Iran Klaim Segera Menang Lawan AS dan Israel, Bakal Ada Perayaan Besar
Warga Iran bereaksi setelah pengumuman gencatan senjata di Lapangan Enqelab, Teheran, Rabu (8/4/2026). Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat untuk gencatan senjata selama dua minggu, kurang dari satu jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump.(AFP)
10:54
8 Mei 2026

Iran Klaim Segera Menang Lawan AS dan Israel, Bakal Ada Perayaan Besar

– Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref menyatakan bahwa rakyat Iran akan segera merayakan kemenangan besar dalam perangnya melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Pernyataan ini disampaikan Aref di tengah meningkatnya tensi antara Teheran dan Washington, sebagaimana dilansir BBC.

Menurut laporan media pemerintah Press TV pada Kamis (7/5/2026), Aref meyakini bahwa hasil akhir dari konflik ini akan membawa perubahan besar bagi posisi Iran di kancah internasional.

Baca juga: Laporan CIA Bocor, Iran Disebut Masih Punya 70 Persen Rudal, Bantah Klaim Trump

"Kita akan segera mengadakan perayaan kemenangan kita, dan sanksi serta tekanan yang telah dibebankan kepada bangsa Iran selama beberapa tahun terakhir akan dicabut dengan kemenangan besar bangsa Iran tersebut," ujar Aref.

Klaim tersebut muncul bertepatan dengan insiden saling melepaskan tembakan yang melibatkan kedua belah pihak di Selat Hormuz pada Kamis.

Dalam insiden itu, Iran menuduh AS telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang tengah berjalan. 

Di sisi lain, pihak AS membantah tuduhan tersebut dengan menyatakan bahwa mereka tidak menginginkan adanya eskalasi dan menegaskan bahwa gencatan senjata masih tetap berlaku.

Menanggapi situasi yang kian memanas, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Teheran. 

Baca juga: Bentrok Lagi di Selat Hormuz, AS Hantam Tanker Iran Usai 3 Kapal Perangnya Diserang

Dia mengancam akan melancarkan serangan yang lebih masif jika Iran tidak segera menyetujui kesepakatan baru.

"Kami akan menghancurkan mereka jauh lebih keras, dan jauh lebih keras lagi (secara kekerasan)," papar Trump.

Meski melontarkan ancaman, dalam wawancara terpisah dengan ABC News, Trump tetap bersikeras bahwa status gencatan senjata belum berakhir. 

Dia bahkan meremehkan dampak dari serangan yang baru saja terjadi.

Trump mendeskripsikan serangan udara atau kontak senjata tersebut hanya sebagai just a love tap alias "sentuhan kasih sayang".

Baca juga: Meski AS-Iran Damai, Selat Hormuz Butuh Waktu Lama untuk Pulih, Mengapa?

Tag:  #iran #klaim #segera #menang #lawan #israel #bakal #perayaan #besar

KOMENTAR