Tersangka Penembakan Jamuan Trump Diduga Incar Pejabat AS, Sebut Diri “Friendly Federal Assassin”
- Tersangka penembakan saat acara jamuan makan malam White House Correspondents pada Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat diduga mengincar pejabat pemerintah Amerika Serikat (AS).
Mengutip sumber penegak hukum, CBS News melaporkan bahwa tersangka yang diidentifikasi sebagai Cole Allen menyampaikan hal tersebut setelah ditangkap.
Ia tidak secara spesifik menyebut Presiden Donald Trump sebagai target, tapi merujuk secara umum pada “pejabat pemerintahan.”
Seiring penyelidikan berjalan, aparat juga mulai mengungkap identitas serta dugaan motif di balik aksi penyerangan tersebut.
Baca juga: Penembakan Jamuan Trump Terjadi Jelang Kunjungan Raja Charles ke AS, Ini Respons Inggris
Menyebut dirinya "Friendly Federal Assassin"
Berdasarkan pesan yang ditinjau oleh Associated Press, Allen diketahui mengkritik kebijakan pemerintahan Trump dan bahkan menyebut dirinya sebagai “Friendly Federal Assassin” dalam tulisan yang dikirim ke anggota keluarganya beberapa menit sebelum serangan.
Tulisan tersebut, yang dikirim sesaat sebelum tembakan terjadi di Washington Hilton, berulang kali merujuk pada Trump tanpa menyebut namanya secara langsung.
Ia juga menyinggung berbagai keluhan terhadap kebijakan pemerintah, termasuk operasi militer AS terhadap kapal yang diduga menyelundupkan narkoba di Samudra Pasifik timur.
Bagi penyelidik, tulisan ini, bersama jejak unggahan media sosial dan keterangan keluarga menjadi salah satu petunjuk paling jelas mengenai pola pikir serta kemungkinan motif pelaku.
Aparat juga menemukan sejumlah unggahan media sosial bernada anti-Trump yang dikaitkan dengan Allen, pria 31 tahun asal California yang dituduh mencoba menerobos pos pemeriksaan keamanan sambil membawa beberapa senjata api dan pisau.
Peran keluarga turut menjadi bagian penting dalam penyelidikan, dilansir dari AP News, Senin (27/4/2026).
Saudara laki-laki Allen dilaporkan menghubungi polisi di New London, Connecticut, setelah menerima tulisan tersebut.
Baca juga: AS Tambah Metode Eksekusi Mati dengan Regu Tembak, Listrik, dan Gas
Kepolisian setempat menyatakan laporan diterima sekitar pukul 22.49 waktu setempat, atau dua jam setelah insiden terjadi, sebelum diteruskan ke aparat federal.
Sementara itu, saudara perempuan Allen mengatakan kepada penyelidik bahwa adiknya membeli sejumlah senjata secara legal dari toko di California dan menyimpannya di rumah orang tua mereka di Torrance tanpa sepengetahuan keluarga.
Ia juga menggambarkan Allen sebagai sosok yang kerap melontarkan pernyataan ekstrem.
Tulisan sepanjang lebih dari 1.000 kata yang ditinjau AP memperlihatkan pesan pribadi yang tidak terstruktur.
Diawali dengan sapaan santai “halo semuanya!”, isi tulisan kemudian beralih ke permintaan maaf kepada keluarga, rekan kerja, hingga orang asing yang mungkin terdampak.
Pesan itu bergerak antara pengakuan, keluhan, dan perpisahan, sembari mengucapkan terima kasih kepada orang-orang dalam hidupnya dan mencoba menjelaskan alasan di balik aksinya.
Di bagian lain, Allen menampilkan campuran kemarahan politik, pembenaran agama, serta bantahan terhadap kritik yang ia bayangkan.
Ia juga mengejek sistem keamanan di Washington Hilton, menyebutnya longgar dan mengaku terkejut bisa masuk ke hotel dengan membawa senjata tanpa terdeteksi.
Pihak berwenang menyebut Allen membeli pistol semiotomatis kaliber .38 pada Oktober 2023 dan senapan shotgun kaliber 12 dua tahun kemudian secara legal.
