Timur Tengah Memanas, UEA Semprot Sekutu karena Lembek ke Iran
- Uni Emirat Arab (UEA) melontarkan kritik tajam terhadap negara-negara sekutu di kawasan Teluk.
UEA menilai, respons politik dan militer para sekutunya sangat lemah dalam menghadapi serangan balasan Iran yang mengguncang kawasan baru-baru ini.
Penasihat Kepresidenan UEA Anwar Gargash menyatakan, meski negara-negara Teluk memberikan dukungan logistik satu sama lain selama krisis berlangsung, sikap kolektif yang ditunjukkan secara politik dianggap tidak memadai.
Baca juga: Trump Disebut Tak Puas dengan Proposal Terbaru Iran, Damai Makin Jauh
Dalam sebuah konferensi di Dubai pada Senin (26/2/2026), Gargash menyoroti kinerja Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).
GCC beranggotakan enam negara, yakni Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan UEA, sebagaimana dilansir AFP.
"Sikap GCC adalah yang terlemah secara historis, mengingat sifat serangan dan ancaman yang ditimbulkannya terhadap semua orang," ujar Gargash.
Dia bahkan membandingkan ekspektasinya terhadap GCC dengan organisasi regional lainnya.
Gargash mengaku tidak terkejut jika reaksi tersebut datang dari Liga Arab, namun dia sangat menyayangkan hal itu terjadi di lingkup GCC.
"Saya memperkirakan sikap lemah seperti itu dari Liga Arab. Namun, saya tidak mengharapkannya dari GCC, dan saya terkejut karenanya," tambahnya.
Baca juga: Kapal-kapal Tanker Iran Macet di Selat Hormuz, Blokade AS Sukses?
Krisis Timur Tengah
Krisis Timur Tengah bermula ketika Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari.
Teheran pun membalas serangan dengan meluncurkan ratusan rudal dan drone ke negara-negara GCC.
Dari seluruh anggota GCC, UEA tercatat sebagai negara yang paling gencar menjadi sasaran serangan balasan Iran.
Hal ini memicu perbedaan nada diplomasi di kawasan. UEA mengadopsi sikap yang jauh lebih keras terhadap Iran, sementara negara-negara tetangganya cenderung memilih pendekatan yang lebih terukur.
Baca juga: Trump Disebut Tak Senang dengan Usulan Terbaru Iran untuk Akhiri Perang, Apa Isinya?
Menurut Gargash, hubungan antara monarki Teluk dan Iran memang selalu berada dalam kondisi yang sulit.
Selama beberapa tahun terakhir, negara-negara Teluk mencoba menerapkan kebijakan pembendungan melalui berbagai jalur seperti mediasi diplomatik, kemitraan energi, perjanjian strategis, dan hubungan dagang khususnya oleh UEA.
Gargash menegaskan bahwa pendekatan-pendekatan tersebut tidak lagi efektif untuk menjamin keamanan kawasan.
"Kebijakan-kebijakan ini telah gagal total, dan sekarang kita menghadapi penilaian ulang besar-besaran," ujarnya.
Baca juga: Sekutu Sebut AS Dipermalukan Iran di Meja Perundingan, Puji Kemampuan Teheran
Tag: #timur #tengah #memanas #semprot #sekutu #karena #lembek #iran