Iran Ejek Blokade AS, Sebut Tak Efektif dan Tantang Diperpanjang 30 Hari
- Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, secara terbuka menyindir blokade angkatan laut yang diterapkan pemerintahan Donald Trump terhadap ekspor minyak Iran.
Ia menilai strategi Washington tersebut gagal mencapai tujuan yang diharapkan.
Mengutip laporan Al Jazeera, Kamis (30/4/2026), Trump mengklaim blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran berjalan efektif dan mendesak Teheran untuk menyerah.
Namun, Ghalibaf menolak tekanan ekonomi tersebut. Di sisi lain, militer Iran menyatakan bahwa sikap menahan diri sejauh ini dilakukan untuk memberi ruang bagi jalur diplomasi.
Baca juga: Blokade Berlanjut, AS Cegat 3 Kapal Tanker Minyak Iran di Perairan Asia
Iran sindir blokade AS
Tangkapan layar dari video yang disiarkan oleh Kementerian Pertahanan AS mengenai strategi kapal perang Washington dalam memblokade Selat Hormuz.
Melalui unggahan di platform X, Ghalibaf menyampaikan sindiran dengan nada sarkastik. Ia menyebut bahwa hingga tiga hari setelah blokade diberlakukan, tidak ada satu pun sumur minyak Iran yang terdampak.
Ia bahkan menantang agar blokade diperpanjang hingga 30 hari, sambil menawarkan siaran langsung kondisi sumur minyak sebagai bukti ketahanan Iran.
“Tiga hari berjalan, tidak ada satu pun sumur yang meledak. Kami bahkan bisa memperpanjangnya sampai 30 hari dan menyiarkan langsung kondisi sumur di sini,” tulisnya.
Mengutip Moneycontrol, Ghalibaf juga menyindir para pejabat Amerika Serikat yang dinilai memberikan masukan keliru terkait efektivitas blokade.
Ia secara khusus menyinggung Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang disebut mendorong teori blokade tersebut.
Menurut Ghalibaf, kebijakan itu bukan melemahkan Iran, melainkan justru memicu lonjakan harga minyak global hingga menembus 120 dollar AS per barel, bahkan berpotensi mencapai 140 dollar AS.
Baca juga: Trump Perpanjang Gencatan Senjata tapi Blokade Iran Tetap Berlanjut, Apa yang Terjadi?
Harga minyak kembali naik
Harga minyak mentah Brent melonjak 6 persen menjadi 118 dollar AS per barel atau naik 6,77 dollar AS pada Kamis (30/4/2026) pukul 08.30 waktu Tokyo.
Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan.
Ghalibaf menilai strategi Amerika Serikat justru tidak merugikan Iran seperti yang diharapkan.
Menurutnya, kebijakan tersebut malah berdampak pada warga AS dan perekonomian mereka sendiri, terutama akibat lonjakan harga energi.
Ia menegaskan blokade itu pada akhirnya merugikan para pengemudi Amerika dan perekonomian, sekaligus menunjukkan sikap perlawanan Teheran dan besarnya dampak kebijakan tersebut terhadap pasar energi global.
Baca juga: AS Klaim Tak Akan Cabut Blokade Sebelum Capai Kesepakatan dengan Iran
Sebelumnya Amerika Serikat memprediksi tekanan akibat pembatasan ekspor akan merusak infrastruktur energi Iran.
Pernyataan itu sekaligus menjadi sindiran terhadap asumsi bahwa blokade maritim komersial dapat dengan cepat melumpuhkan produksi minyak Iran.
Blokade Amerika Serikat yang bertujuan supaya menahan minyak Iran agar tidak keluar ke pasar internasional membuat Teheran berada dalam posisi sulit.
Dalam skenario AS, Iran dipaksa memilih antara mengurangi produksi minyak dan kehilangan pemasukan besar, atau mempertahankan produksi dengan risiko tekanan berlebih pada fasilitas penyimpanan minyaknya.
Baca juga: Iran Benar-benar Ogah Lanjut Berunding Selama Blokade AS Belum Dicabut
Tag: #iran #ejek #blokade #sebut #efektif #tantang #diperpanjang #hari