Proposal Ditolak Trump, Iran Bersiap Hadapi Serangan AS
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan siap menghadapi segala bentuk agresi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak proposal terbaru Teheran untuk mengakhiri perang.(AFP)
11:36
12 Mei 2026

Proposal Ditolak Trump, Iran Bersiap Hadapi Serangan AS

Iran menyatakan siap menghadapi segala bentuk agresi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak proposal terbaru Teheran untuk mengakhiri perang.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf melalui unggahan di platform X pada Senin (11/5/2026).

“Angkatan bersenjata kami siap memberikan pelajaran yang tak terlupakan terhadap setiap agresi,” tulis Ghalibaf, seperti dikutip Anadolu.

Baca juga: Ngebet Akhiri Perang, Trump “Kehabisan Kartu” untuk Paksa Iran Tunduk

Ia menambahkan, “Strategi yang salah dan keputusan yang salah selalu menghasilkan hasil yang salah. Seluruh dunia kini telah memahami hal itu.”

Ghalibaf juga memperingatkan bahwa Iran telah siap menghadapi “semua opsi” dan menyebut pihak lawan “akan terkejut.”

Dalam pernyataan terpisah, ia mengatakan, tidak ada alternatif selain menerima hak-hak rakyat Iran sebagaimana tercantum dalam proposal 14 poin yang diajukan Teheran.

“Pendekatan lain akan sepenuhnya tidak menghasilkan apa-apa. Hanya kegagalan demi kegagalan,” ujarnya.

Ia juga menyindir dampak ekonomi konflik terhadap Amerika Serikat. “Semakin lama mereka menunda-nunda, semakin besar biaya yang harus ditanggung pembayar pajak Amerika,” kata Ghalibaf.

Iran kritik upaya AS di Selat Hormuz

Kapal Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) saat diduga hendak menyiya kapal kontainer yang menerobos Selat Hormuz pada 21 April 2026. Foto ini diperoleh AFP dari kantor berita Iran, Tasnim. Media AS Sebut Dua Kapal Perang Melintasi Selat Hormuz di Bawah Serangan IranTASNIM/MEYSAM MIRZADEH via AFP Kapal Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) saat diduga hendak menyiya kapal kontainer yang menerobos Selat Hormuz pada 21 April 2026. Foto ini diperoleh AFP dari kantor berita Iran, Tasnim. Media AS Sebut Dua Kapal Perang Melintasi Selat Hormuz di Bawah Serangan Iran

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, turut mengkritik upaya Amerika Serikat dan sejumlah negara mitra regional terkait rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai Selat Hormuz.

Baca juga: Bukan Damai, Bukan Perang: AS dan Iran Sama-sama Enggan Mengalah

Menurut Gharibabadi, langkah tersebut bertujuan “mendistorsi realitas” atas apa yang disebut Iran sebagai agresi militer dan blokade ilegal terhadap negaranya.

Ia mengatakan, kebebasan navigasi tidak dapat ditafsirkan secara selektif atau dipisahkan dari Piagam PBB. Menurutnya, setiap inisiatif keamanan maritim yang mengabaikan penggunaan kekuatan militer, blokade laut, dan ancaman berkelanjutan tidak akan memiliki netralitas maupun kredibilitas.

Gharibabadi juga menilai proposal apa pun terkait Selat Hormuz yang tidak membahas agresi terhadap Iran dan hak Teheran untuk mempertahankan kepentingan keamanannya akan menjadi “bias, politis, dan ditakdirkan gagal.”

Trump tolak proposal Iran

Sebagaimana diwartakan The Times of Israel, Trump menyebut respons terbaru Iran terhadap proposal Amerika Serikat sebagai sesuatu yang “sepenuhnya tidak dapat diterima.”

Trump juga menyatakan, gencatan senjata yang berlaku saat ini berada dalam kondisi “sangat lemah.”

Laporan tersebut menyebut negosiasi kembali menemui jalan buntu setelah Iran menolak memberikan konsesi signifikan terkait program nuklirnya.

Trump juga disebut mempertimbangkan kembali operasi untuk membantu kapal-kapal yang terjebak akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

Baca juga: UEA Diam-diam Ikut Serang Iran, Timur Tengah di Ambang Perang?

Tag:  #proposal #ditolak #trump #iran #bersiap #hadapi #serangan

KOMENTAR