Wapres Filipina Sara Duterte Menuju Pemakzulan, DPR Nyatakan Ada Bukti Kuat
Wakil Presiden Filipina Sara Duterte saat tiba di gedung Kementerian Kehakiman, Manila, untuk memberikan keterangan kepada Biro Investigasi Nasional (NBI) mengenai ancaman pembunuhan terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr, 9 Mei 2025.(AFP/JAM STA ROSA)
13:06
30 April 2026

Wapres Filipina Sara Duterte Menuju Pemakzulan, DPR Nyatakan Ada Bukti Kuat

Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte, dilaporkan segera menghadapi proses pemakzulan.

Sebuah komite di Kongres Filipina pada Rabu (29/4/2026) menyatakan terdapat alasan yang cukup kuat untuk melanjutkan proses tersebut terhadap putri mantan Presiden Rodrigo Duterte itu.

Mengutip laporan Reuters, keputusan tersebut diambil oleh Komite Kehakiman DPR Filipina setelah menilai adanya bukti yang memadai untuk membawa kasus ini ke tahap berikutnya.

Langkah ini membuat Filipina semakin dekat pada proses politik yang berpotensi menghambat ambisi Sara Duterte maju dalam pemilihan presiden mendatang.

Selanjutnya, pengaduan pemakzulan akan dibawa ke sidang pleno DPR untuk dilakukan pemungutan suara saat Kongres kembali bersidang bulan depan.

Agar dapat berlanjut ke persidangan di Senat, usulan tersebut harus didukung oleh sedikitnya sepertiga anggota DPR.

Jika dinyatakan bersalah dalam sidang Senat, Sara Duterte dapat dicopot dari jabatannya dan dilarang berpolitik seumur hidup.

Baca juga: Iran ke Filipina: Silakan Kapal Aman Lewati Selat Hormuz asal Non-Musuh

Mengapa Sara Duterte akan dimakzulkan?

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr.AFP/JAM STA ROSA Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr.

Upaya pemakzulan Sara Duterte didorong oleh kelompok masyarakat sipil dan organisasi sayap kiri.

Mereka menuduhnya melakukan penyalahgunaan dana publik, memiliki kekayaan yang tidak dapat dijelaskan asal-usulnya, serta mengancam keselamatan Presiden Ferdinand Marcos Jr., istrinya, dan sepupunya yang merupakan mantan ketua DPR Filipina.

Dalam pemungutan suara di tingkat komite, seluruh 53 anggota menyatakan sepakat bahwa terdapat alasan yang cukup untuk melanjutkan proses pemakzulan terhadap Duterte.

Sara Duterte sendiri membantah seluruh tuduhan tersebut dan menilai pengaduan pemakzulan itu bermotif politik.

"Temuan adanya bukti yang cukup oleh komite kehakiman DPR bukanlah hal yang tidak terduga, mengingat arah proses hukum yang telah berjalan," kata pengacara Duterte dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Filipina Tetapkan Darurat Energi Nasional, Apa Saja Konsekuensinya?

"Kami dengan hormat menegaskan bahwa proses di hadapan komite tersebut menyimpang dari rancangan konstitusional. Alih-alih membatasi diri pada pengaduan yang telah diverifikasi dan lampirannya, proses tersebut meluas ke hal-hal yang seharusnya menjadi bagian dari persidangan penuh," lanjut pernyataan pengacaranya.

Sara Duterte hingga kini masih terlibat perseteruan politik terbuka dengan mantan sekutunya, Presiden Ferdinand Marcos Jr. Keduanya sebelumnya maju bersama dalam pemilu 2022 dan meraih kemenangan telak.

Karena konstitusi Filipina membatasi presiden hanya menjabat satu periode, Duterte selama ini dianggap sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan Marcos pada pemilihan presiden 2028.

Saat mengumumkan keputusannya maju dalam pemilihan presiden pada Februari lalu, Duterte bahkan sempat meminta maaf karena pernah membantu Marcos memenangkan kursi presiden.

Baca juga: Filipina Resmi Umumkan Darurat Energi Imbas Konflik Iran-AS, Apakah Indonesia Masih Aman?

Pernyataan ancaman jadi sorotan

Mengutip laporan Associated Press, dalam sidang pada Rabu (29/4/2026), Biro Investigasi Nasional Filipina menilai pernyataan Sara Duterte dalam konferensi pers daring pada 2024 sebagai ancaman terhadap keamanan nasional.

Dalam pernyataan tersebut, Duterte menyebut kemungkinan perlunya membunuh Presiden Marcos Jr., istrinya, serta ketua DPR jika dirinya dibunuh.

Kekhawatiran terhadap Duterte meningkat setelah ia menyatakan niatnya untuk maju dalam pemilihan presiden 2028.

Ketua Komite Kehakiman DPR Filipina, Gerville Luistro, juga mengkritik Duterte karena tidak menghadiri enam sidang yang disiarkan secara terbuka.

Selain itu, Duterte disebut meminta Mahkamah Agung menghentikan penyelidikan terkait dugaan transaksi perbankan bernilai besar yang tidak dilaporkannya.

“Jika tidak ada yang disembunyikan, tidak ada alasan untuk menghalangi,” kata Luistro saat membuka sidang.

Ia menambahkan, pihak yang menolak pengungkapan transaksi tersebut justru menimbulkan kecurigaan adanya pelanggaran.

Baca juga: Filipina Beri Sinyal Hentikan Layanan Penerbangan Buntut Krisis BBM

Tag:  #wapres #filipina #sara #duterte #menuju #pemakzulan #nyatakan #bukti #kuat

KOMENTAR