israel Jarah Rumah Warga Sipil Lebanon, Komandan Angkat Bicara

Tag:  #israel #lebanon #sepakat #perpanjang #gencatan #senjata #hari

KOMENTAR