Iran Dipaksa Menyerah, AS Terus Tekan Ekonomi dan Adu Domba
Mohammad Baqer Ghalibaf, yang saat itu menjabat Wali Kota Teheran, berbicara selama konferensi pers setelah mendaftarkan pencalonannya untuk pemilihan presiden mendatang di Kementerian Dalam Negeri di Teheran pada 11 Mei 2013.(AFP/BEHROUZ MEHRI)
13:30
30 April 2026

Iran Dipaksa Menyerah, AS Terus Tekan Ekonomi dan Adu Domba

- Iran menuding Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ingin memaksa Iran menyerah melalui tekanan ekonomi dan memicu perselisihan internal.

"Masyarakat harus tahu solusi untuk (melawan) konspirasi baru musuh hanya satu hal: menjaga persatuan," kata Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf pada Rabu (29/4/2026), dikutip dari Anadolu, Kamis (30/4/2026).

Dia menambahkan Washington dan Israel berupaya mengubah Iran menjadi Venezuela tetapi gagal.

“Kemudian mereka mencoba mengaktifkan kelompok separatis di bagian barat negara itu, tetapi berkat Tuhan dan upaya pasukan militer dan intelijen, mereka berhasil dikalahkan,” tambah Qalibaf.

Baca juga: Iran Ejek Blokade AS, Sebut Tak Efektif dan Tantang Diperpanjang 30 Hari


Perang AS-Israel dan Iran meletus sejak 28 Februari, yang memicu Teheran menyerang sekutu Washington di Teluk dan penutupan Selat Hormuz.

Gencatan senjata diumumkan pada 8 April melalui mediasi Pakistan, diikuti oleh pembicaraan di Islamabad pada 11 April, tetapi tidak ada kesepakatan yang tercapai.

Trump kemudian mengatakan gencatan senjata telah diperpanjang sambil menunggu negosiasi lanjutan.

DIa juga mengatakan pada Rabu (29/4/2026) waktu Washington bahwa pembicaraan dengan Iran saat ini hanya dilakukan melalui telepon.

Baca juga: AS Klaim Menyita Rp 7,8 T Aset Kripto Iran, Rekening Bank Dibekukan

AS tolak tawaran Iran untuk buka blokade militer

Presiden Trump menolak tawaran Iran dan melanjutkan blokade sampai kesepakatan nuklir tercapai, menurut media AS Axios.

Trump tetap memberlakukan blokade laut terhadap Iran sampai rezim tersebut menyetujui kesepakatan yang mengatasi kekhawatiran AS tentang program nuklirnya.

“Blokade itu sedikit lebih efektif daripada serangan udara. Mereka tercekik seperti babi yang disembelih. Dan situasinya akan semakin buruk bagi mereka. Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir,” kata Trump kepada Axios, Rabu (29/4/2026) waktu setempat.

Baca juga: Strategi “Mencekik” Iran, Trump Mau Perpanjang Blokade Selat Hormuz Berbulan-bulan

Personel Angkatan Laut Amerika Serikat saat berjaga di kapal USS Monterey (CG 61) yang sedang transit di Selat Hormuz pada 3 Juni 2021.US NAVY/CHELSEA PALMER via AFP Personel Angkatan Laut Amerika Serikat saat berjaga di kapal USS Monterey (CG 61) yang sedang transit di Selat Hormuz pada 3 Juni 2021.

Ia mengklaim bahwa Teheran ingin mencapai kesepakatan kepada AS agar mencabut blokade di Selat Hormuz.

"Mereka ingin berdamai. Mereka tidak ingin saya mempertahankan blokade. Saya tidak ingin (mencabut blokade), karena saya tidak ingin mereka memiliki senjata nuklir," tambahnya.

Baca juga: AS Buka Opsi Gunakan Senjata Hipersonik untuk Lanjut Serang Iran, Bisa Jadi yang Pertama

Iran siap merespons tegas jika blokade berlanjut

Sebuah sumber keamanan senior Iran mengatakan pada Rabu bahwa blokade angkatan laut AS "akan segera ditanggapi dengan tindakan nyata dan belum pernah terjadi sebelumnya."

Sumber tersebut menambahkan, angkatan bersenjata Iran telah menunjukkan pengekangan untuk memberi kesempatan pada diplomasi.

Mereka memberi Trump kesempatan untuk mengakhiri perang, namun menekankan bahwa angkatan bersenjata Iran "meyakini kesabaran memiliki batas dan respons yang tegas diperlukan" jika blokade terus berlanjut.

Pihak Iran telah memperjelas mereka tidak sependapat dengan penilaian Trump bahwa mereka telah dikalahkan.

Tag:  #iran #dipaksa #menyerah #terus #tekan #ekonomi #domba

KOMENTAR