Ia diyakini melakukan perjalanan dengan kereta dari California ke Chicago, lalu ke Washington, dan sempat menginap di hotel lokasi acara beberapa hari sebelumnya.
Baca juga: Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Tembak Kapal Penebar Ranjau Iran di Selat Hormuz
Pelaku disebut bertindak sendiri
Menurut Jaksa Agung sementara, Todd Blanche, pelaku diduga bertindak seorang diri dan akan menghadapi tuntutan pidana.
“Terlihat bahwa dia memang menargetkan orang-orang yang bekerja di pemerintahan, kemungkinan termasuk presiden,” ujarnya.
Pernyataan serupa juga disampaikan Presiden Donald Trump dalam konferensi pers terpisah di Gedung Putih. Ia menyebut pelaku kemungkinan merupakan “lone wolf” atau pelaku tunggal.
Dalam kejadian tersebut, Allen mencoba berlari menuju ruang ballroom utama di Washington Hilton, tapi berhasil dilumpuhkan oleh petugas keamanan.
Insiden itu sempat diwarnai tembakan, sementara Trump dievakuasi dari panggung tanpa mengalami luka, dan para tamu berlindung di bawah meja.
Penembakan di area barikade keamanan terjadi hanya beberapa menit setelah acara dimulai.
Dinas Rahasia AS bersama aparat lainnya segera mengamankan lokasi, sementara ratusan tamu berlindung di tengah kepanikan.
“Tolong minggir, Pak!” teriak seseorang, sementara yang lain meminta semua orang untuk berlindung.
Dari sudut ruangan terdengar teriakan “God Bless America” saat presiden dievakuasi.
Di luar hotel, Garda Nasional dan aparat lainnya memenuhi area, sedangkan helikopter berputar di atas lokasi kejadian.
Acara sempat dicoba untuk dilanjutkan, namun akhirnya dibatalkan dan akan dijadwalkan ulang.
Seusai insiden, Trump menunjukkan sikap lebih tenang meski menyebut peristiwa ini sebagai upaya ketiga terhadap nyawanya dalam kurang dari dua tahun.
Ia mengakui bahwa pandangan politik pribadinya membuatnya kerap menjadi target, tapi tetap menyerukan persatuan di tengah situasi yang memanas.
“Selalu mengejutkan ketika hal seperti ini terjadi. Terjadi pada saya juga, sedikit. Dan itu tidak pernah berubah,” kata Trump dalam konferensi pers mendadak di Gedung Putih.
Baca juga: Syarat AS Izinkan Iran Main di Piala Dunia 2026, Apa Saja?
Identitas tersangka penembakan
Unggahan media sosial yang diduga terkait dengan tersangka menunjukkan bahwa ia merupakan seorang tutor berpendidikan tinggi sekaligus pengembang gim video amatir.
Foto profil Allen pada Mei 2025 juga dinilai sesuai dengan penampilan pria dalam foto terduga pelaku saat ditangkap, yang diunggah oleh Trump pada Sabtu malam.
Foto tersebut, yang diunggah ke platform LinkedIn, memperlihatkan Allen mengenakan toga dan topi wisuda setelah meraih gelar magister ilmu komputer dari California State University, Dominguez Hills.
Sebelumnya, Allen menyelesaikan pendidikan sarjana pada 2017 di bidang teknik mesin dari California Institute of Technology, Pasadena.
Selama kuliah, ia tercatat aktif dalam persekutuan mahasiswa Kristen serta kelompok kampus yang mengadakan permainan perang-perangan menggunakan senjata Nerf.
Sebuah stasiun ABC lokal di Los Angeles juga pernah mewawancarainya pada tahun terakhir kuliah dalam liputan tentang teknologi baru untuk membantu lansia.
Dalam wawancara tersebut, Allen diketahui mengembangkan prototipe rem darurat untuk kursi roda.
Selain itu, berdasarkan catatan keuangan kampanye federal, Allen tercatat pernah menyumbangkan 25 dollar AS kepada komite aksi politik Partai Demokrat untuk mendukung Kamala Harris dalam pemilihan presiden 2024.
Tag: #tersangka #penembakan #jamuan #trump #diduga #incar #pejabat #sebut #diri #friendly #federal #assassin